Menu

Dark Mode
OPINI : Ketika Gas 3 Kg Menjadi Barang Mewah bagi Warga Kolaka Nurjannah Rahawarin Tegaskan Aksi Jilid II LMND, Desak APH Usut Dugaan Penyalahgunaan Anggaran KTM Rp28 Miliar Viral di Media Sosial, Bupati Buru Gunakan Dana Pribadi Tambal Jalan Berlubang MCW Desak KPK dan Kejagung Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada Buru Rp33 Miliar Polres Buru Tegaskan Tidak Ada Barang Bukti 80 Gram dalam Kasus Saleh Tan Rudy Susmanto Kembali Antar Pemkab Bogor Raih WTP, Komitmen Tata Kelola Bersih Makin Kuat

International

Sikap Tegas Indonesia atas Konflik Lebanon Selatan

badge-check


					Sikap Tegas Indonesia atas Konflik Lebanon Selatan Perbesar

SAHABAT PEMDA | JAKARTA – Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan kecaman keras terhadap serangan Israel di Lebanon selatan.
Hal ini disampaikan dalam keterangan resmi yang dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Serangan tersebut dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.
Selain itu, tindakan ini juga bertentangan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 (2006).

Indonesia mengimbau seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon.
Penghentian serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur menjadi hal yang mendesak.

Dalam pernyataan resminya, pemerintah juga mendorong jalur dialog dan diplomasi.
Langkah ini penting guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan.

Indonesia menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan di Lebanon.
Situasi tersebut mencakup Beirut hingga garis demarkasi Blue Line di selatan.

Masih dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia,
serangan terhadap pos UNIFIL menyebabkan sejumlah personel penjaga perdamaian terluka.

Pemerintah menegaskan bahwa seluruh pihak wajib mematuhi hukum internasional.
Perlindungan terhadap personel dan aset Perserikatan Bangsa-Bangsa harus dijamin.

Indonesia terus memantau perkembangan situasi secara intensif dan berkelanjutan.
Pengawasan ini mencakup dampak terhadap Kontingen Garuda yang bertugas di UNIFIL.

Keselamatan pasukan pemelihara perdamaian Indonesia menjadi prioritas utama pemerintah.
Langkah antisipatif terus dilakukan dalam menghadapi situasi yang berkembang.

Pemerintah juga memberikan apresiasi atas dedikasi Kontingen Garuda.
Profesionalisme mereka dinilai penting dalam menjaga stabilitas Lebanon selatan.

Di akhir pernyataan, sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia,
pemerintah berharap seluruh personel Kontingen Garuda senantiasa dalam kondisi aman.

“Pemerintah Republik Indonesia mengecam keras serangan Israel di Lebanon selatan sebagai pelanggaran serius hukum internasional, serta menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan personel PBB, sembari mendorong penyelesaian melalui diplomasi guna menjaga perdamaian kawasan.” (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Diduga Sebarkan Isu Hoaks, Wakil Ketua KNPI BURU Sutrisno Buru MENEKAN Segera Pulihkan Nama Baik RM. AYAH ATAS

8 May 2026 - 15:55 WIB

Aksi Solidaritas untuk Vanessa Digelar di Mabes Polri, Desak Penangguhan Penahanan dan Gelar Perkara Khusus

1 April 2026 - 10:32 WIB

Viral Serangan Personal di Media Sosial, Rizwan Riswanto Tempuh Jalur Hukum, Publik Desak Mabes Polri Bertindak Tegas dan Tuntas

29 March 2026 - 11:39 WIB

Imbauan Polri Usai Shalat Idul Fitri 1447 H: Waspada Arus Balik dan Kepadatan Lalu Lintas

22 March 2026 - 14:17 WIB

Kasad Tegaskan Kenaikan Pangkat Pati TNI AD Harus Sejalan dengan Profesionalisme

22 March 2026 - 01:02 WIB

Kenaikan Pangkat Pati TNI AD
Trending on Jakarta