Menu ✖

Dark Mode
Kapolres Buru Bersama Forkopimda Tinjau Langsung Lokasi PETI Gunung Nona BUPATI BURU DIAM, KEBERATAN DIKABULKAN? Kuasa Hukum Gugat Sikap Bungkam, SK Pengakuan AW sebagai Raja Petuanan Kaiely Dipersoalkan! Langkah Nyata Internasionalisasi Kampus, FKB UBSI Bangun Kolaborasi Akademik di Malaysia Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi Bupati, Wakil Bupati, dan Unsur Forkopimda Tinjau Gunung Botak, Awasi Program Penataan dan Pemulihan Pertambangan Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

Buru

LMND Buru Soroti Pemerintah Daerah Utamakan Pendidikan Sebagai Fondasi Kemajuan Daerah Dan Pengembangan Seluruh Potensi Yang Dimiliki

badge-check


					LMND Buru Soroti Pemerintah Daerah Utamakan Pendidikan Sebagai Fondasi Kemajuan Daerah Dan Pengembangan Seluruh Potensi Yang Dimiliki Perbesar

BURU – Pengurus Eksekutif Kabupaten Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) Buru melalui Ketua Umum, Moksen Umasugi, menyampaikan pandangan strategis dan sorotan resmi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Buru. Hal ini disampaikan sehubungan dengan perlunya penataan serta evaluasi menyeluruh terhadap kinerja birokrasi dan arah kebijakan pembangunan daerah.

Secara geografis, Kabupaten Buru terbagi ke dalam 10 kecamatan dan 82 desa yang tersebar luas, mulai dari daerah pesisir hingga kawasan pegunungan. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang besar untuk membangun daerah secara merata. Melihat berbagai dinamika sosial, perubahan situasi serta perkembangan zaman, kebijakan yang dibuat harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat di setiap wilayah. Kami menegaskan bahwa pendidikan wajib ditempatkan sebagai prioritas utama, karena menjadi kunci untuk mengembangkan seluruh potensi yang kita miliki.

PENDIDIKAN SEBAGAI PENGGERAK SUMBER DAYA MANUSIA
Tegas Ketua Umum LMND Buru, Moksen Umasugi

Dengan cakupan wilayah yang luas, Kabupaten Buru memiliki generasi muda yang jumlahnya sangat besar, penuh semangat, berbakti dan memiliki beragam bakat. Namun semua potensi ini tidak akan berkembang secara maksimal jika tidak ditunjang dengan sistem pendidikan yang berkualitas dan merata hingga ke seluruh desa.

Melalui pendidikan yang baik, generasi penerus dibekali ilmu pengetahuan, keterampilan serta cara berpikir yang kritis dan inovatif. Kelak merekalah yang akan menjadi tenaga kerja andal, pemimpin yang berintegritas dan pelaku usaha yang membangun kemajuan daerah kita.

Kami juga menyoroti kondisi guru honorer yang tersebar di seluruh sekolah, bahkan di daerah yang sulit dijangkau. Mereka telah mengabdi bertahun‑tahun mencerdaskan anak bangsa dengan segala keterbatasan yang ada. Namun hingga kini, penghasilan mereka masih jauh dari layak dan kepastian status kepegawaian pun belum jelas. Hal ini tentu memengaruhi semangat kerja serta kualitas pengajaran yang diberikan kepada anak didik.

PENDIDIKAN SEBAGAI PENGELOLA SUMBER DAYA ALAM

Kekayaan alam kita sangat melimpah: tanah yang subur, hasil laut yang beraneka ragam, hutan yang lebat serta kandungan mineral berharga seperti yang ada di kawasan Gunung Botak. Semua ini adalah anugerah yang harus dikelola dengan sebaik‑baiknya untuk kesejahteraan bersama. Namun kekayaan ini tidak akan memberi manfaat berkelanjutan jika hanya diambil hasilnya saja, tanpa adanya perencanaan dan pengelolaan yang tepat.

Di sinilah peran pendidikan menjadi sangat penting. Pendidikan melahirkan sumber daya manusia yang mampu mengolah kekayaan alam secara bijak, menggunakan teknologi yang sesuai serta tetap menjaga kelestarian lingkungan. Sehingga hasilnya dapat dinikmati langsung oleh masyarakat lokal di setiap kecamatan dan desa, bukan hanya dinikmati oleh pihak luar.

EVALUASI KEBIJAKAN DAN PENGGUNAAN ANGGARAN

Menurut Moksen Umasugi, Ketua Umum Eksekutif Kabupaten LMND Buru, masih terdapat program yang dinilai kurang tepat sasaran, salah satunya adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meskipun memiliki tujuan yang baik, dalam pelaksanaannya program ini lebih bersifat seremonial, membebani keuangan daerah dan belum memberikan dampak nyata yang bertahan lama.

Oleh karena itu, kami mendesak agar anggaran yang digunakan untuk program tersebut dialihkan dan diprioritaskan bagi hal‑hal yang lebih mendesak, yaitu:
Pembangunan, perbaikan serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang merata di seluruh 10 kecamatan dan 82 desa
Peningkatan kesejahteraan, penyelenggaraan pelatihan serta kepastian status kepegawaian bagi seluruh guru honorer
Peningkatan kualitas tenaga pendidik dan mutu proses pembelajaran
Pemenuhan serta pemerataan fasilitas kesehatan yang mudah dijangkau oleh seluruh warga
Pengembangan sektor perdagangan, pertanian dan kelautan sebagai penopang utama perekonomian rakyat

“Kita harus sadar sepenuhnya, bahwa kemajuan Kabupaten Buru tidak akan datang dengan sendirinya. Dengan wilayah yang terbagi dalam 10 kecamatan dan 82 desa, pemerataan pembangunan adalah keharusan mutlak. Pendidikan adalah fondasi utama yang menentukan masa depan kita.

Ketika pendidikan terurus dengan baik, maka sumber daya manusia kita akan menjadi unggul dan mampu mengelola kekayaan alam yang kita miliki secara maksimal. Saya tegaskan dengan tegas, anggaran negara adalah uang rakyat yang harus dikembalikan untuk kepentingan rakyat itu sendiri.

Program yang hanya bersifat tampilan semata harus kita tinggalkan. Lebih baik kita membangun dasar yang kuat lewat pendidikan, menyejahterakan para pendidik yang telah berjuang dengan pengorbanan besar, serta membangun fasilitas yang benar‑benar dibutuhkan oleh masyarakat. Dengan begitu, seluruh potensi yang ada di Bumi Rempah ini akan muncul dan menjadikan daerah kita maju, mandiri dan sejahtera baik untuk generasi sekarang maupun generasi mendatang. Inilah wujud pengabdian kita kepada tanah kelahiran,” tegas Moksen Umasugi.

LMND Buru akan terus mengawal setiap kebijakan pembangunan yang diambil oleh pemerintah daerah dan berharap penyesuaian ini segera dilaksanakan demi kemajuan bersama seluruh warga Kabupaten Buru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 Komentar

  1. Leona4364

    https://shorturl.fm/YrVmP

    Reply
It's all shown
Read More

Kapolres Buru Bersama Forkopimda Tinjau Langsung Lokasi PETI Gunung Nona

26 October 2026 - 10:26 WIB

BUPATI BURU DIAM, KEBERATAN DIKABULKAN? Kuasa Hukum Gugat Sikap Bungkam, SK Pengakuan AW sebagai Raja Petuanan Kaiely Dipersoalkan!

25 October 2026 - 23:34 WIB

Bupati, Wakil Bupati, dan Unsur Forkopimda Tinjau Gunung Botak, Awasi Program Penataan dan Pemulihan Pertambangan

17 October 2026 - 07:56 WIB

Kapolres Buru Gelar Jumat Keliling di Masjid An-Nur Jikumerasa, Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas dan Manfaatkan Layanan 110

16 October 2026 - 14:13 WIB

HUT ke-27 Kabupaten Buru taksekadar sermoni, Dorong Pengembangan Ek

14 October 2026 - 03:39 WIB

Trending on Buru