Menu ✖

Dark Mode
Kapolres Buru Bersama Forkopimda Tinjau Langsung Lokasi PETI Gunung Nona BUPATI BURU DIAM, KEBERATAN DIKABULKAN? Kuasa Hukum Gugat Sikap Bungkam, SK Pengakuan AW sebagai Raja Petuanan Kaiely Dipersoalkan! Langkah Nyata Internasionalisasi Kampus, FKB UBSI Bangun Kolaborasi Akademik di Malaysia Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi Bupati, Wakil Bupati, dan Unsur Forkopimda Tinjau Gunung Botak, Awasi Program Penataan dan Pemulihan Pertambangan Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

Bogor

Ketua BPI KPNPA RI Bogor Raya Desak DPRD Evaluasi Manajemen Pasar Tohaga: “Tak Layak Dipertahankan!

badge-check


					Ketua BPI KPNPA RI Bogor Raya Desak DPRD Evaluasi Manajemen Pasar Tohaga: “Tak Layak Dipertahankan! Perbesar

SAHABAT PEMDA | CIBINONG – Ketua Badan Penelitian Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Bogor Raya, Rizwan Riswanto, mendesak DPRD Kabupaten Bogor khususnya Komisi II untuk segera mengevaluasi manajemen Perusahaan Daerah Pasar Tohaga.

Desakan itu muncul karena Rizwan menilai kinerja Pasar Tohaga tak memberi kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bogor.

“Pasar Tohaga ini seperti beban, bukan aset. Sudah bertahun-tahun berdiri tapi tidak pernah menunjukkan hasil yang layak dibanggakan,” tegas Rizwan dalam keterangannya, Kamis (24/4).

Menurutnya, perusahaan daerah yang seharusnya menjadi motor ekonomi kerakyatan justru menjadi ruang nyaman bagi segelintir elite yang minim prestasi.

BPI KPNPA RI menilai para petinggi di tubuh Pasar Tohaga sudah tidak layak lagi memimpin. Kinerja yang stagnan, tata kelola yang buram, serta minimnya inovasi menjadi alasan utama mengapa manajemen saat ini harus segera dievaluasi bahkan dicopot.

“Sudah waktunya dilakukan reformasi total. Jangan sampai publik terus dirugikan oleh manajemen yang tidak becus,” ujarnya.

Menurut Rizwan, Komisi II DPRD Kabupaten Bogor harus lebih berani menjalankan fungsi pengawasan. Ia menilai ada pembiaran sistemik terhadap ketidakmampuan manajerial di tubuh Pasar Tohaga.

“Kalau Komisi II DPRD diam saja, itu berarti ikut melanggengkan kerugian daerah,” sindirnya tajam.

Pasar Tohaga, yang digadang-gadang sebagai salah satu instrumen peningkatan ekonomi lokal, justru terlihat mati suri.

“Apakah ini yang disebut pengelolaan profesional? Atau ini hanya tempat parkir jabatan bagi orang-orang titipan politik?” kata Rizwan dengan nada kecewa.

Rizwan menegaskan, BPI KPNPA RI akan terus mengawal isu ini dan siap membuka data-data jika diperlukan untuk mendorong audit di tubuh Pasar Tohaga. Ia pun meminta Pemkab Bogor tidak lagi mentolerir kinerja buruk yang hanya membebani keuangan daerah.

“Jika terus dibiarkan, ini bukan hanya soal inefisiensi, tapi juga bentuk pengkhianatan terhadap amanat rakyat. Sudah cukup. Waktunya bersih-bersih di tubuh Pasar Tohaga,” tutup Rizwan. (Andi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi

19 October 2026 - 07:17 WIB

Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

16 October 2026 - 23:35 WIB

Warga Kelurahan Tengah Pertanyakan Realisasi Drainase Musrenbang 2025 dan Hadiah Kelurahan Terbaik Kabupaten Bogor

16 October 2026 - 02:04 WIB

Betonisasi Jalan Desa Ligarmukti Rp144,6 Juta Disorot, Retakan Bermunculan, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi?

15 October 2026 - 14:39 WIB

Reses di Cigudeg, Sastra Winara Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan Kabupaten Bogor

13 October 2026 - 14:03 WIB

Trending on Bogor