Menu ✖

Dark Mode
Kapolres Buru Bersama Forkopimda Tinjau Langsung Lokasi PETI Gunung Nona BUPATI BURU DIAM, KEBERATAN DIKABULKAN? Kuasa Hukum Gugat Sikap Bungkam, SK Pengakuan AW sebagai Raja Petuanan Kaiely Dipersoalkan! Langkah Nyata Internasionalisasi Kampus, FKB UBSI Bangun Kolaborasi Akademik di Malaysia Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi Bupati, Wakil Bupati, dan Unsur Forkopimda Tinjau Gunung Botak, Awasi Program Penataan dan Pemulihan Pertambangan Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

Bogor

Abdul Latif Setiabudi Meminta Seluruh Guru Fokus KBM

badge-check


					Abdul Latif Setiabudi Meminta Seluruh Guru Fokus KBM Perbesar

SAHABAT PEMDA | BOGOR – Pengadilan Negeri (PN) Cibinong telah memutus perkara perdata No. 121/Pdt.G/2024/PN.Cbi dengan amar putusan yang menyatakan bahwa baik penggugat I, penggugat II, maupun tergugat I tetap sah menduduki jabatannya. Abdul Latif Setiabudi tetap sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Nurul Fadhilah, dengan Jumadi, S.Pd, sebagai sekretaris yayasan.

Hal ini ditegaskan oleh kuasa hukum Indra Darmawan, SH, dalam konferensi pers di SMA Yayasan Pendidikan Nurul Fadhilah, Kampung Bulaksaga, Desa Cibadung, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Sabtu (11/1/2025).

Indra Darmawan menyatakan bahwa tidak ada alasan untuk merasa khawatir terkait putusan PN Cibinong tersebut. “Belum ada dalam amar putusan tersebut yang menyatakan pihak mana yang menang. Jadi, jangan mudah terprovokasi. Semua masih dalam tahapan proses,” ujar Indra.

Ia menambahkan, pihaknya akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Bandung dengan harapan hakim dapat lebih cermat dalam mengambil keputusan. “Banyak fakta-fakta di persidangan yang diabaikan oleh hakim PN Cibinong,” tegasnya.

Indra juga menjelaskan isi putusan perkara No. 121/Pdt.G/2024/PN.Cbi yang dikeluarkan pada 6 Januari 2025. Dalam rekonvensi, gugatan penggugat rekonvensi/tergugat I konvensi dinyatakan tidak dapat diterima. Sedangkan dalam eksepsi, hakim mengabulkan eksepsi tergugat I dan tergugat II dengan pertimbangan adanya error in persona.Kuasa hukum lainnya, Diswan, SH, menyebutkan bahwa putusan tersebut mengandung kejanggalan. “Dalam gugatan dan surat kuasa kami, klien kami, Pak Abdul Latif dan Pak Jumadi, bertindak atas nama jabatannya sebagai Ketua dan Sekretaris Yayasan Pendidikan Nurul Fadhilah. Namun, hakim menyebut mereka bertindak atas nama pribadi, yang jelas-jelas tidak berdasar,” ungkap Diswan. Ia menegaskan bahwa pihaknya segera mengajukan banding dan melaporkan hakim PN Cibinong ke Komisi Yudisial (KY).

Sementara itu, Abdul Latif Setiabudi selaku Ketua Yayasan Pendidikan Nurul Fadhilah meminta seluruh tenaga pendidik, siswa, dan orang tua murid untuk tetap fokus pada kegiatan belajar mengajar (KBM). “Kami berharap proses hukum ini tidak mempengaruhi proses KBM,” tutup Abdul Latif. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi

19 October 2026 - 07:17 WIB

Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

16 October 2026 - 23:35 WIB

Warga Kelurahan Tengah Pertanyakan Realisasi Drainase Musrenbang 2025 dan Hadiah Kelurahan Terbaik Kabupaten Bogor

16 October 2026 - 02:04 WIB

Betonisasi Jalan Desa Ligarmukti Rp144,6 Juta Disorot, Retakan Bermunculan, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi?

15 October 2026 - 14:39 WIB

Reses di Cigudeg, Sastra Winara Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan Kabupaten Bogor

13 October 2026 - 14:03 WIB

Trending on Bogor