Menu

Dark Mode
Diduga Diberhentikan Sepihak, Mantan Bendahara Desa Waigeren Tuntut Hak Gaji yang Ditahan BPI KPNPA RI Desak Kejari Bogor Bergerak Lebih Cepat: Jangan Biarkan Aktor Intelektual Kasus RSUD Parung Lolos dari Jerat Hukum Biarkan Eksavator Beroperasi di Tambang Gunung Nona dan Sungai Waemkedan, GMPRI Kecam Kapolres Buru Skandal RSUD Parung: BPI KPNPA RI Desak Kejagung Ambil Alih Jika Penanganan Perkara Tidak Menyentuh Aktor Utama BPI KPNPA RI Minta Kasus RSUD Parung Diusut Tuntas: Jangan Berbelit, Bongkar Semua Nama yang Terlibat! Menembus Keterbatasan di Pedalaman Buru: Semangat Disiplin dan Target Daya Saing SD Negeri 21 Fenaleisela

International

Sikap Tegas Indonesia atas Konflik Lebanon Selatan

badge-check


					Sikap Tegas Indonesia atas Konflik Lebanon Selatan Perbesar

SAHABAT PEMDA | JAKARTA – Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan kecaman keras terhadap serangan Israel di Lebanon selatan.
Hal ini disampaikan dalam keterangan resmi yang dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Serangan tersebut dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.
Selain itu, tindakan ini juga bertentangan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 (2006).

Indonesia mengimbau seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon.
Penghentian serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur menjadi hal yang mendesak.

Dalam pernyataan resminya, pemerintah juga mendorong jalur dialog dan diplomasi.
Langkah ini penting guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan.

Indonesia menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan di Lebanon.
Situasi tersebut mencakup Beirut hingga garis demarkasi Blue Line di selatan.

Masih dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia,
serangan terhadap pos UNIFIL menyebabkan sejumlah personel penjaga perdamaian terluka.

Pemerintah menegaskan bahwa seluruh pihak wajib mematuhi hukum internasional.
Perlindungan terhadap personel dan aset Perserikatan Bangsa-Bangsa harus dijamin.

Indonesia terus memantau perkembangan situasi secara intensif dan berkelanjutan.
Pengawasan ini mencakup dampak terhadap Kontingen Garuda yang bertugas di UNIFIL.

Keselamatan pasukan pemelihara perdamaian Indonesia menjadi prioritas utama pemerintah.
Langkah antisipatif terus dilakukan dalam menghadapi situasi yang berkembang.

Pemerintah juga memberikan apresiasi atas dedikasi Kontingen Garuda.
Profesionalisme mereka dinilai penting dalam menjaga stabilitas Lebanon selatan.

Di akhir pernyataan, sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia,
pemerintah berharap seluruh personel Kontingen Garuda senantiasa dalam kondisi aman.

“Pemerintah Republik Indonesia mengecam keras serangan Israel di Lebanon selatan sebagai pelanggaran serius hukum internasional, serta menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan personel PBB, sembari mendorong penyelesaian melalui diplomasi guna menjaga perdamaian kawasan.” (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Skandal RSUD Parung: BPI KPNPA RI Desak Kejagung Ambil Alih Jika Penanganan Perkara Tidak Menyentuh Aktor Utama

23 July 2026 - 02:40 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Antar Kabupaten Bogor Raih Warta Kota Award 2026 atas Program Penciptaan Lapangan Kerja dan UMKM

6 July 2026 - 12:11 WIB

Wali Nagari Situmbuk Ikuti Program “Kepala Desa Masuk Kampus” di UI, Perkuat Kepemimpinan dan Inovasi Nagari

3 July 2026 - 09:07 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Raih Disway Top Regional Leader Awards 2026, Diakui Sukses Bangun Infrastruktur dan Konektivitas Daerah

11 June 2026 - 16:18 WIB

Diduga Sebarkan Isu Hoaks, Wakil Ketua KNPI BURU Sutrisno Buru MENEKAN Segera Pulihkan Nama Baik RM. AYAH ATAS

8 May 2026 - 15:55 WIB

Trending on Jakarta