Menu ✖

Dark Mode
Kapolres Buru Bersama Forkopimda Tinjau Langsung Lokasi PETI Gunung Nona BUPATI BURU DIAM, KEBERATAN DIKABULKAN? Kuasa Hukum Gugat Sikap Bungkam, SK Pengakuan AW sebagai Raja Petuanan Kaiely Dipersoalkan! Langkah Nyata Internasionalisasi Kampus, FKB UBSI Bangun Kolaborasi Akademik di Malaysia Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi Bupati, Wakil Bupati, dan Unsur Forkopimda Tinjau Gunung Botak, Awasi Program Penataan dan Pemulihan Pertambangan Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

Bogor

BPI KPNPA RI: Pengawas Sekolah Kecamatan Layak Jadi Pengguna Anggaran Sarpras Pendidikan

badge-check


					BPI KPNPA RI: Pengawas Sekolah Kecamatan Layak Jadi Pengguna Anggaran Sarpras Pendidikan Perbesar

SAHABAT PEMDA | BOGOR – Polemik berkepanjangan terkait pengelolaan proyek infrastruktur pendidikan di bawah Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor mendorong wacana perbaikan sistem.

Ketua Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Kabupaten Bogor, Rizwan Riswanto, menyarankan adanya pemisahan kewenangan dalam pelaksanaan kegiatan sarpras.

Menurut Rizwan, Bidang Sarpras tetap menjadi unit teknis yang merancang dan mengoordinasikan perencanaan pembangunan infrastruktur pendidikan. Namun, untuk memastikan pemerataan, efisiensi, dan pengawasan yang lebih maksimal, Rizwan mengusulkan agar kewenangan sebagai Pengguna Anggaran (PA) atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dilimpahkan kepada para Pengawas Sekolah yang berada di masing-masing kecamatan.

“Secara kepangkatan dan golongan, para Pengawas Sekolah sebenarnya sudah memenuhi syarat untuk menjadi PPK. Mereka lebih dekat dengan wilayah kerja, memahami kondisi riil sekolah, dan dapat melakukan kontrol langsung terhadap pelaksanaan kegiatan sarpras,” ujar Rizwan, Jumat (13/6).

Rizwan menambahkan, selama ini kewenangan anggaran yang terpusat di kantor Dinas Pendidikan sering kali menimbulkan ketidakefisienan, keterlambatan realisasi, bahkan rawan penyimpangan. Dengan pelimpahan kewenangan anggaran ke pengawas kecamatan, pelaksanaan proyek bisa lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan.

“Pengawasan akan lebih melekat. Para pengawas sekolah di kecamatan bisa langsung bertanggung jawab terhadap kegiatan pembangunan atau rehab sekolah di wilayahnya. Ini juga sebagai bentuk distribusi tanggung jawab yang lebih adil dan transparan,” tegas Rizwan.

Ia menegaskan bahwa langkah ini bukan untuk melemahkan peran Bidang Sarpras, melainkan sebagai penguatan sistem pelaksanaan dengan prinsip pemerataan dan efektivitas. Kabid Sarpras tetap mengelola perencanaan dan koordinasi teknis, sementara pelaksanaan di lapangan dapat diserahkan kepada pengawas yang memahami konteks lokal.

“Gagasan ini tinggal dilakukan kajian akademik untuk memastikan kelayakan implementasinya. Baik dari sisi regulasi, teknis birokrasi, maupun kesiapan SDM-nya,” jelas Rizwan.

Rizwan berharap Pemerintah Kabupaten Bogor dan Dinas Pendidikan dapat mempertimbangkan kebijakan ini sebagai bagian dari reformasi birokrasi dan tata kelola anggaran yang lebih akuntabel di sektor pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi

19 October 2026 - 07:17 WIB

Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

16 October 2026 - 23:35 WIB

Warga Kelurahan Tengah Pertanyakan Realisasi Drainase Musrenbang 2025 dan Hadiah Kelurahan Terbaik Kabupaten Bogor

16 October 2026 - 02:04 WIB

Betonisasi Jalan Desa Ligarmukti Rp144,6 Juta Disorot, Retakan Bermunculan, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi?

15 October 2026 - 14:39 WIB

Reses di Cigudeg, Sastra Winara Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan Kabupaten Bogor

13 October 2026 - 14:03 WIB

Trending on Bogor