Menu ✖

Dark Mode
Kapolres Buru Bersama Forkopimda Tinjau Langsung Lokasi PETI Gunung Nona BUPATI BURU DIAM, KEBERATAN DIKABULKAN? Kuasa Hukum Gugat Sikap Bungkam, SK Pengakuan AW sebagai Raja Petuanan Kaiely Dipersoalkan! Langkah Nyata Internasionalisasi Kampus, FKB UBSI Bangun Kolaborasi Akademik di Malaysia Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi Bupati, Wakil Bupati, dan Unsur Forkopimda Tinjau Gunung Botak, Awasi Program Penataan dan Pemulihan Pertambangan Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

Bogor

Marak Dugaan Penyalahgunaan Anggaran, JPKPN Bogor Desak Kejaksaan Agung Tempatkan Personel di Inspektorat

badge-check


					Marak Dugaan Penyalahgunaan Anggaran, JPKPN Bogor Desak Kejaksaan Agung Tempatkan Personel di Inspektorat Perbesar

SAHABAT PEMDA BOGOR – Ketua Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan Nasional (JPKPN) Bogor, Riswan Riswanto, mengungkapkan keprihatinannya terkait maraknya dugaan penyalahgunaan anggaran negara di Kabupaten Bogor.

Dalam pernyataannya, Riswan Riswanto meminta Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk mengambil langkah konkret dengan menempatkan pegawai Kejagung di Inspektorat Kabupaten Bogor khususnya di irban V.

Menurut Riswan, keberadaan personel Kejagung di Inspektorat Kabupaten Bogor akan memperketat pengawasan terhadap pengelolaan anggaran dan mencegah terjadinya pelanggaran atau penyimpangan dalam penggunaan dana negara.

Baca Juga

Pj Bupati Bogor: ASN Harus Netral dan Adil di Pilkada 2024

“Dugaan Penyalahgunaan Anggaran ini menjadi perhatian serius kami. Kami meminta agar Kejagung segera menempatkan pegawainya di Inspektorat khususnya di Irban V, untuk memastikan pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel,” ujar Riswan melalui pesan whatsapp, Rabu (6/11).

Langkah ini, menurutnya, diharapkan bisa meningkatkan efektivitas pengawasan serta mempercepat proses identifikasi dan penanganan pelanggaran.

Riswan menambahkan, JPKPN Bogor siap bekerja sama dengan berbagai pihak demi menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi.

Permintaan ini muncul setelah sejumlah indikasi terkait Dugaan Penyalahgunaan Anggaran di Kabupaten Bogor yang telah terungkap di beberapa sektor.

Riswan berharap, penempatan pegawai Kejagung di Inspektorat Kabupaten Bogor ini dapat mengurangi praktik korupsi dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana negara di Kabupaten Bogor (andi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi

19 October 2026 - 07:17 WIB

Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

16 October 2026 - 23:35 WIB

Warga Kelurahan Tengah Pertanyakan Realisasi Drainase Musrenbang 2025 dan Hadiah Kelurahan Terbaik Kabupaten Bogor

16 October 2026 - 02:04 WIB

Betonisasi Jalan Desa Ligarmukti Rp144,6 Juta Disorot, Retakan Bermunculan, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi?

15 October 2026 - 14:39 WIB

Reses di Cigudeg, Sastra Winara Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan Kabupaten Bogor

13 October 2026 - 14:03 WIB

Trending on Bogor