Oleh Andi Syatir Aktivis BPI KPNPA RI dan AJWI Kab Bogor
SAHABAT PEMDA | OPINI – Aksi demonstrasi di depan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Bogor, kamis (28/8) bukan sekadar luapan emosi.
Gerakan ini lahir dari kesamaan perasaan masyarakat yang kecewa terhadap dugaan praktik pengadaan yang dianggap tidak transparan.
Rasa ketidakadilan itu menyatukan mereka dalam solidaritas aksi.
Selain itu, ada kesamaan kebutuhan yang mendesak, masyarakat menuntut sistem pengadaan yang adil, akuntabel, dan berpihak pada publik.
Inilah tujuan praktis yang membuat gerakan semakin terarah.
Seperti yang telah dikemukakan oleh McCarthy dan Zald (1977), gerakan sosial lahir dari mobilisasi kepentingan bersama. Sementara Charles Tilly (1978) menekankan pentingnya perasaan kolektif yang menjadi energi aksi.
Hal ini terbukti dalam demonstrasi di Kabupaten Bogor, di mana identitas warga dan kepentingan publik menyatu menjadi kekuatan.
Demonstrasi ini menunjukkan bahwa suara rakyat bukan sekadar protes, melainkan panggilan untuk memperbaiki tata kelola daerah.
Jika kebutuhan bersama ini diabaikan, potensi gerakan serupa akan terus muncul. (Red)











