TANGERANG – Dalam rangka memperkuat kompetensi komunikasi para kadernya, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Neglasari sukses menyelenggarakan Pelatihan Public Speaking pada Sabtu, 11 April 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat di Aula Kecamatan Ciledug ini menghadirkan narasumber pakar, Galih Geraldi Primayana, yang merupakan seorang Dosen Ilmu Komunikasi.
Pelatihan ini diikuti oleh PAC dan perwakilan Pimpinan Ranting Fatayat NU se-Kecamatan Neglasari. Pemilihan materi public speaking dianggap krusial sebagai instrumen utama dalam menjalankan roda organisasi, berdakwah, hingga melakukan advokasi sosial di tengah masyarakat.
Ketua PAC Fatayat NU Neglasari, [Sebutkan Nama Ketua], menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas SDM merupakan prioritas utama organisasi tahun ini.
“Kami bersyukur pelatihan pada 11 April ini dapat terlaksana dengan baik di Aula Kecamatan Ciledug. Menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi seperti Bapak Galih adalah upaya kami agar para kader mendapatkan ilmu komunikasi yang aplikatif namun tetap memiliki dasar keilmuan yang kuat,” ujarnya.
Dalam sesi materinya, Galih Geraldi Primayana memaparkan strategi menyusun pesan yang persuasif serta teknik penguasaan panggung. Sebagai dosen di bidang ilmu komunikasi, beliau menekankan bahwa keberanian berbicara harus dibarengi dengan etika dan akurasi informasi.
“Kader Fatayat memiliki potensi besar sebagai tokoh penggerak di masyarakat. Kuncinya adalah bagaimana mengubah rasa gugup menjadi energi positif dan memastikan pesan yang disampaikan dapat menyentuh hati serta logika audiens,” tutur Galih di hadapan para peserta.
Selain mendapatkan pemaparan teori, para peserta juga mengikuti sesi praktik langsung (workshop) untuk mengasah kemampuan moderasi rapat dan pidato singkat. Antusiasme tinggi terlihat saat para kader secara bergantian melakukan simulasi dan menerima masukan langsung dari narasumber.
Dengan diselenggaranya pelatihan ini, PAC Fatayat NU Neglasari berharap munculnya wajah-wajah baru orator perempuan dari Neglasari yang mampu tampil percaya diri di berbagai forum, baik di tingkat lokal maupun nasional, guna membawa syiar Islam yang ramah dan nilai-nilai keperempuanan yang berdaya. (***)











