Menu ✖

Dark Mode
Kapolres Buru Bersama Forkopimda Tinjau Langsung Lokasi PETI Gunung Nona BUPATI BURU DIAM, KEBERATAN DIKABULKAN? Kuasa Hukum Gugat Sikap Bungkam, SK Pengakuan AW sebagai Raja Petuanan Kaiely Dipersoalkan! Langkah Nyata Internasionalisasi Kampus, FKB UBSI Bangun Kolaborasi Akademik di Malaysia Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi Bupati, Wakil Bupati, dan Unsur Forkopimda Tinjau Gunung Botak, Awasi Program Penataan dan Pemulihan Pertambangan Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

Bogor

Rudy Susmanto Apresiasi Taman Safari, Baby Rio Jadi Panda Pertama yang Lahir di Indonesia

badge-check


					Rudy Susmanto Apresiasi Taman Safari, Baby Rio Jadi Panda Pertama yang Lahir di Indonesia Perbesar

CISARUA – Kabupaten Bogor mencatat sejarah penting di bidang konservasi satwa liar internasional. Seekor bayi giant panda bernama Satrio Wiratama atau yang akrab disapa Baby Rio resmi menjadi panda pertama yang lahir di Indonesia. Kelahiran tersebut terjadi pada 27 November 2025 di Istana Panda Indonesia, Taman Safari Indonesia, Cisarua, Kabupaten Bogor.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan rasa bangga dan kehormatan atas keberhasilan Taman Safari Indonesia dalam mengembangbiakkan giant panda melalui kerjasama konservasi dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Hal tersebut disampaikan saat mengunjungi Istana Panda Raksasa, Taman Safari Indonesia, Selasa (9/6).

“Taman Safari Indonesia merupakan kebanggaan bagi Kabupaten Bogor. Kami merasa terhormat karena Taman Safari Indonesia di Kabupaten Bogor dapat bekerja sama dengan Republik Rakyat Tiongkok dalam program konservasi giant panda,” ujar Rudy Susmanto.

Menurutnya, kelahiran Baby Rio menjadi momen bersejarah karena merupakan panda pertama yang lahir di Indonesia sekaligus satu-satunya panda yang lahir di luar RRT pada tahun 2025.

“Ini menjadi sebuah kebanggaan dan kehormatan bagi kami. Panda tersebut merupakan panda pertama yang lahir di Indonesia, sekaligus satu-satunya panda yang lahir di luar RRT pada tahun 2025. Ini menjadi catatan sejarah baru dan mudah-mudahan dapat menjadi jembatan penghubung yang semakin mempererat komunikasi serta hubungan antarnegara, antara Indonesia dan RRT,” katanya.

Rudy juga mengungkapkan bahwa kerja sama antara Taman Safari Indonesia dan Tiongkok tidak hanya terbatas pada konservasi panda, tetapi juga berkembang ke berbagai bidang lain, termasuk kesehatan hewan.

Bahkan dalam proses kelahiran Baby Rio, Taman Safari Indonesia mendatangkan tenaga ahli dan perawat satwa dari Tiongkok untuk memastikan kondisi induk dan anak panda tetap sehat serta mendapatkan penanganan terbaik.

“Karena panda ini bukan sekadar satwa konservasi, melainkan juga simbol hubungan persahabatan dan diplomasi yang baik antara Indonesia dan RRT,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Operasional Taman Safari Indonesia, Ester, mengatakan bahwa kelahiran Baby Rio bukanlah akhir dari sebuah pencapaian, melainkan awal dari kerja sama konservasi yang lebih luas dan berkelanjutan.

“Bagi kami, kelahiran Baby Rio bukanlah akhir dari sebuah kisah sukses, melainkan awal dari kerja sama yang lebih luas dan bermakna. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat terus mempromosikan konservasi satwa liar, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian alam, serta memperkuat kerjasama konservasi internasional yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ester menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Tiongkok, khususnya China Wildlife Conservation Association (CWCA) dan China Conservation and Research Center for the Giant Panda (CCRCGP), yang telah memberikan pendampingan, penelitian, serta bantuan teknis hingga berhasil melahirkan Baby Rio di Indonesia.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Kehutanan, atas dukungan dan komitmennya dalam mendukung konservasi satwa liar dan kerja sama internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Ester mengungkapkan rasa bangga karena Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berkenan memberikan nama Satrio Wiratama kepada bayi panda tersebut.

Menurutnya, nama Satrio Wiratama mencerminkan semangat perjuangan, keberanian, kemuliaan, dan budi luhur, sekaligus menjadi simbol persahabatan yang erat dan harmonis antara Indonesia dan Tiongkok.

Ester juga memberikan penghormatan kepada para pendiri Taman Safari Indonesia yang telah mewujudkan mimpi besar konservasi satwa liar hingga lahirnya Istana Panda Indonesia sebagai fasilitas konservasi berstandar internasional.

“Yang kita saksikan hari ini merupakan buah dari sebuah mimpi besar yang diperjuangkan selama bertahun-tahun, melewati berbagai tantangan dan perjalanan panjang hingga akhirnya dapat terwujud,” katanya.

Kelahiran Baby Rio tidak hanya menjadi tonggak sejarah bagi dunia konservasi Indonesia, tetapi juga memperkuat posisi Kabupaten Bogor sebagai pusat konservasi satwa internasional sekaligus simbol eratnya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok.(DISKOMINFO KABUPATEN BOGOR/***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi

19 October 2026 - 07:17 WIB

Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

16 October 2026 - 23:35 WIB

Warga Kelurahan Tengah Pertanyakan Realisasi Drainase Musrenbang 2025 dan Hadiah Kelurahan Terbaik Kabupaten Bogor

16 October 2026 - 02:04 WIB

Betonisasi Jalan Desa Ligarmukti Rp144,6 Juta Disorot, Retakan Bermunculan, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi?

15 October 2026 - 14:39 WIB

Reses di Cigudeg, Sastra Winara Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan Kabupaten Bogor

13 October 2026 - 14:03 WIB

Trending on Bogor