Menu ✖

Dark Mode
Kapolres Buru Bersama Forkopimda Tinjau Langsung Lokasi PETI Gunung Nona BUPATI BURU DIAM, KEBERATAN DIKABULKAN? Kuasa Hukum Gugat Sikap Bungkam, SK Pengakuan AW sebagai Raja Petuanan Kaiely Dipersoalkan! Langkah Nyata Internasionalisasi Kampus, FKB UBSI Bangun Kolaborasi Akademik di Malaysia Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi Bupati, Wakil Bupati, dan Unsur Forkopimda Tinjau Gunung Botak, Awasi Program Penataan dan Pemulihan Pertambangan Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

Buru

Satreskrim Tipikor Polres Buru Selidiki Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Waegeren

badge-check


					Satreskrim Tipikor Polres Buru Selidiki Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Waegeren Perbesar

Buru, Sabda Com- Satreskrim (Tipikor) Tindak Pidana Korupsi Polres Buru, Maluku, saat ini tengah mendalami dugaan penyalahgunaan anggaran Dana Desa Waegeren.

Kasi Humas Polres Buru, IPDA, Jaya Permana, menyampaikan pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap perkara ini. Kasus tersebut kini telah ditangani oleh penyidik Riskrim unit 3 Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Buru,

Hingga kini, penyidik baru memanggil para pihak termasuk, Sekertaris dan Bendahara Desa inisial SM untuk dimintai keterangan.
Sedangkan Kepala Desa Waegeren inisial NS belum di panggil masih menunggu pendalaman terhadap berkas dokomen serta pengumpulan keterangan dan barang bukti, ” Setelah itu yang bersangkutan baru dipanggil”, ujarnya.

Pernyataan ini disampaikan Kasi Humas Polres Buru pada Senin 15 Mei 2026 kemarin, diruangan kerjanya kepada media. Permana juga membenarkan Satreskrim Tipikor unit 3 sudah menerima berkas dokomen (LHP) Laporan Hasil Pemeriksaan audit Dana Desa Waegeren dari Inspektorat Kabupaten Buru pada bulan Februari 2026 yang lalu.

Perwakilan masyarakat Waegeren Insial TL, pada Minggu (30/5/2026) mendesak pihak Kepolisian Polres Buru, Maluku, untuk segerah memproses perkara ini secara hukum hingga tuntas. Menurutnya perkara tersebut merupakan barometer dalam penegakan hukum untuk menjaga integritas Pemerintah.

Kasus ini diperkirakan bakal melibatkan sejumlah Nama pejabat Desa yang terseret dalam pusaran hukum. Termasuk Kepala Desa Waegeren selaku kuasa pengguna anggaran (KPA). Kasus dugaan
korupsi, mark-up dan laporan fiktif ini merugikan keuangan negara milyaran rupiah.

Kepala Inspektorat Kabupaten Buru Sugeng Widodo sebelumnya yang diberitakan media menyebutkan hasil pemeriksaan Dana Desa Waegeren secara fisik maupun administrasi terdapat indikasi kerugian Negara, milyaran rupiah.

Sesuai informasi yang diterima dan dihimpun dari kedua Instansi pemerintah terkait, temuan indikasi kerugian Negara dari hasil pemeriksaan dan audit dana Desa Waegeren 1,4 milyaran rupiah”, ujar TL. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kapolres Buru Bersama Forkopimda Tinjau Langsung Lokasi PETI Gunung Nona

26 October 2026 - 10:26 WIB

BUPATI BURU DIAM, KEBERATAN DIKABULKAN? Kuasa Hukum Gugat Sikap Bungkam, SK Pengakuan AW sebagai Raja Petuanan Kaiely Dipersoalkan!

25 October 2026 - 23:34 WIB

Bupati, Wakil Bupati, dan Unsur Forkopimda Tinjau Gunung Botak, Awasi Program Penataan dan Pemulihan Pertambangan

17 October 2026 - 07:56 WIB

Kapolres Buru Gelar Jumat Keliling di Masjid An-Nur Jikumerasa, Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas dan Manfaatkan Layanan 110

16 October 2026 - 14:13 WIB

HUT ke-27 Kabupaten Buru taksekadar sermoni, Dorong Pengembangan Ek

14 October 2026 - 03:39 WIB

Trending on Buru