PULAU BURU, MALUKU — Semangat meningkatkan mutu pendidikan nasional tidak hanya membara di wilayah perkotaan, tetapi juga menggema hingga ke pelosok Nusantara. Di garis depan pendidikan pedalaman Pulau Buru, kedisiplinan dan optimisme terus dipupuk demi melahirkan generasi penerus yang berdaya saing tinggi.
Hal tersebut ditegaskan dalam pelaksanaan apel pagi rutin yang dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SD Negeri 21 Fenaleisela, Ali Nacikit, S.S., di Desa Wasi, Kecamatan Fenaleisela, Kabupaten Buru, pada Selasa (21/7/2026). Apel yang dihadiri oleh seluruh jajaran dewan guru dan para siswa ini menjadi momentum krusial dalam memperkuat komitmen belajar-mengajar di wilayah terpencil.
Dalam amanatnya, Ali Nacikit menginstruksikan seluruh staf pengajar untuk mematuhi mekanisme mendidik yang berkualitas serta berintegritas. Menurutnya, keterbatasan geografis di daerah pedalaman tidak boleh menjadi alasan runtuhnya standar pendidikan.
“Proses belajar-mengajar harus tetap terjaga sesuai mekanisme yang ada. Kita berkewajiban mendidik anak-anak agar memiliki daya saing yang setara dengan sekolah-sekolah lain di Kabupaten Buru. Bekal ilmu dan pengetahuan di jenjang SD adalah fondasi utama sebelum mereka melangkah ke tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP),” tegas Ali Nacikit di hadapan peserta apel.
Tolok Ukur Prestasi dan Kesiapan Ujian
Tidak hanya memberikan arahan kepada jajaran tenaga pendidik, Kepala Sekolah juga membakar semangat para siswa—khususnya murid kelas akhir yang tengah bersiap menghadapi ujian kelulusan dan masa transisi ke jenjang SMP.
Ia mengingatkan bahwa para lulusan SD Negeri 21 Fenaleisela merupakan cerminan sekaligus barometer dari kualitas pendidikan sekolah tersebut di mata masyarakat luas.
“Semangat belajar tidak boleh kendor. Anak-anakku sekalian yang akan menempuh ujian dan melanjutkan ke SMP adalah tolok ukur sekolah ini. Jika kalian lulus dengan nilai yang memuaskan, kita membuktikan bahwa siswa dari daerah pedalaman pun mampu bersaing dan tidak kalah berprestasi dibanding sekolah lain di Pulau Buru,” tambahnya.
Melalui konsistensi disiplin harian seperti apel pagi dan komitmen tinggi dari para tenaga pengajar, SD Negeri 21 Fenaleisela optimistis dapat terus mencetak murid-murid berprestasi yang siap mengukir masa depan cerah, sekaligus mematahkan stigma ketimpangan kualitas pendidikan di daerah terisolasi. (yyt)











