Menu ✖

Dark Mode
Kapolres Buru Bersama Forkopimda Tinjau Langsung Lokasi PETI Gunung Nona BUPATI BURU DIAM, KEBERATAN DIKABULKAN? Kuasa Hukum Gugat Sikap Bungkam, SK Pengakuan AW sebagai Raja Petuanan Kaiely Dipersoalkan! Langkah Nyata Internasionalisasi Kampus, FKB UBSI Bangun Kolaborasi Akademik di Malaysia Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi Bupati, Wakil Bupati, dan Unsur Forkopimda Tinjau Gunung Botak, Awasi Program Penataan dan Pemulihan Pertambangan Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

National

JAM PIDUM dan IOJI Gelar Lokakarya Penguatan Penegakan Hukum untuk Perlindungan Laut

badge-check


					JAM PIDUM dan IOJI Gelar Lokakarya Penguatan Penegakan Hukum untuk Perlindungan Laut Perbesar

SAHABAT PEMDA | JAKARTA – Jaksa Agung Muda Pidana Umum (JAM Pidum) bersama IOJI menggelar lokakarya di Jakarta. Selasa (29/10)

Lokakarya ini bertema “Penguatan Penegakan Hukum Perlindungan Ekosistem Laut dan Pesisir Menghadapi Perubahan Iklim.”

Pada kesempatan tersebut, JAM Pidum dan CEO IOJI menandatangani perjanjian kerja sama. Tema kerja sama adalah

“Penguatan Kapasitas dalam Penanganan Kasus Sumber Daya Alam Kelautan dan Pesisir.”

Ia menegaskan pentingnya lokakarya ini di tengah tantangan global akibat perubahan iklim.

“Laut dan pesisir adalah aset berharga yang perlu kita jaga,” kata JAM Pidum.

Perubahan iklim yang nyata menuntut tindakan lebih serius untuk menjaga ekosistem laut dan pesisir.

“Indonesia memiliki potensi besar, termasuk menyimpan 17% karbon biru dunia,” jelasnya.

Namun, aktivitas manusia, seperti pertambakan dan pembangunan, mengancam kelestarian ekosistem laut.

“Dari 2009 hingga 2019, Indonesia kehilangan 182.091 hektar mangrove,” tambah JAM Pidum.

Peserta lokakarya diharapkan mendapat pengetahuan terkini tentang isu lingkungan dan hukum.

“Peningkatan kapasitas jaksa penting agar efektif menangani kasus-kasus lingkungan,” jelasnya.

Kolaborasi lintas lembaga juga penting untuk melindungi sumber daya alam. Kejaksaan bertindak sebagai penghubung utama dalam koordinasi antar-lembaga.

IOJI menyampaikan bahwa penguatan hukum lingkungan sangat dibutuhkan dalam menghadapi krisis iklim global.

“Perlindungan lingkungan harus jadi prioritas utama dalam kebijakan pembangunan,” ujar CEO IOJI.

Kejaksaan dan IOJI juga akan fokus pada pelatihan jaksa di bidang hukum lingkungan.

“Jaksa harus memahami pentingnya penegakan hukum dalam konservasi laut,” tambah JAM Pidum.

Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam melindungi ekosistem laut di Indonesia. (andi/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Rotasi Pejabat Polri Jadi Momentum Pembenahan, Rahmad Sukendar: Kami Dukung Kapolri Suyudi

3 October 2026 - 04:17 WIB

Skandal RSUD Parung: BPI KPNPA RI Desak Kejagung Ambil Alih Jika Penanganan Perkara Tidak Menyentuh Aktor Utama

23 July 2026 - 02:40 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Antar Kabupaten Bogor Raih Warta Kota Award 2026 atas Program Penciptaan Lapangan Kerja dan UMKM

6 July 2026 - 12:11 WIB

Wali Nagari Situmbuk Ikuti Program “Kepala Desa Masuk Kampus” di UI, Perkuat Kepemimpinan dan Inovasi Nagari

3 July 2026 - 09:07 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Raih Disway Top Regional Leader Awards 2026, Diakui Sukses Bangun Infrastruktur dan Konektivitas Daerah

11 June 2026 - 16:18 WIB

Trending on Jakarta