Menu

Dark Mode
BPI KPNPA RI Kabupaten Bogor Mengucapkan Selamat Atas Kelulusan Tamtama Prada Firmansyah Simanjuntak Dugaan Penunjukan Plt Kasubag Kemenag Kabupaten Bogor Tak Sesuai Ketentuan, BPI: Jangan Cederai Sistem Merit ASN Mahmud Hentihu Laporkan Ibrahim Wael ke Polres Buru, Rustam: Kami Akan Kawal Proses Hukumnya Dugaan Pengadaan Desa Tak Sesuai Perbup 116, BPI KPNPA RI Bogor Desak Pemeriksaan Kegiatan DDN dan FSL Ahli Waris dan Masyarakat Adat Serahkan Dukungan Hak Ulayat kepada Koperasi PTB, Rencana Pengelolaan Gunung Botak Menguat Dugaan Mafia Tanah PTSL Bojonggede 2019 Bergulir, Polda Metro Periksa Sekitar 50 Orang

National

JAM PIDUM dan IOJI Gelar Lokakarya Penguatan Penegakan Hukum untuk Perlindungan Laut

badge-check


					JAM PIDUM dan IOJI Gelar Lokakarya Penguatan Penegakan Hukum untuk Perlindungan Laut Perbesar

SAHABAT PEMDA | JAKARTA – Jaksa Agung Muda Pidana Umum (JAM Pidum) bersama IOJI menggelar lokakarya di Jakarta. Selasa (29/10)

Lokakarya ini bertema “Penguatan Penegakan Hukum Perlindungan Ekosistem Laut dan Pesisir Menghadapi Perubahan Iklim.”

Pada kesempatan tersebut, JAM Pidum dan CEO IOJI menandatangani perjanjian kerja sama. Tema kerja sama adalah

“Penguatan Kapasitas dalam Penanganan Kasus Sumber Daya Alam Kelautan dan Pesisir.”

Ia menegaskan pentingnya lokakarya ini di tengah tantangan global akibat perubahan iklim.

“Laut dan pesisir adalah aset berharga yang perlu kita jaga,” kata JAM Pidum.

Perubahan iklim yang nyata menuntut tindakan lebih serius untuk menjaga ekosistem laut dan pesisir.

“Indonesia memiliki potensi besar, termasuk menyimpan 17% karbon biru dunia,” jelasnya.

Namun, aktivitas manusia, seperti pertambakan dan pembangunan, mengancam kelestarian ekosistem laut.

“Dari 2009 hingga 2019, Indonesia kehilangan 182.091 hektar mangrove,” tambah JAM Pidum.

Peserta lokakarya diharapkan mendapat pengetahuan terkini tentang isu lingkungan dan hukum.

“Peningkatan kapasitas jaksa penting agar efektif menangani kasus-kasus lingkungan,” jelasnya.

Kolaborasi lintas lembaga juga penting untuk melindungi sumber daya alam. Kejaksaan bertindak sebagai penghubung utama dalam koordinasi antar-lembaga.

IOJI menyampaikan bahwa penguatan hukum lingkungan sangat dibutuhkan dalam menghadapi krisis iklim global.

“Perlindungan lingkungan harus jadi prioritas utama dalam kebijakan pembangunan,” ujar CEO IOJI.

Kejaksaan dan IOJI juga akan fokus pada pelatihan jaksa di bidang hukum lingkungan.

“Jaksa harus memahami pentingnya penegakan hukum dalam konservasi laut,” tambah JAM Pidum.

Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam melindungi ekosistem laut di Indonesia. (andi/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Skandal RSUD Parung: BPI KPNPA RI Desak Kejagung Ambil Alih Jika Penanganan Perkara Tidak Menyentuh Aktor Utama

23 July 2026 - 02:40 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Antar Kabupaten Bogor Raih Warta Kota Award 2026 atas Program Penciptaan Lapangan Kerja dan UMKM

6 July 2026 - 12:11 WIB

Wali Nagari Situmbuk Ikuti Program “Kepala Desa Masuk Kampus” di UI, Perkuat Kepemimpinan dan Inovasi Nagari

3 July 2026 - 09:07 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Raih Disway Top Regional Leader Awards 2026, Diakui Sukses Bangun Infrastruktur dan Konektivitas Daerah

11 June 2026 - 16:18 WIB

Diduga Sebarkan Isu Hoaks, Wakil Ketua KNPI BURU Sutrisno Buru MENEKAN Segera Pulihkan Nama Baik RM. AYAH ATAS

8 May 2026 - 15:55 WIB

Trending on Jakarta