Menu

Dark Mode
Proyek Jalan Gunung Botak Picu Polemik, 12 Fasilitas Penambang Rusak Pengajian Bulanan PCM Cibinong: Teguhkan Gerakan Berkemajuan dan Dakwah yang Mencerahkan Tingkatkan Kualitas Orator Perempuan, Pac Fatayat Nu Neglasari Gelar Pelatihan Public Speaking Di Aula Kecamatan Ciledug DPRD Bogor Dorong Pengusutan Tuntas Dugaan Jual Beli Jabatan ASN Musrenbang RKPD 2027 Jadi Tahap Akhir Perencanaan, DPRD Bogor Pastikan Aspirasi Warga Terakomodasi Polres Buru Gelar Kegiatan Operasional Triwulan I 2026 Sinergikan Strategi Kamtibmas

Jakarta

Pilkada DKI Jakarta: Aktivis Soroti Hasil Quick Count dan Serukan Netralitas KPU dan BAWASLU

badge-check


					Pilkada DKI Jakarta: Aktivis Soroti Hasil Quick Count dan Serukan Netralitas KPU dan BAWASLU Perbesar

SAB-DA.com | JAKARTA – Proses pencoblosan Pilkada DKI Jakarta berlangsung sukses pada Rabu, (28/11). Hasil quick count LSI menunjukkan Paslon 3 unggul dengan 50,14%. Paslon 1 memperoleh 39,18%, sedangkan Paslon 2 mendapatkan 10,68%.

Menanggapi hasil tersebut, Aktivis Jakarta menyoroti pentingnya pengawalan penghitungan suara. Mereka menilai peran KPU dan Bawaslu DKI sangat krusial. “Kami apresiasi pelaksanaan yang tertib dan damai,” ujar Amos Hutauruk, perwakilan Aktivis Jakarta.

Namun, Amos menekankan perlunya menjaga netralitas selama proses penghitungan suara. “Bawaslu dan KPU harus tetap independen dan profesional. Proses ini belum selesai,” tambah Amos. Ia juga meminta agar tidak ada intervensi dari pihak mana pun.

Harun, aktivis dari Forum Kota (Forkot), juga mengingatkan masyarakat untuk bersikap demokratis. “Mari tunggu hasil resmi KPU. Jangan berspekulasi yang bisa memecah belah masyarakat,” katanya. Ia menyarankan jalur hukum bagi pihak yang merasa dirugikan.

Aktivis Jakarta juga mengimbau aparat keamanan untuk tetap waspada. “Pilkada adalah pesta demokrasi, bukan ajang konflik. Semua pihak harus menjaga kedamaian,” ujar Harun. Ia berharap masyarakat menghormati hasil pemilu demi Jakarta yang damai.

Bawaslu dan KPU diharapkan melibatkan masyarakat dalam pengawasan. Transparansi menjadi kunci agar Pilkada DKI Jakarta berjalan adil. Dengan kerja sama semua pihak, Pilkada ini bisa menjadi contoh demokrasi sehat.

Aktivis percaya, keterbukaan dan netralitas akan memperkuat kepercayaan publik. Proses yang transparan mencerminkan integritas penyelenggara pemilu. Semua pihak diminta menjaga situasi kondusif hingga pengumuman resmi. (red/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Aksi Solidaritas untuk Vanessa Digelar di Mabes Polri, Desak Penangguhan Penahanan dan Gelar Perkara Khusus

1 April 2026 - 10:32 WIB

Viral Serangan Personal di Media Sosial, Rizwan Riswanto Tempuh Jalur Hukum, Publik Desak Mabes Polri Bertindak Tegas dan Tuntas

29 March 2026 - 11:39 WIB

Imbauan Polri Usai Shalat Idul Fitri 1447 H: Waspada Arus Balik dan Kepadatan Lalu Lintas

22 March 2026 - 14:17 WIB

Sikap Tegas Indonesia atas Konflik Lebanon Selatan

22 March 2026 - 01:42 WIB

Sikap Tegas Indonesia atas Konflik Lebanon Selatan

Kasad Tegaskan Kenaikan Pangkat Pati TNI AD Harus Sejalan dengan Profesionalisme

22 March 2026 - 01:02 WIB

Kenaikan Pangkat Pati TNI AD
Trending on Jakarta