Menu

Dark Mode
BPI KPNPA RI Kabupaten Bogor Mengucapkan Selamat Atas Kelulusan Tamtama Prada Firmansyah Simanjuntak Dugaan Penunjukan Plt Kasubag Kemenag Kabupaten Bogor Tak Sesuai Ketentuan, BPI: Jangan Cederai Sistem Merit ASN Mahmud Hentihu Laporkan Ibrahim Wael ke Polres Buru, Rustam: Kami Akan Kawal Proses Hukumnya Dugaan Pengadaan Desa Tak Sesuai Perbup 116, BPI KPNPA RI Bogor Desak Pemeriksaan Kegiatan DDN dan FSL Ahli Waris dan Masyarakat Adat Serahkan Dukungan Hak Ulayat kepada Koperasi PTB, Rencana Pengelolaan Gunung Botak Menguat Dugaan Mafia Tanah PTSL Bojonggede 2019 Bergulir, Polda Metro Periksa Sekitar 50 Orang

Bogor

Sekda Ajat Ajak ASN Kabupaten Bogor Miliki Sense of Crisis Hadapi Tantangan Fiskal 2026

badge-check


					Sekda Ajat Ajak ASN Kabupaten Bogor Miliki Sense of Crisis Hadapi Tantangan Fiskal 2026 Perbesar

Cibinong – Ditengah tantangan fiskal pada tahun anggaran 2026, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengajak seluruh aparatur Pemerintah Kabupaten Bogor untuk meningkatkan kepekaan terhadap situasi dan dinamika fiskal daerah yang saat ini menunjukkan adanya tekanan dan tantangan pada tahun anggaran 2026.

Sekda menyampaikan bahwa kondisi keuangan daerah ke depan diproyeksikan lebih menantang dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga diperlukan sikap waspada, adaptif, serta mampu menyesuaikan langkah kerja dengan prinsip efisiensi tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

“Dalam kondisi seperti ini, kita perlu memiliki sense of crisis atau kepekaan terhadap situasi krisis, agar setiap kebijakan dan penggunaan anggaran benar-benar tepat sasaran, efisien, dan tetap memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujar Sekda Ajat.

Ia menegaskan, seluruh perangkat daerah harus mampu melakukan penyesuaian strategi kerja, termasuk di sektor pelayanan kesehatan. Rumah sakit daerah diminta tetap menjaga kualitas layanan secara optimal dengan tata kelola yang lebih efisien, tanpa menambah beban pembiayaan yang tidak produktif.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bogor juga terus mendorong optimalisasi pemanfaatan aset daerah seperti videotron, taman, dan billboard, sebagai bagian dari upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah keterbatasan ruang fiskal.

Di sektor perpajakan, Pemkab Bogor akan memperkuat pendataan serta penataan perizinan villa di kawasan Puncak secara lebih tertib dan terukur guna mendukung optimalisasi penerimaan pajak daerah.

Meski menghadapi tekanan fiskal, Sekda menegaskan bahwa pelayanan publik tidak boleh terhenti. Program-program seperti penataan lingkungan, normalisasi saluran air, serta kebersihan kawasan tetap harus berjalan melalui penguatan kolaborasi dan semangat gotong royong lintas perangkat daerah dan masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara camat, kepala desa, perangkat daerah, hingga masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan pembangunan daerah. Salah satu bentuk nyata kolaborasi tersebut saat ini terlihat dalam penataan kawasan jalur Cijayanti–Bojong Koneng yang tengah dipersiapkan sebagai salah satu wajah Kabupaten Bogor.

Sekda Ajat menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor untuk terus memperkuat integritas, tata kelola pemerintahan yang akuntabel, serta memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal di tengah tantangan fiskal yang dihadapi daerah. (Diskominfo Kabupaten Bogor/***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

BPI KPNPA RI Kabupaten Bogor Mengucapkan Selamat Atas Kelulusan Tamtama Prada Firmansyah Simanjuntak

11 September 2026 - 23:51 WIB

Dugaan Penunjukan Plt Kasubag Kemenag Kabupaten Bogor Tak Sesuai Ketentuan, BPI: Jangan Cederai Sistem Merit ASN

10 September 2026 - 12:37 WIB

Dugaan Pengadaan Desa Tak Sesuai Perbup 116, BPI KPNPA RI Bogor Desak Pemeriksaan Kegiatan DDN dan FSL

10 September 2026 - 05:05 WIB

Ahli Waris dan Masyarakat Adat Serahkan Dukungan Hak Ulayat kepada Koperasi PTB, Rencana Pengelolaan Gunung Botak Menguat

9 September 2026 - 13:14 WIB

Dugaan Mafia Tanah PTSL Bojonggede 2019 Bergulir, Polda Metro Periksa Sekitar 50 Orang

9 September 2026 - 09:52 WIB

Trending on Bogor