Menu ✖

Dark Mode
Kapolres Buru Bersama Forkopimda Tinjau Langsung Lokasi PETI Gunung Nona BUPATI BURU DIAM, KEBERATAN DIKABULKAN? Kuasa Hukum Gugat Sikap Bungkam, SK Pengakuan AW sebagai Raja Petuanan Kaiely Dipersoalkan! Langkah Nyata Internasionalisasi Kampus, FKB UBSI Bangun Kolaborasi Akademik di Malaysia Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi Bupati, Wakil Bupati, dan Unsur Forkopimda Tinjau Gunung Botak, Awasi Program Penataan dan Pemulihan Pertambangan Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

Bogor

Penertiban Bangunan Liar di Kawasan Puncak: Pemkab Bogor Tertibkan Warpat hingga Blok Pedagang Buah

badge-check


					Penertiban Bangunan Liar di Kawasan Puncak: Pemkab Bogor Tertibkan Warpat hingga Blok Pedagang Buah Perbesar

SAHABAT PEMDA | CISARUA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Satpol PP Penertiban Bangunan Liar yang tak berizin di Puncak. Kawasan yang ditawarkan meliputi warung patra (warpat), Puncak Asri, serta blok pedagang buah.

Penertiban dilaksanakan bersama aparat gabungan TNI-Polri menggunakan alat berat pada Senin (11/11). Kepala Satpol PP, Cecep Imam , mengatakan kegiatan ini merupakan tahap pertama dan kedua penertiban.

“Hari ini, kami melakukan penyempurnaan penertiban bangunan liar di kawasan Puncak,” ungkap Cecep Imam. Ia menjelaskan, penertiban dilakukan karena beberapa bangunan kembali didirikan tanpa izin.

“Kami melihat mereka mendirikan bangunan kembali di lokasi yang sama,” tambahnya. Pemkab Bogor pun bekerja sama dengan TNI-Polri dalam pelaksanaan penertiban ini.

“Ini seolah-olah mereka mengabaikan kehadiran pemerintah,” kata Cecep. Ia menyoroti bahwa beberapa pedagang bahkan mengajak PKL lain kembali berjualan di warpat.

Penertiban ini juga telah melalui proses panjang dengan rapat internal dan eksternal, lanjut Cecep. “Semuanya sudah memenuhi ketentuan untuk tiga objek penertiban, yaitu warpat, Puncak Asri, dan blok buah,” jelasnya.

Cecep menyebut, warga yang merasa didiskriminasi dapat mengajukan langkah hukum. “Silakan ajukan kami ke jalur hukum jika merasa dirugikan,” tegasnya.

Kegiatan penertiban ini dilakukan sesuai penegakan Peraturan Daerah, tambahnya. Pemkab Bogor bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta didukung penuh oleh TNI-Polri.

“Pemkab Bogor sudah menata area yang tidak ada izin mendirikan bangunan,” ungkap Cecep. Warpat dan Puncak Asri, menurutnya, memang tidak memiliki izin dan telah dibahas dalam Forum Penataan Ruang.

Cecep juga menjelaskan bahwa para pedagang sudah diberikan tempat berjualan di Rest Area Gunung Mas. Rest area ini berada dekat gerbang Agrowisata Gunung Mas, berseberangan dengan area paralayang.

“Para pedagang ini tak hanya digusur, tetapi juga disediakan tempat yang layak,” tutup Cecep. (andi/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi

19 October 2026 - 07:17 WIB

Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

16 October 2026 - 23:35 WIB

Warga Kelurahan Tengah Pertanyakan Realisasi Drainase Musrenbang 2025 dan Hadiah Kelurahan Terbaik Kabupaten Bogor

16 October 2026 - 02:04 WIB

Betonisasi Jalan Desa Ligarmukti Rp144,6 Juta Disorot, Retakan Bermunculan, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi?

15 October 2026 - 14:39 WIB

Reses di Cigudeg, Sastra Winara Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan Kabupaten Bogor

13 October 2026 - 14:03 WIB

Trending on Bogor