Menu

Dark Mode
Diduga Diberhentikan Sepihak, Mantan Bendahara Desa Waigeren Tuntut Hak Gaji yang Ditahan BPI KPNPA RI Desak Kejari Bogor Bergerak Lebih Cepat: Jangan Biarkan Aktor Intelektual Kasus RSUD Parung Lolos dari Jerat Hukum Biarkan Eksavator Beroperasi di Tambang Gunung Nona dan Sungai Waemkedan, GMPRI Kecam Kapolres Buru Skandal RSUD Parung: BPI KPNPA RI Desak Kejagung Ambil Alih Jika Penanganan Perkara Tidak Menyentuh Aktor Utama BPI KPNPA RI Minta Kasus RSUD Parung Diusut Tuntas: Jangan Berbelit, Bongkar Semua Nama yang Terlibat! Menembus Keterbatasan di Pedalaman Buru: Semangat Disiplin dan Target Daya Saing SD Negeri 21 Fenaleisela

Bogor

Pemkab Bogor Luncurkan Saung Inflasi untuk Kendalikan Stabilitas Pangan

badge-check


					Pemkab Bogor Luncurkan Saung Inflasi untuk Kendalikan Stabilitas Pangan Perbesar

SAB-DA.com | CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor meluncurkan saung inflasi di Kantor DKP Bogor. Langkah ini menunjukkan komitmen Pemkab dalam mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas pangan. Peluncuran tersebut dilakukan oleh Pj. Bupati Bogor, Bachril Bakri, Kamis (28/11/24).

Saung inflasi terdiri dari lima kios, tersebar di berbagai kecamatan. Dua kios berada di Bojong Kulur, Kecamatan Cileungsi. Sementara itu, satu kios masing-masing berada di Kecamatan Ciomas dan Dramaga.

Pj. Bupati Bachril Bakri mengapresiasi keberadaan saung inflasi sebagai inovasi penting. “Pengendalian inflasi kini bisa dilakukan terpadu melalui kios pangan dan urban farming,” ujarnya. Menurutnya, urban farming efektif mengendalikan inflasi.

“Kita berharap saung inflasi menjadi contoh daerah lain di Indonesia,” tambahnya. Saung ini menggabungkan dua pendekatan, yakni kios pangan dan urban farming. “Konsep ini akan terus dikembangkan,” jelas Bachril.

Bachril juga menyebut, pengendalian inflasi di Bogor menunjukkan tren positif. Ini terlihat dari indeks harga 20 komoditas pangan. Ia berharap ke depan setiap kecamatan memiliki satu kios pangan.

“Kios pangan menjamin stok dan harga terkendali,” jelasnya. Ia menegaskan pentingnya menjaga stabilitas pangan. “Kita optimalkan saung inflasi untuk manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Bachril.

Plt. Kepala DKP, Bambang Setia Aji, menambahkan bahwa kios ini fokus pada stabilitas beras. “Komoditas dijual lebih murah dibanding pasar,” ujarnya. Barang yang dijual meliputi beras, bawang merah, gula, dan telur.

“Kios ini adalah bentuk reborn toko tani Indonesia,” jelas Bambang. Selain itu, urban farming menyediakan benih, pupuk, dan alat perkebunan. Ia berharap ini bisa meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga.

“Urban farming juga menawarkan edukasi budidaya sayuran dan ikan,” tambahnya. Program ini melibatkan sosialisasi budidaya ayam petelur dan hidroponik.

Bambang juga menjelaskan, program Gerakan Pangan Murah (GPM) telah digelar 56 kali. Total beras yang disalurkan mencapai 245 ton, ayam 20 ton, dan minyak goreng 45 ton.

“Kami harap saung inflasi meningkatkan akses pangan berkualitas, aman, dan terjangkau,” tutup Bambang. (fz/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

BPI KPNPA RI Desak Kejari Bogor Bergerak Lebih Cepat: Jangan Biarkan Aktor Intelektual Kasus RSUD Parung Lolos dari Jerat Hukum

24 July 2026 - 02:04 WIB

BPI KPNPA RI Minta Kasus RSUD Parung Diusut Tuntas: Jangan Berbelit, Bongkar Semua Nama yang Terlibat!

22 July 2026 - 01:49 WIB

Pererat Tali Silaturahmi, Keluarga Besar H. Sangkuh Waji dan H. Mujiono Gelar Arisan Keluarga di Wisma Lokawiratama

19 July 2026 - 15:44 WIB

Rudy Susmanto dan Kemensos RI Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Jasinga, Pendidikan Gratis Berasrama Segera Hadir

13 July 2026 - 11:34 WIB

Atas Arahan Bupati Rudy Susmanto, Pemkab Bogor Kerahkan Alat Berat Angkut 60 Truk Sampah Penyumbat Kali Baru

10 July 2026 - 01:41 WIB

Trending on Bogor