Menu

Dark Mode
Satreskrim Tipikor Polres Buru Selidiki Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Waegeren Peringati Hari Lahir Pancasila, Polres Buru Tegaskan Nilai Luhur sebagai Kunci Persatuan dan Perdamaian Rangkaian Hari Raya Idul Adha 1447 H: Polres Buru Laksanakan Sholat Berjamaah dan Penyembelihan Kurban, Perkuat Nilai Pengorbanan dan Berbagi Pemkab Bogor Percayakan Penyaluran Hewan Kurban kepada BPI KPNPA RI Bogor di Karadenan Kaum Pandak Kodim 1506 Gelar Qurban 2 Ekor Sapi, Daging Dibagikan kepada Lansia dan Anak Yatim Piatu Momentum Idul Adha 1447 H, Kejari Buru bersama insan pers gelar kurban sapi

Jakarta

Rapat Koordinasi Devisa 2024: Strategi Stabilitas Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045

badge-check


					Rapat Koordinasi Devisa 2024: Strategi Stabilitas Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045 Perbesar

Rapat Koordinasi Devisa 2024

SAB-DA.com | JAKARTA – Dalam upaya mendukung stabilitas ekonomi, Kejaksaan Agung menggelar Rapat Desk Koordinasi Devisa 2024. Acara berlangsung pada 26 November 2024, dipimpin oleh JAM Intelijen Reda Manthovani.

Desk ini dibentuk melalui Keputusan Menko Polkam Nomor 151 Tahun 2024. Tujuannya meningkatkan devisa dan mencegah kebocoran pendapatan negara.

Sarjono Turin, mewakili JAM Intelijen, menekankan kolaborasi lintas sektor penting untuk ekonomi berkelanjutan. “Kerjasama antar-lembaga adalah kunci,” ujarnya.

Tiga Kelompok Kerja (Pokja) devisa resmi dibentuk. Pokja pertama, Devisa Hasil Ekspor, diketuai Kementerian ESDM. Anggotanya mencakup kementerian dan lembaga terkait lainnya.

Pokja kedua, Devisa Pembayaran Impor, dipimpin oleh Kementerian Keuangan. Pokja ini fokus mengelola devisa impor.

Pokja ketiga, sektor jasa, dipimpin Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Ini untuk optimalisasi devisa dari jasa.

Pemerintah menargetkan peningkatan devisa dari berbagai sektor. Misalnya, target Rp 250 triliun dari TKI pada 2025.

Ekspor dan impor juga menjadi prioritas, terutama untuk memperkuat cadangan devisa nasional. Cadangan devisa tercatat naik dari USD 137 miliar pada 2022 menjadi USD 150,2 miliar di Agustus 2024.

“Jumlah ini mendukung ketahanan eksternal dan stabilitas makroekonomi,” ujar Reda Manthovani. Dia menyoroti tantangan ekonomi digital dan volatilitas pasar.

Desk Koordinasi diharapkan meningkatkan sinergi antar-kementerian. Ini juga mendukung kebijakan strategis di sektor ekspor, impor, dan jasa.

“Melalui koordinasi yang efektif, kami optimistis target devisa tercapai,” tegas Reda. Ia juga mengapresiasi kepercayaan Menko Polkam kepada JAM Intelijen.

Wakil Jaksa Agung ditunjuk sebagai penanggung jawab Desk ini. Langkah ini menjadi bagian strategis menuju visi Indonesia Emas 2045.

Perwakilan berbagai kementerian hadir, termasuk Kemenkeu, Kemenperin, dan BIN. Koordinasi lintas sektor ini diharapkan memperkuat fondasi ekonomi nasional. (red/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Diduga Sebarkan Isu Hoaks, Wakil Ketua KNPI BURU Sutrisno Buru MENEKAN Segera Pulihkan Nama Baik RM. AYAH ATAS

8 May 2026 - 15:55 WIB

Aksi Solidaritas untuk Vanessa Digelar di Mabes Polri, Desak Penangguhan Penahanan dan Gelar Perkara Khusus

1 April 2026 - 10:32 WIB

Viral Serangan Personal di Media Sosial, Rizwan Riswanto Tempuh Jalur Hukum, Publik Desak Mabes Polri Bertindak Tegas dan Tuntas

29 March 2026 - 11:39 WIB

Imbauan Polri Usai Shalat Idul Fitri 1447 H: Waspada Arus Balik dan Kepadatan Lalu Lintas

22 March 2026 - 14:17 WIB

Sikap Tegas Indonesia atas Konflik Lebanon Selatan

22 March 2026 - 01:42 WIB

Sikap Tegas Indonesia atas Konflik Lebanon Selatan
Trending on International