Menu

Dark Mode
Proyek Jalan Gunung Botak Picu Polemik, 12 Fasilitas Penambang Rusak Pengajian Bulanan PCM Cibinong: Teguhkan Gerakan Berkemajuan dan Dakwah yang Mencerahkan Tingkatkan Kualitas Orator Perempuan, Pac Fatayat Nu Neglasari Gelar Pelatihan Public Speaking Di Aula Kecamatan Ciledug DPRD Bogor Dorong Pengusutan Tuntas Dugaan Jual Beli Jabatan ASN Musrenbang RKPD 2027 Jadi Tahap Akhir Perencanaan, DPRD Bogor Pastikan Aspirasi Warga Terakomodasi Polres Buru Gelar Kegiatan Operasional Triwulan I 2026 Sinergikan Strategi Kamtibmas

Bogor

Polemik Bimtek Dinsos Bogor di Bali Memanas, Komentar Pengurus IPSM Disorot!

badge-check


					Polemik Bimtek Dinsos Bogor di Bali Memanas, Komentar Pengurus IPSM Disorot! Perbesar

SAB-DA.com – Kegiatan bimbingan teknis (bimtek) yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Bogor di Bali terus menuai kontroversi.

Polemik ini semakin memanas setelah muncul komentar dari Supiah, di media sosial Facebook.

Dalam komentarnya, Supiah menyampaikan: “Ente udah ketinggalan brow? Kemana aj ente? Bapak kami sudah ketemu media di Gedung Tegar Beriman hari Kamis lalu, tapi catat yah media yg benar bukan media abal-abal.”

Pernyataan tersebut menuai kritik karena dinilai tendensius dan meremehkan media tertentu.

Ketua Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan Nasional (JPKPN) Kabupaten Bogor, Riswan Riswanto, menyoroti masalah ini.

Menurutnya, komentar tersebut tidak mencerminkan profesionalisme, apalagi jika dikaitkan dengan kegiatan yang dibiayai oleh anggaran negara.

“Komentar seperti itu sangat disayangkan. Jika Supiah tidak memahami kedudukan media, sebaiknya tidak berkomentar. Dalam negara demokrasi seperti Indonesia, semua media yang berbadan hukum perseroan terbatas memiliki kedudukan yang sama, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Oleh karena itu, tidak sepatutnya ada istilah ‘media abal-abal’ yang digunakan secara serampangan,” tegas Riswan saat diwawancarai di cibinong, senin (18/11/24).

Supiah Harus Bertanggung Jawab atas Pernyataannya

Riswan menambahkan, Supiah harus bertanggung jawab atas pernyataannya tersebut. “Jika Supiah mengklaim hanya media tertentu yang dianggap ‘media benar,’ maka dia harus menyebutkan media yang dimaksud secara jelas. Hal ini penting agar tidak menimbulkan fitnah atau persepsi negatif yang tidak berdasar,” katanya.

Lebih lanjut, Riswan juga mengingatkan bahwa kegiatan bimtek yang dilakukan jauh dari Kabupaten Bogor, seperti di Bali, harus memiliki tujuan yang jelas, manfaat, dan hasil yang konkret.

“Publik berhak tahu sejauh mana kegiatan ini memberikan manfaat, terutama jika menggunakan anggaran daerah. Jangan sampai timbul kesan bahwa kegiatan ini hanya diadakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu,” ujarnya.

JPKPN Kabupaten Bogor mendesak Dinas Sosial Kabupaten Bogor untuk segera memberikan klarifikasi terkait tujuan dan manfaat bimtek tersebut.

Riswan juga mengingatkan bahwa pola komunikasi pejabat atau peserta dalam kegiatan pemerintahan harus mencerminkan nilai-nilai keterbukaan dan profesionalisme, bukan malah memperkeruh situasi dengan komentar yang tidak produktif.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Sosial Kabupaten Bogor belum memberikan tanggapan resmi terkait polemik yang terus berkembang ini. (Andi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pengajian Bulanan PCM Cibinong: Teguhkan Gerakan Berkemajuan dan Dakwah yang Mencerahkan

12 April 2026 - 05:47 WIB

DPRD Bogor Dorong Pengusutan Tuntas Dugaan Jual Beli Jabatan ASN

7 April 2026 - 16:46 WIB

DPRD Bogor Dorong Pengusutan Tuntas

Musrenbang RKPD 2027 Jadi Tahap Akhir Perencanaan, DPRD Bogor Pastikan Aspirasi Warga Terakomodasi

7 April 2026 - 04:34 WIB

Musrenbang RKPD 2027

Relawan SAHARA Hadiri dan Meriahkan Milad Owner PT Hiraya Baraya, Bu Hajjah Nurlela

3 April 2026 - 01:57 WIB

Seluruh Camat dan Kepala Desa Didorong Ikut Tes Urine, DPRD Apresiasi Langkah Nyata Bupati Bogor

2 April 2026 - 12:57 WIB

Trending on Bogor