Menu

Dark Mode
BPI KPNPA RI Kabupaten Bogor Mengucapkan Selamat Atas Kelulusan Tamtama Prada Firmansyah Simanjuntak Dugaan Penunjukan Plt Kasubag Kemenag Kabupaten Bogor Tak Sesuai Ketentuan, BPI: Jangan Cederai Sistem Merit ASN Mahmud Hentihu Laporkan Ibrahim Wael ke Polres Buru, Rustam: Kami Akan Kawal Proses Hukumnya Dugaan Pengadaan Desa Tak Sesuai Perbup 116, BPI KPNPA RI Bogor Desak Pemeriksaan Kegiatan DDN dan FSL Ahli Waris dan Masyarakat Adat Serahkan Dukungan Hak Ulayat kepada Koperasi PTB, Rencana Pengelolaan Gunung Botak Menguat Dugaan Mafia Tanah PTSL Bojonggede 2019 Bergulir, Polda Metro Periksa Sekitar 50 Orang

Bogor

Sekda Bogor Jadi Juru Bicara Bupati, LSM Orbit Nusantara: Aneh dan Tidak Etis

badge-check


					Sekda Bogor Jadi Juru Bicara Bupati, LSM Orbit Nusantara: Aneh dan Tidak Etis Perbesar

BOGOR | SAHABAT PEMDA – Ketua LSM Orbit Nusantara, H. Amirulloh, menyoroti pernyataan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, terkait adanya pencatutan nama Bupati Bogor dalam urusan pertanahan di Desa Cipelang.

Menurut Amirulloh, pernyataan Ajat justru menimbulkan tanda tanya besar. Sebab, seakan-akan Sekda berperan sebagai juru bicara pribadi Bupati Bogor, padahal dalam persoalan sensitif seperti pencatutan nama, semestinya Bupati sendiri yang menyampaikan klarifikasi secara langsung kepada publik.

“Kenapa justru Sekda yang tampil membantah dan menjelaskan panjang lebar? Ini membuat publik menilai seakan-akan Sekda menjadi corong resmi Bupati dalam kasus ini. Padahal yang dicatut namanya adalah Bupati, bukan Sekda,” tegas Amirulloh, Selasa (23/9/2025).

Ia menilai, klarifikasi yang terlalu jauh oleh Sekda bisa memunculkan kesan bahwa Bupati Bogor menghindar dari persoalan serius.

Lebih lanjut, Amirulloh menegaskan, posisi Sekda adalah aparatur sipil negara (ASN) yang tugas utamanya menjalankan roda birokrasi, bukan membela atau menjadi tameng bagi kepala daerah.

“Sekda itu jabatan teknis dan administratif. Kalau sudah masuk ranah politik pencatutan nama, apalagi menyangkut integritas Bupati, seharusnya Bupati sendiri yang bicara, bukan diwakilkan,” imbuhnya.

Amirulloh pun meminta agar Bupati Bogor turun langsung memberikan klarifikasi secara terbuka. Hal ini penting agar masyarakat mendapat kepastian dan tidak menimbulkan spekulasi liar yang bisa merugikan citra pemerintah daerah.

“Kalau memang tidak pernah ditelepon dan tidak mengenal pihak yang mengaku-ngaku itu, Bupati harus tegas bicara di depan publik. Jangan berlindung di balik Sekda,” tutupnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

BPI KPNPA RI Kabupaten Bogor Mengucapkan Selamat Atas Kelulusan Tamtama Prada Firmansyah Simanjuntak

11 September 2026 - 23:51 WIB

Dugaan Penunjukan Plt Kasubag Kemenag Kabupaten Bogor Tak Sesuai Ketentuan, BPI: Jangan Cederai Sistem Merit ASN

10 September 2026 - 12:37 WIB

Dugaan Pengadaan Desa Tak Sesuai Perbup 116, BPI KPNPA RI Bogor Desak Pemeriksaan Kegiatan DDN dan FSL

10 September 2026 - 05:05 WIB

Ahli Waris dan Masyarakat Adat Serahkan Dukungan Hak Ulayat kepada Koperasi PTB, Rencana Pengelolaan Gunung Botak Menguat

9 September 2026 - 13:14 WIB

Dugaan Mafia Tanah PTSL Bojonggede 2019 Bergulir, Polda Metro Periksa Sekitar 50 Orang

9 September 2026 - 09:52 WIB

Trending on Bogor