Menu

Dark Mode
OPINI : Ketika Gas 3 Kg Menjadi Barang Mewah bagi Warga Kolaka Nurjannah Rahawarin Tegaskan Aksi Jilid II LMND, Desak APH Usut Dugaan Penyalahgunaan Anggaran KTM Rp28 Miliar Viral di Media Sosial, Bupati Buru Gunakan Dana Pribadi Tambal Jalan Berlubang MCW Desak KPK dan Kejagung Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada Buru Rp33 Miliar Polres Buru Tegaskan Tidak Ada Barang Bukti 80 Gram dalam Kasus Saleh Tan Rudy Susmanto Kembali Antar Pemkab Bogor Raih WTP, Komitmen Tata Kelola Bersih Makin Kuat

Opini

Kemanakah Penegak Hukum di Kabupaten Bogor?

badge-check


					Penulis : Rizwan Riswanto Perbesar

Penulis : Rizwan Riswanto

SAHABAT PEMDA | OPINI – Perbuatan Melawan Hukum (PMH) di Kabupaten Bogor begitu nyata dan terang benderang. Keadaan ini menunjukkan betapa lemahnya pengawasan dan penindakan terhadap berbagai pelanggaran hukum yang terus terjadi di wilayah ini.

Salah satu kasus terbaru adalah temuan dugaan penyalahgunaan wewenang dan anggaran hibah di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor.

Temuan ini jelas tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

LHP tersebut mengungkapkan adanya kejanggalan dan pelanggaran yang bertentangan dengan aturan. Berita ini bahkan sempat mencuat di berbagai media lokal Kabupaten Bogor.

Namun, ketika saya mencoba mengonfirmasi kepada aparat penegak hukum, khususnya kejaksaan negeri Cibinong hingga kini belum ada tanggapan atau klarifikasi yang diberikan.

Diamnya aparat penegak hukum ini bukan pertama kali terjadi. Kasus-kasus serupa, seperti dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sejumlah sekolah di Kabupaten Bogor, juga hingga kini masih belum jelas statusnya.

Keadaan ini membuat masyarakat semakin mempertanyakan keberpihakan dan keberanian aparat hukum dalam menegakkan keadilan.

Seharusnya, aparat penegak hukum di Kabupaten Bogor belajar dari daerah lain. Banyak kasus penyalahgunaan dana hibah di tubuh KONI di wilayah lain yang telah masuk ke tahap penyidikan, bahkan ada yang sudah sampai ke pengadilan.

Aparat hukum di luar Kabupaten Bogor mampu bertindak tegas tanpa pandang bulu, memeriksa, menyidik, dan menindak jika bukti telah terpenuhi.

Namun, di Bogor, hal ini tampak berbeda. Masyarakat kecewa dengan sikap kejaksaan yang selalu bungkam dan diam ketika diminta klarifikasi terkait dugaan pelanggaran hukum.

Apakah aparat penegak hukum di Bogor akan terus seperti ini? Apakah mereka akan terus diam sementara pelanggaran hukum terjadi secara terang-terangan?

Masyarakat Bogor berharap ada perubahan nyata. Aparat penegak hukum harus membuktikan keberanian dan integritas mereka dalam menegakkan hukum, tanpa takut intervensi atau kepentingan.

Jika terus seperti ini, kepercayaan masyarakat kepada penegak hukum akan semakin terkikis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

OPINI : Ketika Gas 3 Kg Menjadi Barang Mewah bagi Warga Kolaka

11 June 2026 - 04:48 WIB

Rudy Susmanto Kembali Antar Pemkab Bogor Raih WTP, Komitmen Tata Kelola Bersih Makin Kuat

10 June 2026 - 12:00 WIB

Pemkab Bogor Raih WTP

Pemkab Bogor Percayakan Penyaluran Hewan Kurban kepada BPI KPNPA RI Bogor di Karadenan Kaum Pandak

28 May 2026 - 05:53 WIB

Sambut HJB ke-544, Pemkab Bogor dan Warga Jonggol Gelar Aksi Bersih Lingkungan dan Tanam 1.000 Pohon

23 May 2026 - 16:03 WIB

Sambut HJB ke-544

Bupati Rudy Susmanto Antar Kabupaten Bogor Raih Rekor MURI Lewat Pelayanan Publik Nonstop 100 Jam

22 May 2026 - 16:48 WIB

Trending on Bogor