SABDA KOTA BOGOR – Komisi III DPRD Kota Bogor melakukan sidak ke proyek Taman Landbanking Al Falak Pagentongan, Rabu (6/11/2024).
Sidak ini dipimpin Ketua Komisi Heri Cahyono serta dihadiri Wakil Ketua Beninu Argubie dan Sekretaris Iwan Iswanto. Turut hadir pula anggota Komisi III lainnya, yaitu Atty Somaddikarya, Murtadlo, dan Nasya Karisya Lestari.
Pada sidak ini, Komisi III menemukan sejumlah masalah pada proyek bernilai Rp732 juta ini. Sekretaris Komisi III, Iwan Iswanto, mengungkapkan kekhawatirannya terkait kompetensi tim pelaksana proyek. “Penanggung jawab proyek ini bukan lulusan sarjana arsitektur pertamanan, tetapi belajar secara otodidak,” ujar Iwan.
Iwan menambahkan bahwa kurangnya pendidikan formal pelaksana bisa berdampak pada kualitas pengerjaan proyek. “Proyek taman membutuhkan spesifikasi teknis yang baik, dan kompetensi pelaksana berpengaruh besar,” tegasnya.
Wakil Ketua Komisi III, Beninu Argubie, juga mengkritik pengawasan di lapangan yang dinilai kurang maksimal. “Kami menemukan cat gapura sudah lecet padahal proyek ini belum diserahterimakan,” katanya.
Beninu juga menyoroti kondisi trotoar taman yang tidak simetris. “Trotoar terlihat miring dan melengkung, menunjukkan pengawasan belum berjalan baik,” ujarnya.
Anggota Komisi III, Atty Somaddikarya, turut mengkritisi kualitas struktur pagar taman. “Tembok pagar terlihat melengkung, mencerminkan adanya masalah pelaksanaan proyek,” kata Atty.
Atty mengkhawatirkan dampak dari ketidaksesuaian tersebut pada masa depan taman. “Jika dibiarkan, kerusakan bisa lebih parah setelah diserahterimakan,” tambahnya.
Ketua Komisi III, Heri Cahyono, menyatakan bahwa pihaknya akan meminta penjelasan dari Disperumkim Kota Bogor dan CV Pratama Putra Berlian. “Kami tidak ingin proyek yang dikerjakan asal-asalan tanpa memperhatikan keamanan masyarakat,” tegas Heri.
Komisi III berkomitmen memantau perkembangan proyek hingga selesai. “Kami akan memastikan perbaikan dilakukan sebelum proyek diserahterimakan,” tutupnya. (andi/*)











