Menu

Dark Mode
Proyek Jalan Gunung Botak Picu Polemik, 12 Fasilitas Penambang Rusak Pengajian Bulanan PCM Cibinong: Teguhkan Gerakan Berkemajuan dan Dakwah yang Mencerahkan Tingkatkan Kualitas Orator Perempuan, Pac Fatayat Nu Neglasari Gelar Pelatihan Public Speaking Di Aula Kecamatan Ciledug DPRD Bogor Dorong Pengusutan Tuntas Dugaan Jual Beli Jabatan ASN Musrenbang RKPD 2027 Jadi Tahap Akhir Perencanaan, DPRD Bogor Pastikan Aspirasi Warga Terakomodasi Polres Buru Gelar Kegiatan Operasional Triwulan I 2026 Sinergikan Strategi Kamtibmas

Jakarta

Mentan Andi Amran Sulaiman: Stok Beras Nasional Aman Hingga 324 Hari ke Depan

badge-check


					Mentan Andi Amran Sulaiman: Stok Beras Nasional Aman Hingga 324 Hari ke Depan Perbesar

JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kondisi pangan nasional saat ini berada dalam situasi aman dan terkendali.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah dinamika geopolitik global serta potensi ancaman iklim seperti El Nino dan kekeringan yang berpotensi memengaruhi produksi pangan.

Berdasarkan data hingga Maret 2026, pemerintah memastikan stok pangan nasional, terutama beras, masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam waktu yang cukup panjang.

“Ketersediaan pangan kita sangat aman. Stok beras nasional diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hingga 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan,” kata Amran dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Ia menjelaskan, total ketersediaan beras nasional saat ini mencapai sekitar 27,99 juta ton.

Jumlah tersebut berasal dari beberapa sumber utama cadangan pangan nasional.

Stok beras nasional mencapai 27,99 juta ton dan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga hampir 11 bulan ke depan.

Stok yang dikelola oleh Perum BULOG tercatat sekitar 3,76 juta ton.

Sementara itu, cadangan beras yang berada di masyarakat diperkirakan mencapai 12,50 juta ton.

Selain itu, terdapat potensi produksi dari padi siap panen atau standing crop yang diperkirakan mencapai sekitar 11,73 juta ton.

Angka tersebut menjadi tambahan penting dalam menjaga stabilitas pasokan beras nasional.

Produksi beras nasional juga menunjukkan tren yang cukup menggembirakan pada awal tahun ini.

Selama periode Januari hingga Mei 2026, produksi diperkirakan mencapai sekitar 16,92 juta ton.

Dalam periode tersebut, rata-rata produksi bulanan berada pada kisaran 2,6 juta hingga 5,7 juta ton.

Angka ini bahkan melampaui kebutuhan konsumsi beras nasional yang rata-rata sekitar 2,59 juta ton per bulan.

“Tiap bulan kita produksi sekitar 2,6 sampai 5,7 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional hanya sekitar 2,59 juta ton. Artinya kondisi pangan kita aman,” jelas Amran.

Seiring meningkatnya produksi, stok cadangan pemerintah yang dikelola oleh BULOG juga terus bertambah.

Saat ini stok yang tersimpan di gudang BULOG telah mencapai sekitar 3,7 juta ton.

Pemerintah memperkirakan jumlah tersebut masih akan terus meningkat dalam waktu dekat.

Hal ini dipicu oleh masuknya hasil panen raya dari berbagai wilayah sentra produksi padi di Indonesia.

“Kami perkirakan dalam dua bulan ke depan stok BULOG dapat menembus angka 5 juta ton,” ujar Amran.

Menurutnya, peningkatan cadangan tersebut akan semakin memperkuat ketahanan pangan nasional.

Cadangan pemerintah juga menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas harga beras di pasar.

Antisipasi Potensi Kekeringan

Selain memastikan ketersediaan stok pangan, pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi potensi kekeringan akibat perubahan iklim.

Salah satu strategi yang dilakukan adalah program pompanisasi untuk mengalirkan air ke lahan pertanian saat musim kering.

Program ini sebelumnya telah diterapkan pada sekitar 1,2 juta hektare lahan pertanian.

Pada tahun ini pemerintah berencana menambah cakupan program tersebut hingga 1 juta hektare lahan tambahan.

“Potensi kekeringan sudah kita antisipasi sejak awal melalui pompanisasi. Tahun lalu 1,2 juta hektare dan tahun ini kita tambah lagi 1 juta hektare,” kata Amran.

Pemerintah juga memastikan bahwa pasokan pupuk bagi petani berada dalam kondisi aman.

Bahkan, harga pupuk dilaporkan mengalami penurunan sekitar 20 persen.

Menurut Amran, kondisi tersebut menjadi dorongan positif bagi petani untuk terus meningkatkan aktivitas tanam.

Selain itu, optimalisasi lahan rawa yang telah direhabilitasi juga menjadi salah satu strategi penting pemerintah.

Lahan tersebut dinilai tetap produktif meskipun terjadi keterbatasan pasokan air di daerah lain.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis produksi pangan nasional tetap terjaga.

“Insyaallah pangan kita aman. Produksi kuat, stok cukup, dan langkah antisipasi sudah kita lakukan,” tutup Amran. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Aksi Solidaritas untuk Vanessa Digelar di Mabes Polri, Desak Penangguhan Penahanan dan Gelar Perkara Khusus

1 April 2026 - 10:32 WIB

Viral Serangan Personal di Media Sosial, Rizwan Riswanto Tempuh Jalur Hukum, Publik Desak Mabes Polri Bertindak Tegas dan Tuntas

29 March 2026 - 11:39 WIB

Imbauan Polri Usai Shalat Idul Fitri 1447 H: Waspada Arus Balik dan Kepadatan Lalu Lintas

22 March 2026 - 14:17 WIB

Sikap Tegas Indonesia atas Konflik Lebanon Selatan

22 March 2026 - 01:42 WIB

Sikap Tegas Indonesia atas Konflik Lebanon Selatan

Kasad Tegaskan Kenaikan Pangkat Pati TNI AD Harus Sejalan dengan Profesionalisme

22 March 2026 - 01:02 WIB

Kenaikan Pangkat Pati TNI AD
Trending on Jakarta