Menu ✖

Dark Mode
Kapolres Buru Bersama Forkopimda Tinjau Langsung Lokasi PETI Gunung Nona BUPATI BURU DIAM, KEBERATAN DIKABULKAN? Kuasa Hukum Gugat Sikap Bungkam, SK Pengakuan AW sebagai Raja Petuanan Kaiely Dipersoalkan! Langkah Nyata Internasionalisasi Kampus, FKB UBSI Bangun Kolaborasi Akademik di Malaysia Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi Bupati, Wakil Bupati, dan Unsur Forkopimda Tinjau Gunung Botak, Awasi Program Penataan dan Pemulihan Pertambangan Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

Bogor

Bappenda Klarifikasi Soal Mobil Dinas Diberhentikan Polisi di Jakarta

badge-check


					Bappenda Klarifikasi Soal Mobil Dinas Diberhentikan Polisi di Jakarta Perbesar

SAHABAT PEMDA | CIBINONG – Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Bogor menjelaskan terkait mobil dinas yang disebut ditilang di wilayah Jakarta karena menggunakan plat nomor kendaraan hitam.

Kepala Bappenda Kabupaten Bogor Andri Hadian meluruskan informasi yang beredar.

Menurutnya, peristiwa itu terjadi pada Senin, 19 Mei 2025 pagi dan kendaraan tersebut tidak ditilang.

“Tapi saya ingin meluruskan bahwa kendaraan tersebut tidak ditilang, hanya diperiksa kelengkapan dokumen kepemilikan,” ujarnya.

Saat itu, Tim Bidang Penagihan, Keberatan dan Pengawasan akan berangkat ke Bandung untuk kegiatan kedinasan di Bandung.

Di perjalanan, saat di traffic light Cawang, kendaraan tersebut di berhentikan oleh petugas kepolisian.

Saat diperiksa, ada ketidaksesuaian dengan nomor polisi yang ada pada Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Akan tetapi, setelah Bappenda menunjukkan surat yang dikeluarkan Polres Bogor, nomor polisi yang ada pada kendaraan dapat digunakan pada kendaraan tersebut. Sehingga petugas polisi membolehkan mobil yang digunakan melanjutkan perjalanan kembali.

“Kami memastikan bahwa kendaraan tersebut hanya dipergunakan untuk kepentingan kedinasan dan tidak pernah digunakan untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.

Terkait plat nomor hitam, kendaraan tersebut sebelumnya digunakan untuk melakukan pemantauan wajib pajak seperti di tempat wisata atau restoran.

“Karena kadang pemantauan juga dilakukan secara diam-diam, dan ketika ingin melakukan pemantauan tertutup biasanya tidak pakai plat merah. Jadi kita bisa tau kondisi riilnya dengan yang dilaporkan nanti,” jelasnya.

Namun karena keteledoran, mobil tersebut belum sempat diganti plat nomornya dan langsung dibawa menuju acara dinas di Bandung.

Yang jelas, ia memastikan bahwa kendaraan tersebut tidak digunakan untuk kepentingan pribadi.

“Memang waktu itu karena lupa ya, jadi plat nomornya tidak sempat diganti. Tapi kami pastikan kendaraan tersebut sedang dalam agenda dinas dan bukan untuk kepentingan pribadi. Adapun pemegang kendaraan betul pak Sekban namun pada saat kejadian kendaraan tersebut sedang dipakai oleh Kabid PKP Gandi Putra Siregar dengan Tim ke Bandung, Saya mohon maaf atas isu yang berkembang. Semoga ini jadi pembelajaran kita bersama,” tandasnya. (red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi

19 October 2026 - 07:17 WIB

Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

16 October 2026 - 23:35 WIB

Warga Kelurahan Tengah Pertanyakan Realisasi Drainase Musrenbang 2025 dan Hadiah Kelurahan Terbaik Kabupaten Bogor

16 October 2026 - 02:04 WIB

Betonisasi Jalan Desa Ligarmukti Rp144,6 Juta Disorot, Retakan Bermunculan, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi?

15 October 2026 - 14:39 WIB

Reses di Cigudeg, Sastra Winara Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan Kabupaten Bogor

13 October 2026 - 14:03 WIB

Trending on Bogor