Menu ✖

Dark Mode
Kapolres Buru Bersama Forkopimda Tinjau Langsung Lokasi PETI Gunung Nona BUPATI BURU DIAM, KEBERATAN DIKABULKAN? Kuasa Hukum Gugat Sikap Bungkam, SK Pengakuan AW sebagai Raja Petuanan Kaiely Dipersoalkan! Langkah Nyata Internasionalisasi Kampus, FKB UBSI Bangun Kolaborasi Akademik di Malaysia Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi Bupati, Wakil Bupati, dan Unsur Forkopimda Tinjau Gunung Botak, Awasi Program Penataan dan Pemulihan Pertambangan Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

Bogor

Strategi Atasi Kemacetan Puncak, Pj. Bupati Bogor dan Wamenhub Gelar Rakor

badge-check


					Strategi Atasi Kemacetan Puncak, Pj. Bupati Bogor dan Wamenhub Gelar Rakor Perbesar

Strategi Atasi Kemacetan Puncak

SAB-DA.com | CIBINONG – Penjabat (Pj.) Bupati Bogor, Bachril Bakri, dan Wakil Menteri Perhubungan RI, Suntana, menggelar rapat koordinasi.
Rakor membahas penanganan kemacetan di kawasan Puncak, digelar di Cibinong, Rabu (20/11).

Rakor juga membahas persiapan angkutan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
Hadir Plt. Kepala BPTJ, Dirjen Perhubungan Darat, Kepala BKT, Kabag Ops Korlantas Polri, dan Dirlantas Polda Jabar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Wakapolres Bogor, serta jajaran Kemenhub dan Pemkab Bogor turut hadir.
“Kami berdiskusi mencari solusi untuk kemacetan Puncak, khususnya di tujuh titik dari Ciawi hingga Cisarua,” ujar Bachril.

Bachril memaparkan solusi jangka pendek dan panjang, termasuk sistem satu arah (one way) serta angkutan massal.
“Melanjutkan pembangunan Jalur Puncak II juga jadi prioritas untuk solusi jangka panjang,” tambahnya.

Wakil Menteri Perhubungan, Suntana, menyiapkan tiga strategi: jangka pendek, menengah, dan panjang.
“Pembangunan jalan tol dan jalur alternatif adalah solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan,” jelasnya.

Ia menuturkan, pembangunan tol Caringin-Cisarua direkomendasikan oleh Kementerian PUPR untuk mengatasi kemacetan.
“Kami juga mengusulkan percepatan pembangunan Jalur Puncak II kepada pemerintah pusat,” imbuh Suntana.

Sebanyak 37% pengguna jalur Puncak menuju Cipanas dan Cianjur, sehingga perlu arus kendaraan terpecah.
“Rekomendasi lain adalah membangun jalan layang untuk mengatasi kemacetan yang makin kronis,” ungkap Suntana.

Pj. Bupati Bogor mendukung strategi, termasuk pembangunan jalur kereta api di masa mendatang.
“Semua rencana ini diharapkan mengurangi kemacetan yang selalu terjadi pada akhir pekan dan libur panjang,” tutupnya. (Fz/Diskominfo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi

19 October 2026 - 07:17 WIB

Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

16 October 2026 - 23:35 WIB

Warga Kelurahan Tengah Pertanyakan Realisasi Drainase Musrenbang 2025 dan Hadiah Kelurahan Terbaik Kabupaten Bogor

16 October 2026 - 02:04 WIB

Betonisasi Jalan Desa Ligarmukti Rp144,6 Juta Disorot, Retakan Bermunculan, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi?

15 October 2026 - 14:39 WIB

Reses di Cigudeg, Sastra Winara Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan Kabupaten Bogor

13 October 2026 - 14:03 WIB

Trending on Bogor