Menu ✖

Dark Mode
Kapolres Buru Bersama Forkopimda Tinjau Langsung Lokasi PETI Gunung Nona BUPATI BURU DIAM, KEBERATAN DIKABULKAN? Kuasa Hukum Gugat Sikap Bungkam, SK Pengakuan AW sebagai Raja Petuanan Kaiely Dipersoalkan! Langkah Nyata Internasionalisasi Kampus, FKB UBSI Bangun Kolaborasi Akademik di Malaysia Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi Bupati, Wakil Bupati, dan Unsur Forkopimda Tinjau Gunung Botak, Awasi Program Penataan dan Pemulihan Pertambangan Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

Jakarta

Rapat Koordinasi Devisa 2024: Strategi Stabilitas Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045

badge-check


					Rapat Koordinasi Devisa 2024: Strategi Stabilitas Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045 Perbesar

Rapat Koordinasi Devisa 2024

SAB-DA.com | JAKARTA – Dalam upaya mendukung stabilitas ekonomi, Kejaksaan Agung menggelar Rapat Desk Koordinasi Devisa 2024. Acara berlangsung pada 26 November 2024, dipimpin oleh JAM Intelijen Reda Manthovani.

Desk ini dibentuk melalui Keputusan Menko Polkam Nomor 151 Tahun 2024. Tujuannya meningkatkan devisa dan mencegah kebocoran pendapatan negara.

Sarjono Turin, mewakili JAM Intelijen, menekankan kolaborasi lintas sektor penting untuk ekonomi berkelanjutan. “Kerjasama antar-lembaga adalah kunci,” ujarnya.

Tiga Kelompok Kerja (Pokja) devisa resmi dibentuk. Pokja pertama, Devisa Hasil Ekspor, diketuai Kementerian ESDM. Anggotanya mencakup kementerian dan lembaga terkait lainnya.

Pokja kedua, Devisa Pembayaran Impor, dipimpin oleh Kementerian Keuangan. Pokja ini fokus mengelola devisa impor.

Pokja ketiga, sektor jasa, dipimpin Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Ini untuk optimalisasi devisa dari jasa.

Pemerintah menargetkan peningkatan devisa dari berbagai sektor. Misalnya, target Rp 250 triliun dari TKI pada 2025.

Ekspor dan impor juga menjadi prioritas, terutama untuk memperkuat cadangan devisa nasional. Cadangan devisa tercatat naik dari USD 137 miliar pada 2022 menjadi USD 150,2 miliar di Agustus 2024.

“Jumlah ini mendukung ketahanan eksternal dan stabilitas makroekonomi,” ujar Reda Manthovani. Dia menyoroti tantangan ekonomi digital dan volatilitas pasar.

Desk Koordinasi diharapkan meningkatkan sinergi antar-kementerian. Ini juga mendukung kebijakan strategis di sektor ekspor, impor, dan jasa.

“Melalui koordinasi yang efektif, kami optimistis target devisa tercapai,” tegas Reda. Ia juga mengapresiasi kepercayaan Menko Polkam kepada JAM Intelijen.

Wakil Jaksa Agung ditunjuk sebagai penanggung jawab Desk ini. Langkah ini menjadi bagian strategis menuju visi Indonesia Emas 2045.

Perwakilan berbagai kementerian hadir, termasuk Kemenkeu, Kemenperin, dan BIN. Koordinasi lintas sektor ini diharapkan memperkuat fondasi ekonomi nasional. (red/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Rotasi Pejabat Polri Jadi Momentum Pembenahan, Rahmad Sukendar: Kami Dukung Kapolri Suyudi

3 October 2026 - 04:17 WIB

Skandal RSUD Parung: BPI KPNPA RI Desak Kejagung Ambil Alih Jika Penanganan Perkara Tidak Menyentuh Aktor Utama

23 July 2026 - 02:40 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Antar Kabupaten Bogor Raih Warta Kota Award 2026 atas Program Penciptaan Lapangan Kerja dan UMKM

6 July 2026 - 12:11 WIB

Wali Nagari Situmbuk Ikuti Program “Kepala Desa Masuk Kampus” di UI, Perkuat Kepemimpinan dan Inovasi Nagari

3 July 2026 - 09:07 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Raih Disway Top Regional Leader Awards 2026, Diakui Sukses Bangun Infrastruktur dan Konektivitas Daerah

11 June 2026 - 16:18 WIB

Trending on Jakarta