Menu ✖

Dark Mode
Kapolres Buru Bersama Forkopimda Tinjau Langsung Lokasi PETI Gunung Nona BUPATI BURU DIAM, KEBERATAN DIKABULKAN? Kuasa Hukum Gugat Sikap Bungkam, SK Pengakuan AW sebagai Raja Petuanan Kaiely Dipersoalkan! Langkah Nyata Internasionalisasi Kampus, FKB UBSI Bangun Kolaborasi Akademik di Malaysia Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi Bupati, Wakil Bupati, dan Unsur Forkopimda Tinjau Gunung Botak, Awasi Program Penataan dan Pemulihan Pertambangan Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

Bogor

BPI KPNPA RI Bogor Raya Soroti APDESI Kabupaten Bogor

badge-check


					BPI KPNPA RI Bogor Raya Soroti APDESI Kabupaten Bogor Perbesar

SAHABAT PEMDA | BOGOR – Ketua Badan Penelitian Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawasan Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Bogor Raya, Rizwan Riswanto, menanggapi permintaan Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bogor yang mengusulkan tambahan kendaraan roda empat untuk kepala desa.

Menurut Rizwan, usulan tersebut harus dikaji secara matang dengan mempertimbangkan skala prioritas anggaran daerah. Ia menekankan bahwa alokasi anggaran harus mengutamakan kebutuhan masyarakat luas, bukan kepentingan kelompok tertentu.

“Kami mempertanyakan urgensi pengadaan mobil untuk kepala desa, mengingat anggaran daerah seharusnya lebih difokuskan pada peningkatan layanan publik dan infrastruktur yang lebih luas. Apalagi, Pemkab Bogor baru saja memberikan kendaraan roda dua kepada seluruh kepala desa pada November 2024,” ujar Rizwan saat ditemui di Bogor, Rabu (12/2/2025).

Ia juga menyinggung soal efektivitas penggunaan anggaran desa yang harus dikelola dengan transparan. Menurutnya, sebelum mengajukan tambahan kendaraan, seharusnya ada evaluasi terhadap penggunaan kendaraan roda dua yang telah diberikan sebelumnya.

“Apakah kendaraan roda dua yang telah diberikan sudah dimanfaatkan secara maksimal untuk pelayanan masyarakat? Jangan sampai ada anggaran yang tumpang tindih atau dialokasikan tanpa kajian yang jelas,” tegasnya.

Selain itu, Rizwan menyoroti pernyataan Ketua Apdesi Kabupaten Bogor yang menyebutkan adanya penambahan anggaran Rp500 juta dari program Samisade. Ia meminta Pemkab Bogor memastikan bahwa alokasi dana tersebut benar-benar diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat, bukan sekadar fasilitas bagi aparatur desa.

“Kami akan terus mengawal dan mengawasi penggunaan anggaran ini. Jangan sampai ada penyalahgunaan yang berujung pada pelanggaran hukum,” pungkasnya. (Fz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi

19 October 2026 - 07:17 WIB

Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

16 October 2026 - 23:35 WIB

Warga Kelurahan Tengah Pertanyakan Realisasi Drainase Musrenbang 2025 dan Hadiah Kelurahan Terbaik Kabupaten Bogor

16 October 2026 - 02:04 WIB

Betonisasi Jalan Desa Ligarmukti Rp144,6 Juta Disorot, Retakan Bermunculan, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi?

15 October 2026 - 14:39 WIB

Reses di Cigudeg, Sastra Winara Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan Kabupaten Bogor

13 October 2026 - 14:03 WIB

Trending on Bogor