Menu

Dark Mode
Diduga Diberhentikan Sepihak, Mantan Bendahara Desa Waigeren Tuntut Hak Gaji yang Ditahan BPI KPNPA RI Desak Kejari Bogor Bergerak Lebih Cepat: Jangan Biarkan Aktor Intelektual Kasus RSUD Parung Lolos dari Jerat Hukum Biarkan Eksavator Beroperasi di Tambang Gunung Nona dan Sungai Waemkedan, GMPRI Kecam Kapolres Buru Skandal RSUD Parung: BPI KPNPA RI Desak Kejagung Ambil Alih Jika Penanganan Perkara Tidak Menyentuh Aktor Utama BPI KPNPA RI Minta Kasus RSUD Parung Diusut Tuntas: Jangan Berbelit, Bongkar Semua Nama yang Terlibat! Menembus Keterbatasan di Pedalaman Buru: Semangat Disiplin dan Target Daya Saing SD Negeri 21 Fenaleisela

Jakarta

Mentan Andi Amran Sulaiman: Stok Beras Nasional Aman Hingga 324 Hari ke Depan

badge-check


					Mentan Andi Amran Sulaiman: Stok Beras Nasional Aman Hingga 324 Hari ke Depan Perbesar

JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kondisi pangan nasional saat ini berada dalam situasi aman dan terkendali.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah dinamika geopolitik global serta potensi ancaman iklim seperti El Nino dan kekeringan yang berpotensi memengaruhi produksi pangan.

Berdasarkan data hingga Maret 2026, pemerintah memastikan stok pangan nasional, terutama beras, masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam waktu yang cukup panjang.

“Ketersediaan pangan kita sangat aman. Stok beras nasional diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hingga 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan,” kata Amran dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Ia menjelaskan, total ketersediaan beras nasional saat ini mencapai sekitar 27,99 juta ton.

Jumlah tersebut berasal dari beberapa sumber utama cadangan pangan nasional.

Stok beras nasional mencapai 27,99 juta ton dan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga hampir 11 bulan ke depan.

Stok yang dikelola oleh Perum BULOG tercatat sekitar 3,76 juta ton.

Sementara itu, cadangan beras yang berada di masyarakat diperkirakan mencapai 12,50 juta ton.

Selain itu, terdapat potensi produksi dari padi siap panen atau standing crop yang diperkirakan mencapai sekitar 11,73 juta ton.

Angka tersebut menjadi tambahan penting dalam menjaga stabilitas pasokan beras nasional.

Produksi beras nasional juga menunjukkan tren yang cukup menggembirakan pada awal tahun ini.

Selama periode Januari hingga Mei 2026, produksi diperkirakan mencapai sekitar 16,92 juta ton.

Dalam periode tersebut, rata-rata produksi bulanan berada pada kisaran 2,6 juta hingga 5,7 juta ton.

Angka ini bahkan melampaui kebutuhan konsumsi beras nasional yang rata-rata sekitar 2,59 juta ton per bulan.

“Tiap bulan kita produksi sekitar 2,6 sampai 5,7 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional hanya sekitar 2,59 juta ton. Artinya kondisi pangan kita aman,” jelas Amran.

Seiring meningkatnya produksi, stok cadangan pemerintah yang dikelola oleh BULOG juga terus bertambah.

Saat ini stok yang tersimpan di gudang BULOG telah mencapai sekitar 3,7 juta ton.

Pemerintah memperkirakan jumlah tersebut masih akan terus meningkat dalam waktu dekat.

Hal ini dipicu oleh masuknya hasil panen raya dari berbagai wilayah sentra produksi padi di Indonesia.

“Kami perkirakan dalam dua bulan ke depan stok BULOG dapat menembus angka 5 juta ton,” ujar Amran.

Menurutnya, peningkatan cadangan tersebut akan semakin memperkuat ketahanan pangan nasional.

Cadangan pemerintah juga menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas harga beras di pasar.

Antisipasi Potensi Kekeringan

Selain memastikan ketersediaan stok pangan, pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi potensi kekeringan akibat perubahan iklim.

Salah satu strategi yang dilakukan adalah program pompanisasi untuk mengalirkan air ke lahan pertanian saat musim kering.

Program ini sebelumnya telah diterapkan pada sekitar 1,2 juta hektare lahan pertanian.

Pada tahun ini pemerintah berencana menambah cakupan program tersebut hingga 1 juta hektare lahan tambahan.

“Potensi kekeringan sudah kita antisipasi sejak awal melalui pompanisasi. Tahun lalu 1,2 juta hektare dan tahun ini kita tambah lagi 1 juta hektare,” kata Amran.

Pemerintah juga memastikan bahwa pasokan pupuk bagi petani berada dalam kondisi aman.

Bahkan, harga pupuk dilaporkan mengalami penurunan sekitar 20 persen.

Menurut Amran, kondisi tersebut menjadi dorongan positif bagi petani untuk terus meningkatkan aktivitas tanam.

Selain itu, optimalisasi lahan rawa yang telah direhabilitasi juga menjadi salah satu strategi penting pemerintah.

Lahan tersebut dinilai tetap produktif meskipun terjadi keterbatasan pasokan air di daerah lain.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis produksi pangan nasional tetap terjaga.

“Insyaallah pangan kita aman. Produksi kuat, stok cukup, dan langkah antisipasi sudah kita lakukan,” tutup Amran. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Skandal RSUD Parung: BPI KPNPA RI Desak Kejagung Ambil Alih Jika Penanganan Perkara Tidak Menyentuh Aktor Utama

23 July 2026 - 02:40 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Antar Kabupaten Bogor Raih Warta Kota Award 2026 atas Program Penciptaan Lapangan Kerja dan UMKM

6 July 2026 - 12:11 WIB

Wali Nagari Situmbuk Ikuti Program “Kepala Desa Masuk Kampus” di UI, Perkuat Kepemimpinan dan Inovasi Nagari

3 July 2026 - 09:07 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Raih Disway Top Regional Leader Awards 2026, Diakui Sukses Bangun Infrastruktur dan Konektivitas Daerah

11 June 2026 - 16:18 WIB

Diduga Sebarkan Isu Hoaks, Wakil Ketua KNPI BURU Sutrisno Buru MENEKAN Segera Pulihkan Nama Baik RM. AYAH ATAS

8 May 2026 - 15:55 WIB

Trending on Jakarta