Menu

Dark Mode
PGR Kabupaten Bogor Butuh Figur Yang Kuat Baik Finansial dan Jaringan Akar Rumput Sat Lantas Polres Bogor Ikut Berpartisipasi dalam Kegiatan Panen Jagung OPINI : Ketika Gas 3 Kg Menjadi Barang Mewah bagi Warga Kolaka Nurjannah Rahawarin Tegaskan Aksi Jilid II LMND, Desak APH Usut Dugaan Penyalahgunaan Anggaran KTM Rp28 Miliar Viral di Media Sosial, Bupati Buru Gunakan Dana Pribadi Tambal Jalan Berlubang MCW Desak KPK dan Kejagung Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada Buru Rp33 Miliar

Bogor

Pemkab Bogor Luncurkan Saung Inflasi untuk Kendalikan Stabilitas Pangan

badge-check


					Pemkab Bogor Luncurkan Saung Inflasi untuk Kendalikan Stabilitas Pangan Perbesar

SAB-DA.com | CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor meluncurkan saung inflasi di Kantor DKP Bogor. Langkah ini menunjukkan komitmen Pemkab dalam mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas pangan. Peluncuran tersebut dilakukan oleh Pj. Bupati Bogor, Bachril Bakri, Kamis (28/11/24).

Saung inflasi terdiri dari lima kios, tersebar di berbagai kecamatan. Dua kios berada di Bojong Kulur, Kecamatan Cileungsi. Sementara itu, satu kios masing-masing berada di Kecamatan Ciomas dan Dramaga.

Pj. Bupati Bachril Bakri mengapresiasi keberadaan saung inflasi sebagai inovasi penting. “Pengendalian inflasi kini bisa dilakukan terpadu melalui kios pangan dan urban farming,” ujarnya. Menurutnya, urban farming efektif mengendalikan inflasi.

“Kita berharap saung inflasi menjadi contoh daerah lain di Indonesia,” tambahnya. Saung ini menggabungkan dua pendekatan, yakni kios pangan dan urban farming. “Konsep ini akan terus dikembangkan,” jelas Bachril.

Bachril juga menyebut, pengendalian inflasi di Bogor menunjukkan tren positif. Ini terlihat dari indeks harga 20 komoditas pangan. Ia berharap ke depan setiap kecamatan memiliki satu kios pangan.

“Kios pangan menjamin stok dan harga terkendali,” jelasnya. Ia menegaskan pentingnya menjaga stabilitas pangan. “Kita optimalkan saung inflasi untuk manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Bachril.

Plt. Kepala DKP, Bambang Setia Aji, menambahkan bahwa kios ini fokus pada stabilitas beras. “Komoditas dijual lebih murah dibanding pasar,” ujarnya. Barang yang dijual meliputi beras, bawang merah, gula, dan telur.

“Kios ini adalah bentuk reborn toko tani Indonesia,” jelas Bambang. Selain itu, urban farming menyediakan benih, pupuk, dan alat perkebunan. Ia berharap ini bisa meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga.

“Urban farming juga menawarkan edukasi budidaya sayuran dan ikan,” tambahnya. Program ini melibatkan sosialisasi budidaya ayam petelur dan hidroponik.

Bambang juga menjelaskan, program Gerakan Pangan Murah (GPM) telah digelar 56 kali. Total beras yang disalurkan mencapai 245 ton, ayam 20 ton, dan minyak goreng 45 ton.

“Kami harap saung inflasi meningkatkan akses pangan berkualitas, aman, dan terjangkau,” tutup Bambang. (fz/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

PGR Kabupaten Bogor Butuh Figur Yang Kuat Baik Finansial dan Jaringan Akar Rumput

13 June 2026 - 11:59 WIB

Sat Lantas Polres Bogor Ikut Berpartisipasi dalam Kegiatan Panen Jagung

13 June 2026 - 11:29 WIB

Rudy Susmanto Kembali Antar Pemkab Bogor Raih WTP, Komitmen Tata Kelola Bersih Makin Kuat

10 June 2026 - 12:00 WIB

Pemkab Bogor Raih WTP

Pemkab Bogor Percayakan Penyaluran Hewan Kurban kepada BPI KPNPA RI Bogor di Karadenan Kaum Pandak

28 May 2026 - 05:53 WIB

Sambut HJB ke-544, Pemkab Bogor dan Warga Jonggol Gelar Aksi Bersih Lingkungan dan Tanam 1.000 Pohon

23 May 2026 - 16:03 WIB

Sambut HJB ke-544
Trending on Bogor