Menu ✖

Dark Mode
Kapolres Buru Bersama Forkopimda Tinjau Langsung Lokasi PETI Gunung Nona BUPATI BURU DIAM, KEBERATAN DIKABULKAN? Kuasa Hukum Gugat Sikap Bungkam, SK Pengakuan AW sebagai Raja Petuanan Kaiely Dipersoalkan! Langkah Nyata Internasionalisasi Kampus, FKB UBSI Bangun Kolaborasi Akademik di Malaysia Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi Bupati, Wakil Bupati, dan Unsur Forkopimda Tinjau Gunung Botak, Awasi Program Penataan dan Pemulihan Pertambangan Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

Bogor

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Minta Moratorium Minimarket Tidak Dicabut

badge-check


					Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Minta Moratorium Minimarket Tidak Dicabut Perbesar

SAHABAT PEMDA | BOGOR – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Muhammad Irvan Maulana atau yang akrab disapa Ipeck, meminta Pemerintah Kabupaten Bogor agar tidak mencabut kebijakan moratorium pendirian minimarket. Permintaan tersebut disampaikan menyikapi maraknya pertumbuhan usaha toko modern (UTM) di tengah moratorium yang masih berlaku.

“Walaupun moratorium masih ada, kita lihat toko modern tetap menjamur. Ini menjadi pertanyaan besar dan perlu evaluasi serius,” ujar Ipeck, Selasa (15/4/2025).

Ipeck mengungkapkan kekhawatirannya terhadap keberlangsungan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal yang kian terdesak. Menurutnya, banyak minimarket dan supermarket kini turut menjual komoditas yang selama ini menjadi domain UMKM, seperti sayuran, ikan asin, hingga berbagai produk lokal lainnya.

“Kalau semua dijual oleh minimarket dan supermarket, lalu UMKM mau jualan apa? Jangan sampai mereka gulung tikar karena tidak punya ruang bersaing,” tegasnya.

Ia menilai, pemerintah daerah semestinya berpihak kepada UMKM dengan memperketat pengawasan atas pelaksanaan moratorium dan memastikan toko-toko modern tidak melampaui batas izin yang telah ditentukan. Ipeck juga meminta agar regulasi lebih berpihak kepada pelaku usaha tradisional.

“Moratorium itu bukan sekadar aturan di atas kertas. Harus ada tindakan nyata agar UMKM tetap hidup dan tumbuh,” tutup Ipeck. (Andi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi

19 October 2026 - 07:17 WIB

Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

16 October 2026 - 23:35 WIB

Warga Kelurahan Tengah Pertanyakan Realisasi Drainase Musrenbang 2025 dan Hadiah Kelurahan Terbaik Kabupaten Bogor

16 October 2026 - 02:04 WIB

Betonisasi Jalan Desa Ligarmukti Rp144,6 Juta Disorot, Retakan Bermunculan, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi?

15 October 2026 - 14:39 WIB

Reses di Cigudeg, Sastra Winara Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan Kabupaten Bogor

13 October 2026 - 14:03 WIB

Trending on Bogor