Menu

Dark Mode
Diduga Diberhentikan Sepihak, Mantan Bendahara Desa Waigeren Tuntut Hak Gaji yang Ditahan BPI KPNPA RI Desak Kejari Bogor Bergerak Lebih Cepat: Jangan Biarkan Aktor Intelektual Kasus RSUD Parung Lolos dari Jerat Hukum Biarkan Eksavator Beroperasi di Tambang Gunung Nona dan Sungai Waemkedan, GMPRI Kecam Kapolres Buru Skandal RSUD Parung: BPI KPNPA RI Desak Kejagung Ambil Alih Jika Penanganan Perkara Tidak Menyentuh Aktor Utama BPI KPNPA RI Minta Kasus RSUD Parung Diusut Tuntas: Jangan Berbelit, Bongkar Semua Nama yang Terlibat! Menembus Keterbatasan di Pedalaman Buru: Semangat Disiplin dan Target Daya Saing SD Negeri 21 Fenaleisela

Life style

Komisi III DPRD Kota Bogor Temukan Banyak Kekurangan pada Proyek Taman Landbanking Al Falak Pagentongan

badge-check


					Komisi III DPRD Kota Bogor Temukan Banyak Kekurangan pada Proyek Taman Landbanking Al Falak Pagentongan Perbesar

SABDA KOTA BOGOR – Komisi III DPRD Kota Bogor melakukan sidak ke proyek Taman Landbanking Al Falak Pagentongan, Rabu (6/11/2024).

Sidak ini dipimpin Ketua Komisi Heri Cahyono serta dihadiri Wakil Ketua Beninu Argubie dan Sekretaris Iwan Iswanto. Turut hadir pula anggota Komisi III lainnya, yaitu Atty Somaddikarya, Murtadlo, dan Nasya Karisya Lestari.

Pada sidak ini, Komisi III menemukan sejumlah masalah pada proyek bernilai Rp732 juta ini. Sekretaris Komisi III, Iwan Iswanto, mengungkapkan kekhawatirannya terkait kompetensi tim pelaksana proyek. “Penanggung jawab proyek ini bukan lulusan sarjana arsitektur pertamanan, tetapi belajar secara otodidak,” ujar Iwan.

Iwan menambahkan bahwa kurangnya pendidikan formal pelaksana bisa berdampak pada kualitas pengerjaan proyek. “Proyek taman membutuhkan spesifikasi teknis yang baik, dan kompetensi pelaksana berpengaruh besar,” tegasnya.

Wakil Ketua Komisi III, Beninu Argubie, juga mengkritik pengawasan di lapangan yang dinilai kurang maksimal. “Kami menemukan cat gapura sudah lecet padahal proyek ini belum diserahterimakan,” katanya.

Beninu juga menyoroti kondisi trotoar taman yang tidak simetris. “Trotoar terlihat miring dan melengkung, menunjukkan pengawasan belum berjalan baik,” ujarnya.

Anggota Komisi III, Atty Somaddikarya, turut mengkritisi kualitas struktur pagar taman. “Tembok pagar terlihat melengkung, mencerminkan adanya masalah pelaksanaan proyek,” kata Atty.

Atty mengkhawatirkan dampak dari ketidaksesuaian tersebut pada masa depan taman. “Jika dibiarkan, kerusakan bisa lebih parah setelah diserahterimakan,” tambahnya.

Ketua Komisi III, Heri Cahyono, menyatakan bahwa pihaknya akan meminta penjelasan dari Disperumkim Kota Bogor dan CV Pratama Putra Berlian. “Kami tidak ingin proyek yang dikerjakan asal-asalan tanpa memperhatikan keamanan masyarakat,” tegas Heri.

Komisi III berkomitmen memantau perkembangan proyek hingga selesai. “Kami akan memastikan perbaikan dilakukan sebelum proyek diserahterimakan,” tutupnya. (andi/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Milad Al Ihya Bogor Ke-50 Tahun Dihadiri Ribuan Masyarakat, Momentum Syiar Islam dan Persatuan Umat

21 June 2026 - 08:20 WIB

Garuda KPP-RI Kota Bogor Desak Inspektorat Audit Dugaan Penyimpangan Anggaran Setda

7 January 2026 - 01:17 WIB

KPP Apresiasi Satpol PP Kota Bogor, Jaga Keindahan Alun-Alun Kota Bogor

20 January 2025 - 04:12 WIB

Kenapa Harus Atang Trisnanto Jadi Wali Kota Bogor? Ini Jawaban REGAT

21 November 2024 - 09:02 WIB

DPRD Kota Bogor Minta KPU Pastikan Pemungutan Suara Aman dan Inklusif

17 November 2024 - 08:30 WIB

DPRD Kota Bogor
Trending on Kota Bogor