Menu ✖

Dark Mode
Kapolres Buru Bersama Forkopimda Tinjau Langsung Lokasi PETI Gunung Nona BUPATI BURU DIAM, KEBERATAN DIKABULKAN? Kuasa Hukum Gugat Sikap Bungkam, SK Pengakuan AW sebagai Raja Petuanan Kaiely Dipersoalkan! Langkah Nyata Internasionalisasi Kampus, FKB UBSI Bangun Kolaborasi Akademik di Malaysia Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi Bupati, Wakil Bupati, dan Unsur Forkopimda Tinjau Gunung Botak, Awasi Program Penataan dan Pemulihan Pertambangan Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

Bogor

Cabup Bogor Rudy Susmanto Janji Atasi Masalah Sampah Usai Teguran KLH

badge-check


					Cabup Bogor Rudy Susmanto Janji Atasi Masalah Sampah Usai Teguran KLH Perbesar

SAB-DA.com | CIBINONG – Calon Bupati (Cabup) Bogor, Rudy Susmanto, bertekad menyelesaikan masalah sampah di Kabupaten Bogor.

Tekad ini muncul setelah teguran Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terhadap Pemkab Bogor atas buruknya pengelolaan sampah.

Pemkab Bogor masih menerapkan sistem pembuangan sampah terbuka di TPA Galuga, yang mencemari lingkungan.

Rudy Susmanto menyampaikan pentingnya penanganan sampah dari tingkat desa sebagai solusi awal.

“Pengelolaan sampah harus selesai di tingkat desanya masing-masing,” ujar Rudy di Kelurahan Pabuaran.

Pernyataan ini disampaikan saat Rudy menyapa warga di Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Cibinong, Rabu (13/11/24).

Menurut Rudy, penyelesaian di tingkat desa adalah strategi jangka panjang.

“Lima tahun ke depan, fokus kami adalah menyelesaikan masalah sampah di desa,” katanya.

Wilayah Bogor Barat, dengan potensi pariwisata yang berkembang, memerlukan pengelolaan sampah khusus.

“Dengan potensi pariwisata yang tumbuh pesat, pengelolaan sampah jadi perhatian khusus,” ucap Rudy.

Dia menekankan, jika masalah sampah tak diatasi, pariwisata Bogor Barat bisa terdampak negatif.

“Masalah sampah bisa menghilangkan potensi wisata yang mulai berkembang di wilayah ini,” jelasnya.

Rudy juga menyoroti peningkatan produksi sampah setiap akhir pekan di daerah wisata.

“Setiap akhir pekan, ada masalah baru: bertambahnya sampah. Ini perlu penanganan cepat,” tambahnya.

Dia mengingatkan bahwa solusi bukan sekadar pembuangan sampah ke TPA.

“Intinya, jangan hanya berpikir sampah harus dibuang. Kita perlu pengelolaan dari awal,” tegas Rudy.

Rudy berharap komitmennya ini mendapat dukungan masyarakat dan pemerintah desa setempat.

“Pengelolaan dari desa bisa menjadi solusi jangka panjang. Ini butuh kerjasama semua pihak,” tutupnya. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi

19 October 2026 - 07:17 WIB

Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

16 October 2026 - 23:35 WIB

Warga Kelurahan Tengah Pertanyakan Realisasi Drainase Musrenbang 2025 dan Hadiah Kelurahan Terbaik Kabupaten Bogor

16 October 2026 - 02:04 WIB

Betonisasi Jalan Desa Ligarmukti Rp144,6 Juta Disorot, Retakan Bermunculan, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi?

15 October 2026 - 14:39 WIB

Reses di Cigudeg, Sastra Winara Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan Kabupaten Bogor

13 October 2026 - 14:03 WIB

Trending on Bogor