Menu

Dark Mode
Diduga Diberhentikan Sepihak, Mantan Bendahara Desa Waigeren Tuntut Hak Gaji yang Ditahan BPI KPNPA RI Desak Kejari Bogor Bergerak Lebih Cepat: Jangan Biarkan Aktor Intelektual Kasus RSUD Parung Lolos dari Jerat Hukum Biarkan Eksavator Beroperasi di Tambang Gunung Nona dan Sungai Waemkedan, GMPRI Kecam Kapolres Buru Skandal RSUD Parung: BPI KPNPA RI Desak Kejagung Ambil Alih Jika Penanganan Perkara Tidak Menyentuh Aktor Utama BPI KPNPA RI Minta Kasus RSUD Parung Diusut Tuntas: Jangan Berbelit, Bongkar Semua Nama yang Terlibat! Menembus Keterbatasan di Pedalaman Buru: Semangat Disiplin dan Target Daya Saing SD Negeri 21 Fenaleisela

Bogor

Sekda Bogor Jadi Juru Bicara Bupati, LSM Orbit Nusantara: Aneh dan Tidak Etis

badge-check


					Sekda Bogor Jadi Juru Bicara Bupati, LSM Orbit Nusantara: Aneh dan Tidak Etis Perbesar

BOGOR | SAHABAT PEMDA – Ketua LSM Orbit Nusantara, H. Amirulloh, menyoroti pernyataan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, terkait adanya pencatutan nama Bupati Bogor dalam urusan pertanahan di Desa Cipelang.

Menurut Amirulloh, pernyataan Ajat justru menimbulkan tanda tanya besar. Sebab, seakan-akan Sekda berperan sebagai juru bicara pribadi Bupati Bogor, padahal dalam persoalan sensitif seperti pencatutan nama, semestinya Bupati sendiri yang menyampaikan klarifikasi secara langsung kepada publik.

“Kenapa justru Sekda yang tampil membantah dan menjelaskan panjang lebar? Ini membuat publik menilai seakan-akan Sekda menjadi corong resmi Bupati dalam kasus ini. Padahal yang dicatut namanya adalah Bupati, bukan Sekda,” tegas Amirulloh, Selasa (23/9/2025).

Ia menilai, klarifikasi yang terlalu jauh oleh Sekda bisa memunculkan kesan bahwa Bupati Bogor menghindar dari persoalan serius.

Lebih lanjut, Amirulloh menegaskan, posisi Sekda adalah aparatur sipil negara (ASN) yang tugas utamanya menjalankan roda birokrasi, bukan membela atau menjadi tameng bagi kepala daerah.

“Sekda itu jabatan teknis dan administratif. Kalau sudah masuk ranah politik pencatutan nama, apalagi menyangkut integritas Bupati, seharusnya Bupati sendiri yang bicara, bukan diwakilkan,” imbuhnya.

Amirulloh pun meminta agar Bupati Bogor turun langsung memberikan klarifikasi secara terbuka. Hal ini penting agar masyarakat mendapat kepastian dan tidak menimbulkan spekulasi liar yang bisa merugikan citra pemerintah daerah.

“Kalau memang tidak pernah ditelepon dan tidak mengenal pihak yang mengaku-ngaku itu, Bupati harus tegas bicara di depan publik. Jangan berlindung di balik Sekda,” tutupnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

BPI KPNPA RI Desak Kejari Bogor Bergerak Lebih Cepat: Jangan Biarkan Aktor Intelektual Kasus RSUD Parung Lolos dari Jerat Hukum

24 July 2026 - 02:04 WIB

BPI KPNPA RI Minta Kasus RSUD Parung Diusut Tuntas: Jangan Berbelit, Bongkar Semua Nama yang Terlibat!

22 July 2026 - 01:49 WIB

Pererat Tali Silaturahmi, Keluarga Besar H. Sangkuh Waji dan H. Mujiono Gelar Arisan Keluarga di Wisma Lokawiratama

19 July 2026 - 15:44 WIB

Rudy Susmanto dan Kemensos RI Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Jasinga, Pendidikan Gratis Berasrama Segera Hadir

13 July 2026 - 11:34 WIB

Atas Arahan Bupati Rudy Susmanto, Pemkab Bogor Kerahkan Alat Berat Angkut 60 Truk Sampah Penyumbat Kali Baru

10 July 2026 - 01:41 WIB

Trending on Bogor