Menu

Dark Mode
Dugaan Penunjukan Plt Kasubag Kemenag Kabupaten Bogor Tak Sesuai Ketentuan, BPI: Jangan Cederai Sistem Merit ASN Mahmud Hentihu Laporkan Ibrahim Wael ke Polres Buru, Rustam: Kami Akan Kawal Proses Hukumnya Dugaan Pengadaan Desa Tak Sesuai Perbup 116, BPI KPNPA RI Bogor Desak Pemeriksaan Kegiatan DDN dan FSL Ahli Waris dan Masyarakat Adat Serahkan Dukungan Hak Ulayat kepada Koperasi PTB, Rencana Pengelolaan Gunung Botak Menguat Dugaan Mafia Tanah PTSL Bojonggede 2019 Bergulir, Polda Metro Periksa Sekitar 50 Orang Awas, Anggaran Porprov Agam Rawan

Life style

Komisi III DPRD Kota Bogor Temukan Banyak Kekurangan pada Proyek Taman Landbanking Al Falak Pagentongan

badge-check


					Komisi III DPRD Kota Bogor Temukan Banyak Kekurangan pada Proyek Taman Landbanking Al Falak Pagentongan Perbesar

SABDA KOTA BOGOR – Komisi III DPRD Kota Bogor melakukan sidak ke proyek Taman Landbanking Al Falak Pagentongan, Rabu (6/11/2024).

Sidak ini dipimpin Ketua Komisi Heri Cahyono serta dihadiri Wakil Ketua Beninu Argubie dan Sekretaris Iwan Iswanto. Turut hadir pula anggota Komisi III lainnya, yaitu Atty Somaddikarya, Murtadlo, dan Nasya Karisya Lestari.

Pada sidak ini, Komisi III menemukan sejumlah masalah pada proyek bernilai Rp732 juta ini. Sekretaris Komisi III, Iwan Iswanto, mengungkapkan kekhawatirannya terkait kompetensi tim pelaksana proyek. “Penanggung jawab proyek ini bukan lulusan sarjana arsitektur pertamanan, tetapi belajar secara otodidak,” ujar Iwan.

Iwan menambahkan bahwa kurangnya pendidikan formal pelaksana bisa berdampak pada kualitas pengerjaan proyek. “Proyek taman membutuhkan spesifikasi teknis yang baik, dan kompetensi pelaksana berpengaruh besar,” tegasnya.

Wakil Ketua Komisi III, Beninu Argubie, juga mengkritik pengawasan di lapangan yang dinilai kurang maksimal. “Kami menemukan cat gapura sudah lecet padahal proyek ini belum diserahterimakan,” katanya.

Beninu juga menyoroti kondisi trotoar taman yang tidak simetris. “Trotoar terlihat miring dan melengkung, menunjukkan pengawasan belum berjalan baik,” ujarnya.

Anggota Komisi III, Atty Somaddikarya, turut mengkritisi kualitas struktur pagar taman. “Tembok pagar terlihat melengkung, mencerminkan adanya masalah pelaksanaan proyek,” kata Atty.

Atty mengkhawatirkan dampak dari ketidaksesuaian tersebut pada masa depan taman. “Jika dibiarkan, kerusakan bisa lebih parah setelah diserahterimakan,” tambahnya.

Ketua Komisi III, Heri Cahyono, menyatakan bahwa pihaknya akan meminta penjelasan dari Disperumkim Kota Bogor dan CV Pratama Putra Berlian. “Kami tidak ingin proyek yang dikerjakan asal-asalan tanpa memperhatikan keamanan masyarakat,” tegas Heri.

Komisi III berkomitmen memantau perkembangan proyek hingga selesai. “Kami akan memastikan perbaikan dilakukan sebelum proyek diserahterimakan,” tutupnya. (andi/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Milad Al Ihya Bogor Ke-50 Tahun Dihadiri Ribuan Masyarakat, Momentum Syiar Islam dan Persatuan Umat

21 June 2026 - 08:20 WIB

Garuda KPP-RI Kota Bogor Desak Inspektorat Audit Dugaan Penyimpangan Anggaran Setda

7 January 2026 - 01:17 WIB

KPP Apresiasi Satpol PP Kota Bogor, Jaga Keindahan Alun-Alun Kota Bogor

20 January 2025 - 04:12 WIB

Kenapa Harus Atang Trisnanto Jadi Wali Kota Bogor? Ini Jawaban REGAT

21 November 2024 - 09:02 WIB

DPRD Kota Bogor Minta KPU Pastikan Pemungutan Suara Aman dan Inklusif

17 November 2024 - 08:30 WIB

DPRD Kota Bogor
Trending on Kota Bogor