Menu ✖

Dark Mode
Kapolres Buru Bersama Forkopimda Tinjau Langsung Lokasi PETI Gunung Nona BUPATI BURU DIAM, KEBERATAN DIKABULKAN? Kuasa Hukum Gugat Sikap Bungkam, SK Pengakuan AW sebagai Raja Petuanan Kaiely Dipersoalkan! Langkah Nyata Internasionalisasi Kampus, FKB UBSI Bangun Kolaborasi Akademik di Malaysia Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi Bupati, Wakil Bupati, dan Unsur Forkopimda Tinjau Gunung Botak, Awasi Program Penataan dan Pemulihan Pertambangan Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

Bogor

Yustina Ogoney Mendesak Kepolisian Usut Tuntas Kasus Kekerasan Terhadap Direktur LSM Panah Papua

badge-check


					Yustina Ogoney Mendesak Kepolisian Usut Tuntas Kasus Kekerasan Terhadap Direktur LSM Panah Papua Perbesar

SAHABAT PEMDA | TELUK BINTUNI – Sulfianto Alias, Direktur LSM Panah Papua, menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok orang di kawasan Kalitubi, Teluk Bintuni, Papua Barat, pada Jumat, tgl (20/12/2024) dini hari. Insiden ini mengakibatkan luka serius di sekujur tubuh korban, termasuk luka sobek di kepala, memar di wajah, dan bengkak di perut serta punggung.

Menurut laporan polisi nomor LP/ B/246/XII/2024/SPKT/Polres Teluk Bintuni/Polda Papua Barat, insiden bermula saat Sulfianto meninggalkan Kafe Cendrawasih usai minum-minum. Saat berjalan keluar, ia mendengar teriakan dari seorang tak dikenal yang kemudian mengejarnya. Sulfianto sempat berlari ke halaman belakang kafe, namun ia dipukul di wajah dan ditendang di paha oleh dua pelaku.

Korban mencoba berlindung di kamar mandi kafe, tetapi para pelaku berhasil mendobrak pintu dan terus melakukan penganiayaan. “Mereka memukul wajah, kepala, perut, dan pinggang saya. Bahkan ada yang menggunakan batu dan kayu,” ungkap Sulfianto ketika melaporkan kejadian ini.

Selain itu, salah seorang pelaku sempat mengaku sebagai oknum polisi selama aksi pengeroyokan berlangsung. Korban kemudian dibawa ke sebuah rumah bernama Tongkonan, di mana penganiayaan berlanjut hingga ponselnya dirampas dan dibuang ke semak-semak.

Insiden ini menuai kecaman keras dari Ketua Pemuda Katolik Komda Papua Barat, Yustina Ogoney, SE.MM. Dalam pernyataannya, Yustina mengutuk tindakan kekerasan tersebut dan meminta Kapolri, melalui Kapolda Papua Barat dan Kapolres Teluk Bintuni, untuk menindak tegas para pelaku.

“Sebagai perempuan asli Suku Moskona, saya dengan tegas menolak segala bentuk gaya premanisme, intimidasi, dan kekerasan, terutama terhadap aktivis lingkungan seperti saudara Sulfianto Alias,” ujarnya.jumat, tgl (20/12/2024).

Yustina menyoroti bahwa kekerasan tidak dapat dibenarkan, terlebih di Tanah Papua Barat yang kerap menghadapi berbagai persoalan terkait keamanan. “Kita harus menjaga perdamaian di tengah masyarakat. Premanisme hanya akan memperburuk situasi yang sudah kompleks,” tambahnya.

Ia juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera menyelesaikan kasus ini agar tidak memicu dampak lebih luas. “Kami berharap perhatian serius dari pihak berwenang untuk mengungkap pelaku dan memberikan keadilan kepada korban,” pungkasnya.

Yustina berharap para pelaku kekerasan dapat Mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Sebab kasus ini menjadi pengingat pentingnya penegakan hukum di Papua Barat, khususnya dalam menangani tindakan kekerasan dan premanisme.

“Dukungan masyarakat, bersama dengan tindakan tegas aparat keamanan, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan harmonis di Tanah Papua,” tegasnya. (Juli)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi

19 October 2026 - 07:17 WIB

Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

16 October 2026 - 23:35 WIB

Warga Kelurahan Tengah Pertanyakan Realisasi Drainase Musrenbang 2025 dan Hadiah Kelurahan Terbaik Kabupaten Bogor

16 October 2026 - 02:04 WIB

Betonisasi Jalan Desa Ligarmukti Rp144,6 Juta Disorot, Retakan Bermunculan, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi?

15 October 2026 - 14:39 WIB

Reses di Cigudeg, Sastra Winara Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan Kabupaten Bogor

13 October 2026 - 14:03 WIB

Trending on Bogor