Menu

Dark Mode
Diduga Diberhentikan Sepihak, Mantan Bendahara Desa Waigeren Tuntut Hak Gaji yang Ditahan BPI KPNPA RI Desak Kejari Bogor Bergerak Lebih Cepat: Jangan Biarkan Aktor Intelektual Kasus RSUD Parung Lolos dari Jerat Hukum Biarkan Eksavator Beroperasi di Tambang Gunung Nona dan Sungai Waemkedan, GMPRI Kecam Kapolres Buru Skandal RSUD Parung: BPI KPNPA RI Desak Kejagung Ambil Alih Jika Penanganan Perkara Tidak Menyentuh Aktor Utama BPI KPNPA RI Minta Kasus RSUD Parung Diusut Tuntas: Jangan Berbelit, Bongkar Semua Nama yang Terlibat! Menembus Keterbatasan di Pedalaman Buru: Semangat Disiplin dan Target Daya Saing SD Negeri 21 Fenaleisela

Bogor

BPI KPNPA RI Desak Evaluasi Manajemen PT PPE

badge-check


					BPI KPNPA RI Desak Evaluasi Manajemen PT PPE Perbesar

SAHABAT PEMDA | BOGOR – Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Bogor Raya meminta Bupati dan Wakil Bupati Bogor segera mengevaluasi total manajemen PT Prayoga Pertambangan dan Energi (PPE). Permintaan ini disampaikan menyusul hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Tahun 2023 yang mengungkap bahwa PT PPE belum menyediakan data dan informasi terkait hasil audit Kantor Akuntan Publik (KAP).

Ketua BPI KPNPA RI Bogor Raya, Rizwan Riswanto, menilai temuan BPK tersebut menunjukkan indikasi lemahnya tata kelola dan transparansi dalam tubuh BUMD yang seharusnya menjadi andalan pendapatan daerah.

“Temuan BPK itu jelas menunjukkan adanya persoalan serius dalam manajemen PT PPE. Ketidakmampuan menyediakan hasil audit KAP merupakan bentuk pengabaian terhadap prinsip akuntabilitas publik,” ujar Rizwan, Jumat (30/5/2025).

Menurutnya, kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Pemerintah Kabupaten Bogor, dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati, harus segera bertindak dengan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran direksi dan komisaris PT PPE.

“Manajemen yang tidak mampu memenuhi kewajiban administratif dan audit sebaiknya tidak dipertahankan. Sudah saatnya Bupati menempatkan orang-orang yang benar-benar memiliki kapasitas, integritas, dan komitmen membenahi BUMD ini,” tegasnya.

Rizwan juga mengingatkan bahwa saat ini PT PPE tengah berada dalam proses kurator, yang menunjukkan bahwa kondisi keuangan dan operasional perusahaan berada di titik kritis. Namun, ia menegaskan masih ada peluang penyelamatan selama pemerintah mau turun tangan secara serius.

“Langkah pertama adalah pembenahan manajemen. Setelah itu, audit ulang terhadap seluruh aset dan kewajiban perusahaan harus dilakukan agar proses restrukturisasi bisa berjalan dengan data yang valid,” tambah Rizwan.

Ia juga mendesak DPRD Kabupaten Bogor untuk menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal, memastikan tidak ada pembiaran terhadap praktik pengelolaan yang tidak akuntabel di tubuh BUMD.

“BUMD ini dibentuk dengan uang rakyat. Jika dibiarkan gagal karena kelalaian pengelolaannya, maka yang dirugikan adalah masyarakat Kabupaten Bogor sendiri,” pungkas Rizwan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

BPI KPNPA RI Desak Kejari Bogor Bergerak Lebih Cepat: Jangan Biarkan Aktor Intelektual Kasus RSUD Parung Lolos dari Jerat Hukum

24 July 2026 - 02:04 WIB

BPI KPNPA RI Minta Kasus RSUD Parung Diusut Tuntas: Jangan Berbelit, Bongkar Semua Nama yang Terlibat!

22 July 2026 - 01:49 WIB

Pererat Tali Silaturahmi, Keluarga Besar H. Sangkuh Waji dan H. Mujiono Gelar Arisan Keluarga di Wisma Lokawiratama

19 July 2026 - 15:44 WIB

Rudy Susmanto dan Kemensos RI Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Jasinga, Pendidikan Gratis Berasrama Segera Hadir

13 July 2026 - 11:34 WIB

Atas Arahan Bupati Rudy Susmanto, Pemkab Bogor Kerahkan Alat Berat Angkut 60 Truk Sampah Penyumbat Kali Baru

10 July 2026 - 01:41 WIB

Trending on Bogor