Menu ✖

Dark Mode
Kapolres Buru Bersama Forkopimda Tinjau Langsung Lokasi PETI Gunung Nona BUPATI BURU DIAM, KEBERATAN DIKABULKAN? Kuasa Hukum Gugat Sikap Bungkam, SK Pengakuan AW sebagai Raja Petuanan Kaiely Dipersoalkan! Langkah Nyata Internasionalisasi Kampus, FKB UBSI Bangun Kolaborasi Akademik di Malaysia Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi Bupati, Wakil Bupati, dan Unsur Forkopimda Tinjau Gunung Botak, Awasi Program Penataan dan Pemulihan Pertambangan Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

Jakarta

Pilkada DKI Jakarta: Aktivis Soroti Hasil Quick Count dan Serukan Netralitas KPU dan BAWASLU

badge-check


					Pilkada DKI Jakarta: Aktivis Soroti Hasil Quick Count dan Serukan Netralitas KPU dan BAWASLU Perbesar

SAB-DA.com | JAKARTA – Proses pencoblosan Pilkada DKI Jakarta berlangsung sukses pada Rabu, (28/11). Hasil quick count LSI menunjukkan Paslon 3 unggul dengan 50,14%. Paslon 1 memperoleh 39,18%, sedangkan Paslon 2 mendapatkan 10,68%.

Menanggapi hasil tersebut, Aktivis Jakarta menyoroti pentingnya pengawalan penghitungan suara. Mereka menilai peran KPU dan Bawaslu DKI sangat krusial. “Kami apresiasi pelaksanaan yang tertib dan damai,” ujar Amos Hutauruk, perwakilan Aktivis Jakarta.

Namun, Amos menekankan perlunya menjaga netralitas selama proses penghitungan suara. “Bawaslu dan KPU harus tetap independen dan profesional. Proses ini belum selesai,” tambah Amos. Ia juga meminta agar tidak ada intervensi dari pihak mana pun.

Harun, aktivis dari Forum Kota (Forkot), juga mengingatkan masyarakat untuk bersikap demokratis. “Mari tunggu hasil resmi KPU. Jangan berspekulasi yang bisa memecah belah masyarakat,” katanya. Ia menyarankan jalur hukum bagi pihak yang merasa dirugikan.

Aktivis Jakarta juga mengimbau aparat keamanan untuk tetap waspada. “Pilkada adalah pesta demokrasi, bukan ajang konflik. Semua pihak harus menjaga kedamaian,” ujar Harun. Ia berharap masyarakat menghormati hasil pemilu demi Jakarta yang damai.

Bawaslu dan KPU diharapkan melibatkan masyarakat dalam pengawasan. Transparansi menjadi kunci agar Pilkada DKI Jakarta berjalan adil. Dengan kerja sama semua pihak, Pilkada ini bisa menjadi contoh demokrasi sehat.

Aktivis percaya, keterbukaan dan netralitas akan memperkuat kepercayaan publik. Proses yang transparan mencerminkan integritas penyelenggara pemilu. Semua pihak diminta menjaga situasi kondusif hingga pengumuman resmi. (red/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Rotasi Pejabat Polri Jadi Momentum Pembenahan, Rahmad Sukendar: Kami Dukung Kapolri Suyudi

3 October 2026 - 04:17 WIB

Skandal RSUD Parung: BPI KPNPA RI Desak Kejagung Ambil Alih Jika Penanganan Perkara Tidak Menyentuh Aktor Utama

23 July 2026 - 02:40 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Antar Kabupaten Bogor Raih Warta Kota Award 2026 atas Program Penciptaan Lapangan Kerja dan UMKM

6 July 2026 - 12:11 WIB

Wali Nagari Situmbuk Ikuti Program “Kepala Desa Masuk Kampus” di UI, Perkuat Kepemimpinan dan Inovasi Nagari

3 July 2026 - 09:07 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Raih Disway Top Regional Leader Awards 2026, Diakui Sukses Bangun Infrastruktur dan Konektivitas Daerah

11 June 2026 - 16:18 WIB

Trending on Jakarta