Menu

Dark Mode
Diduga Diberhentikan Sepihak, Mantan Bendahara Desa Waigeren Tuntut Hak Gaji yang Ditahan BPI KPNPA RI Desak Kejari Bogor Bergerak Lebih Cepat: Jangan Biarkan Aktor Intelektual Kasus RSUD Parung Lolos dari Jerat Hukum Biarkan Eksavator Beroperasi di Tambang Gunung Nona dan Sungai Waemkedan, GMPRI Kecam Kapolres Buru Skandal RSUD Parung: BPI KPNPA RI Desak Kejagung Ambil Alih Jika Penanganan Perkara Tidak Menyentuh Aktor Utama BPI KPNPA RI Minta Kasus RSUD Parung Diusut Tuntas: Jangan Berbelit, Bongkar Semua Nama yang Terlibat! Menembus Keterbatasan di Pedalaman Buru: Semangat Disiplin dan Target Daya Saing SD Negeri 21 Fenaleisela

Bogor

Ratusan Petani Demo PT. Halizano Di Desa Cipelang

badge-check


					Ratusan Petani Demo PT. Halizano Di Desa Cipelang Perbesar

CIJERUK | SAHABAT PEMDA – Ratusan petani penggarap yang tergabung dalam Himpunan Petani Peternak Milenial Indonesia HPPMI) kabupaten Bogor di Desa Cipelang Kecamatan Cijeruk, melakukan aksi demonstrasi di atas lahan PT. Halizano Wistara Persada, mereka nuntut keadilan kepada pemerintah. Kisruh tersebut berawal, dari pihak perusahaan setelah bertahun tahun menelantarkan lahan tersebut. Tiba tiba memasang plang diatas lahan para petani dan menjual lahan tersebut dengan mengeluarkan Surat Pelepasan Hak (SPH) kepada orang orang berduit.

Aksi protes ratusan Petani tersebut, menggunakan sejumlah kendaraan roda empat dan roda dua. Mereka, melakukan orasi di dilokasi lahan yang dipasang Plang oleh perusahan tersebut. Dengan membawa sejumlah sepanduk tuntutan. Dengan pemasangan Plang tersebut, membuat tidak nyaman para petani penggarap yang selama ini menggantungkan hidup dari lahan tersebut.

Ketua HPPMI kabupaten Bogor Yusup Bahtiar mengatakan, PT. Halizano Wistara Persada memiliki Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) nomor 3 tahun 1994 desa Cipelang, nomor surat ukur 11397/1991yang dikeluarkan BPN Kabupaten Bogor. Dan berakhir pada tahun 2014.
Bahkan menurut Yusup, selama ini PT. Halizano menelantarkan lahan 1.55000 meter lebih.

“PT. Halizano memang memiliki HGB nomor 3 yang keluarkan BON kabupaten Bogor, tanggal 20 bukan Juni tahun 1994. Dan telah berakhir haknya pada tanggal 7 Juni 2014 dari luas 155.935 meter yang terletak di Provinsi Jawa Barat, kabupaten Bogor, kecamatan Cijeruk Desa Cipelang,” ujar Yusup kepada Pakar.

Dia menjelaskan, selama ini tidak ada kegiatan apapun bahkan seluruh lahan HGB PT. Halizano yang telah habis masa berlakunya tersebut dikuasai dan garap oleh warga sekitar. Namun lanjut dia, tiba tiba pihak perusahaan memasang plang disejumlah titik bahkan sudah mengeluarkan SPH kepada sejumlah orang berduit yang mengakibatkan keresahan para petani.

“Wajar saja kami bersama petani menuntut, karena selama ini mereka telantarkan, tiba tiba memasang plang makanya kami minta pemerintah berlakukan keadilan untuk petani anggota HPPMI,” ungkapnya

Yusup mengaku, Aksi protes tersebut akan terus dilakukan hingga ke DPR RI. Guna memperjuangkan hak hak petani yang sudah puluhan tahun menggarap tanah tersebut yang terancam terusir dari tanah kelahiran.

“Dengan dikeluarkannya SPH oleh pihak perusahaan sudah pasti akan mengancam para petani, dan akan terusir dari lahan yang selama ini mereka garap. Apalagi mereka tidak diberikan kerohiman,” akunya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

BPI KPNPA RI Desak Kejari Bogor Bergerak Lebih Cepat: Jangan Biarkan Aktor Intelektual Kasus RSUD Parung Lolos dari Jerat Hukum

24 July 2026 - 02:04 WIB

BPI KPNPA RI Minta Kasus RSUD Parung Diusut Tuntas: Jangan Berbelit, Bongkar Semua Nama yang Terlibat!

22 July 2026 - 01:49 WIB

Pererat Tali Silaturahmi, Keluarga Besar H. Sangkuh Waji dan H. Mujiono Gelar Arisan Keluarga di Wisma Lokawiratama

19 July 2026 - 15:44 WIB

Rudy Susmanto dan Kemensos RI Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Jasinga, Pendidikan Gratis Berasrama Segera Hadir

13 July 2026 - 11:34 WIB

Atas Arahan Bupati Rudy Susmanto, Pemkab Bogor Kerahkan Alat Berat Angkut 60 Truk Sampah Penyumbat Kali Baru

10 July 2026 - 01:41 WIB

Trending on Bogor