Menu

Dark Mode
Proyek Jalan Gunung Botak Picu Polemik, 12 Fasilitas Penambang Rusak Pengajian Bulanan PCM Cibinong: Teguhkan Gerakan Berkemajuan dan Dakwah yang Mencerahkan Tingkatkan Kualitas Orator Perempuan, Pac Fatayat Nu Neglasari Gelar Pelatihan Public Speaking Di Aula Kecamatan Ciledug DPRD Bogor Dorong Pengusutan Tuntas Dugaan Jual Beli Jabatan ASN Musrenbang RKPD 2027 Jadi Tahap Akhir Perencanaan, DPRD Bogor Pastikan Aspirasi Warga Terakomodasi Polres Buru Gelar Kegiatan Operasional Triwulan I 2026 Sinergikan Strategi Kamtibmas

Bogor

Pemkab Bogor Luncurkan Saung Inflasi untuk Kendalikan Stabilitas Pangan

badge-check


					Pemkab Bogor Luncurkan Saung Inflasi untuk Kendalikan Stabilitas Pangan Perbesar

SAB-DA.com | CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor meluncurkan saung inflasi di Kantor DKP Bogor. Langkah ini menunjukkan komitmen Pemkab dalam mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas pangan. Peluncuran tersebut dilakukan oleh Pj. Bupati Bogor, Bachril Bakri, Kamis (28/11/24).

Saung inflasi terdiri dari lima kios, tersebar di berbagai kecamatan. Dua kios berada di Bojong Kulur, Kecamatan Cileungsi. Sementara itu, satu kios masing-masing berada di Kecamatan Ciomas dan Dramaga.

Pj. Bupati Bachril Bakri mengapresiasi keberadaan saung inflasi sebagai inovasi penting. “Pengendalian inflasi kini bisa dilakukan terpadu melalui kios pangan dan urban farming,” ujarnya. Menurutnya, urban farming efektif mengendalikan inflasi.

“Kita berharap saung inflasi menjadi contoh daerah lain di Indonesia,” tambahnya. Saung ini menggabungkan dua pendekatan, yakni kios pangan dan urban farming. “Konsep ini akan terus dikembangkan,” jelas Bachril.

Bachril juga menyebut, pengendalian inflasi di Bogor menunjukkan tren positif. Ini terlihat dari indeks harga 20 komoditas pangan. Ia berharap ke depan setiap kecamatan memiliki satu kios pangan.

“Kios pangan menjamin stok dan harga terkendali,” jelasnya. Ia menegaskan pentingnya menjaga stabilitas pangan. “Kita optimalkan saung inflasi untuk manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Bachril.

Plt. Kepala DKP, Bambang Setia Aji, menambahkan bahwa kios ini fokus pada stabilitas beras. “Komoditas dijual lebih murah dibanding pasar,” ujarnya. Barang yang dijual meliputi beras, bawang merah, gula, dan telur.

“Kios ini adalah bentuk reborn toko tani Indonesia,” jelas Bambang. Selain itu, urban farming menyediakan benih, pupuk, dan alat perkebunan. Ia berharap ini bisa meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga.

“Urban farming juga menawarkan edukasi budidaya sayuran dan ikan,” tambahnya. Program ini melibatkan sosialisasi budidaya ayam petelur dan hidroponik.

Bambang juga menjelaskan, program Gerakan Pangan Murah (GPM) telah digelar 56 kali. Total beras yang disalurkan mencapai 245 ton, ayam 20 ton, dan minyak goreng 45 ton.

“Kami harap saung inflasi meningkatkan akses pangan berkualitas, aman, dan terjangkau,” tutup Bambang. (fz/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pengajian Bulanan PCM Cibinong: Teguhkan Gerakan Berkemajuan dan Dakwah yang Mencerahkan

12 April 2026 - 05:47 WIB

DPRD Bogor Dorong Pengusutan Tuntas Dugaan Jual Beli Jabatan ASN

7 April 2026 - 16:46 WIB

DPRD Bogor Dorong Pengusutan Tuntas

Musrenbang RKPD 2027 Jadi Tahap Akhir Perencanaan, DPRD Bogor Pastikan Aspirasi Warga Terakomodasi

7 April 2026 - 04:34 WIB

Musrenbang RKPD 2027

Relawan SAHARA Hadiri dan Meriahkan Milad Owner PT Hiraya Baraya, Bu Hajjah Nurlela

3 April 2026 - 01:57 WIB

Seluruh Camat dan Kepala Desa Didorong Ikut Tes Urine, DPRD Apresiasi Langkah Nyata Bupati Bogor

2 April 2026 - 12:57 WIB

Trending on Bogor