Menu

Dark Mode
BPI KPNPA RI Kabupaten Bogor Mengucapkan Selamat Atas Kelulusan Tamtama Prada Firmansyah Simanjuntak Dugaan Penunjukan Plt Kasubag Kemenag Kabupaten Bogor Tak Sesuai Ketentuan, BPI: Jangan Cederai Sistem Merit ASN Mahmud Hentihu Laporkan Ibrahim Wael ke Polres Buru, Rustam: Kami Akan Kawal Proses Hukumnya Dugaan Pengadaan Desa Tak Sesuai Perbup 116, BPI KPNPA RI Bogor Desak Pemeriksaan Kegiatan DDN dan FSL Ahli Waris dan Masyarakat Adat Serahkan Dukungan Hak Ulayat kepada Koperasi PTB, Rencana Pengelolaan Gunung Botak Menguat Dugaan Mafia Tanah PTSL Bojonggede 2019 Bergulir, Polda Metro Periksa Sekitar 50 Orang

Bogor

Bukan Sekadar Angka! Investasi Rp13,72 Triliun Bikin Kabupaten Bogor Jadi Primadona Investasi Jawa Barat

badge-check


					Bukan Sekadar Angka! Investasi Rp13,72 Triliun Bikin Kabupaten Bogor Jadi Primadona Investasi Jawa Barat Perbesar

Cibinong — Kabupaten Bogor semakin menunjukkan daya tariknya sebagai salah satu tujuan investasi utama di Jawa Barat. Hingga Semester I 2026, realisasi investasi Kabupaten Bogor mencapai Rp13,72 triliun dan menyerap 25.502 tenaga kerja.

Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Bogor di peringkat ketiga realisasi investasi dan peringkat kedua penyerapan tenaga kerja di Jawa Barat. 

Angka ini sekaligus menjadi gambaran bahwa aktivitas investasi di Kabupaten Bogor mulai memberikan dampak nyata terhadap perekonomian dan kesempatan kerja masyarakat.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, capaian investasi tersebut tidak semata-mata harus dilihat sebagai angka ekonomi, tetapi sebagai bentuk kepercayaan dunia usaha terhadap Kabupaten Bogor.

Investasi pada dasarnya adalah salah satu bentuk kepercayaan. Karena itu, kepercayaan ini harus kita jaga dengan terus memperbaiki pelayanan, memperkuat infrastruktur dan konektivitas, serta memberikan kemudahan dan kepastian dalam berusaha.

Menurut Rudy, Pemerintah Kabupaten Bogor akan terus mendorong terciptanya iklim investasi yang kondusif. Pemerintah daerah, kata dia, perlu memastikan dunia usaha mendapatkan lingkungan yang memungkinkan kegiatan investasi berjalan dengan baik.

“Kita ingin investasi yang masuk ke Kabupaten Bogor tidak berhenti pada nilai investasi saja. Yang paling penting adalah bagaimana investasi itu membuka lapangan pekerjaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.” ujarnya.

Pada Triwulan II 2026, realisasi investasi Kabupaten Bogor tercatat sebesar Rp6,59 triliun, berasal dari 3.070 perusahaan dengan 8.872 proyek. Investasi tersebut menyerap 12.509 tenaga kerja, dengan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp4,75 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp1,84 triliun.

Rudy Susmanto menegaskan, pemerintah daerah tidak boleh cepat berpuas diri dengan capaian tersebut. Justru, meningkatnya investasi harus menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga kepercayaan investor yang sudah masuk maupun menarik investasi baru.

“Rp13,72 triliun bukan garis akhir. Ini adalah kepercayaan yang harus kita jawab dengan kerja yang lebih baik. Pelayanan harus semakin cepat, perizinan semakin sederhana, infrastruktur semakin baik, dan konektivitas semakin kuat.”

Investasi Kabupaten Bogor pada Triwulan II 2026 tersebar di berbagai sektor. Sektor Perumahan dan Kawasan Industri mencatat investasi terbesar sebesar Rp2,76 triliun.

Berikutnya, sektor Jasa Lainnya mencapai Rp1,07 triliun, Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi Rp605,52 miliar, Industri Makanan Rp338,47 miliar, serta Perdagangan dan Reparasi Rp293,42 miliar.

Dari sisi tenaga kerja, Industri Kimia dan Farmasi menjadi sektor dengan penyerapan terbesar sebanyak 1.904 orang, disusul Perdagangan dan Reparasi sebanyak 1.753 orang serta Industri Logam, Mesin dan Elektronika sebanyak 1.631 orang.

Menurut Rudy, keberagaman sektor investasi menjadi modal penting bagi penguatan ekonomi Kabupaten Bogor. Aktivitas industri, perdagangan, jasa, transportasi, kawasan perumahan dan sektor lainnya dapat saling menggerakkan perekonomian daerah.

Pemerintah Kabupaten Bogor menilai ukuran keberhasilan investasi pada akhirnya bukan hanya besarnya modal yang masuk, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat.

“Ukuran keberhasilan investasi bukan hanya berapa rupiah yang masuk ke Kabupaten Bogor, tetapi berapa banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan untuk tumbuh bersama investasi tersebut.” katanya.

Karena itu, peningkatan investasi harus berjalan beriringan dengan penciptaan lapangan pekerjaan, pertumbuhan UMKM, dan peningkatan pendapatan masyarakat.

Dengan capaian Semester I 2026, Kabupaten Bogor memiliki modal kuat untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.

“Kita bersyukur atas kepercayaan yang diberikan dunia usaha. Tetapi pekerjaan kita belum selesai. Momentum ini harus kita jaga dan terus kita tingkatkan agar pertumbuhan ekonomi semakin dirasakan masyarakat Kabupaten Bogor.” pungkasnya. (Diskominfo Kabupaten Bogor/***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

BPI KPNPA RI Kabupaten Bogor Mengucapkan Selamat Atas Kelulusan Tamtama Prada Firmansyah Simanjuntak

11 September 2026 - 23:51 WIB

Dugaan Penunjukan Plt Kasubag Kemenag Kabupaten Bogor Tak Sesuai Ketentuan, BPI: Jangan Cederai Sistem Merit ASN

10 September 2026 - 12:37 WIB

Dugaan Pengadaan Desa Tak Sesuai Perbup 116, BPI KPNPA RI Bogor Desak Pemeriksaan Kegiatan DDN dan FSL

10 September 2026 - 05:05 WIB

Ahli Waris dan Masyarakat Adat Serahkan Dukungan Hak Ulayat kepada Koperasi PTB, Rencana Pengelolaan Gunung Botak Menguat

9 September 2026 - 13:14 WIB

Dugaan Mafia Tanah PTSL Bojonggede 2019 Bergulir, Polda Metro Periksa Sekitar 50 Orang

9 September 2026 - 09:52 WIB

Trending on Bogor