Menu

Dark Mode
Diduga Diberhentikan Sepihak, Mantan Bendahara Desa Waigeren Tuntut Hak Gaji yang Ditahan BPI KPNPA RI Desak Kejari Bogor Bergerak Lebih Cepat: Jangan Biarkan Aktor Intelektual Kasus RSUD Parung Lolos dari Jerat Hukum Biarkan Eksavator Beroperasi di Tambang Gunung Nona dan Sungai Waemkedan, GMPRI Kecam Kapolres Buru Skandal RSUD Parung: BPI KPNPA RI Desak Kejagung Ambil Alih Jika Penanganan Perkara Tidak Menyentuh Aktor Utama BPI KPNPA RI Minta Kasus RSUD Parung Diusut Tuntas: Jangan Berbelit, Bongkar Semua Nama yang Terlibat! Menembus Keterbatasan di Pedalaman Buru: Semangat Disiplin dan Target Daya Saing SD Negeri 21 Fenaleisela

Bogor

Rapat Paripurna DPRD Bukan Agenda Eksekutif, Rizwan Riswanto Minta Publik Lebih Cermat

badge-check


					oplus_8388608 Perbesar

oplus_8388608

SAHABAT PEMDA | CIBINONG – Menanggapi pemberitaan terkait keluhan sejumlah wartawan mengenai kurangnya sinergi antara insan pers dan Pemerintah Kabupaten Bogor, Ketua NGO Kabupaten Bogor Rizwan Riswanto menyampaikan pandangan yang menyejukkan dan bersifat edukatif.

Rizwan menilai, peran media dan pemerintah daerah sejatinya adalah mitra strategis dalam membangun transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik.

“Wartawan adalah bagian penting dalam proses pembangunan. Tanpa media, informasi publik tidak akan tersampaikan secara luas dan objektif. Karena itu, sinergi antara insan pers dan pemerintah harus dijaga melalui komunikasi yang terbuka dan saling menghormati,” ujar Rizwan, Rabu (22/10/25).

Namun, Rizwan juga menekankan pentingnya pemahaman konteks dalam setiap pemberitaan. Ia menjelaskan bahwa kegiatan paripurna DPRD Kabupaten Bogor yang sempat disebut dalam pemberitaan bukan merupakan kegiatan Bupati secara langsung, melainkan agenda resmi lembaga legislatif daerah (DPRD).

“Perlu diluruskan bahwa rapat paripurna bukan kegiatan Bupati, melainkan kegiatan DPRD. Pemerintah daerah hanya hadir sebagai bagian dari undangan resmi, sehingga tidak tepat jika kegiatan itu dikaitkan sepenuhnya dengan kebijakan atau kebijakan komunikasi Bupati,” jelasnya.

Rizwan mengajak semua pihak agar menjadikan situasi ini sebagai momentum untuk memperkuat literasi publik tentang tata kelola pemerintahan daerah.

“Masyarakat perlu memahami bahwa ada pembagian fungsi antara eksekutif dan legislatif. Pers berperan penting dalam menjelaskan hal itu secara benar, agar tidak timbul persepsi keliru di masyarakat,” imbuhnya.

Ia menegaskan, NGO Kabupaten Bogor mendorong kolaborasi positif antara media dan seluruh unsur pemerintahan daerah untuk memperkuat keterbukaan informasi.

“Kami yakin Bupati Bogor, Kang Rudi Susmanto, memiliki komitmen kuat terhadap keterbukaan dan kemitraan dengan media. Jika ada kendala teknis di lapangan, sebaiknya diselesaikan melalui dialog dan koordinasi, bukan dengan prasangka,” lanjut Rizwan.

Sebagai penutup, Rizwan menekankan pentingnya menjaga keseimbangan dalam menyampaikan kritik dan informasi.

“Kritik tetap perlu, tapi harus disampaikan secara proporsional dan berbasis fakta. Pers dan pemerintah memiliki tanggung jawab moral yang sama memberikan edukasi dan membangun kesadaran publik, bukan menimbulkan ketegangan,” tegasnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

BPI KPNPA RI Desak Kejari Bogor Bergerak Lebih Cepat: Jangan Biarkan Aktor Intelektual Kasus RSUD Parung Lolos dari Jerat Hukum

24 July 2026 - 02:04 WIB

BPI KPNPA RI Minta Kasus RSUD Parung Diusut Tuntas: Jangan Berbelit, Bongkar Semua Nama yang Terlibat!

22 July 2026 - 01:49 WIB

Pererat Tali Silaturahmi, Keluarga Besar H. Sangkuh Waji dan H. Mujiono Gelar Arisan Keluarga di Wisma Lokawiratama

19 July 2026 - 15:44 WIB

Rudy Susmanto dan Kemensos RI Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Jasinga, Pendidikan Gratis Berasrama Segera Hadir

13 July 2026 - 11:34 WIB

Atas Arahan Bupati Rudy Susmanto, Pemkab Bogor Kerahkan Alat Berat Angkut 60 Truk Sampah Penyumbat Kali Baru

10 July 2026 - 01:41 WIB

Trending on Bogor