Menu ✖

Dark Mode
Kapolres Buru Bersama Forkopimda Tinjau Langsung Lokasi PETI Gunung Nona BUPATI BURU DIAM, KEBERATAN DIKABULKAN? Kuasa Hukum Gugat Sikap Bungkam, SK Pengakuan AW sebagai Raja Petuanan Kaiely Dipersoalkan! Langkah Nyata Internasionalisasi Kampus, FKB UBSI Bangun Kolaborasi Akademik di Malaysia Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi Bupati, Wakil Bupati, dan Unsur Forkopimda Tinjau Gunung Botak, Awasi Program Penataan dan Pemulihan Pertambangan Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

Bogor

Pengadilan Tegaskan Kepengurusan Sah Yayasan Nurul Fadhilah

badge-check


					Pengadilan Tegaskan Kepengurusan Sah Yayasan Nurul Fadhilah Perbesar

SAHABAT PEMDA | BOGOR – Permasalahan yang melanda Yayasan Pendidikan Islam Nurul Fadhilah di Kampung Bulaksaga, Desa Cibadung, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor, akhirnya mencapai titik terang. Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Cibinong dalam perkara perdata No. 121/Pdt.G/2024/PN.Cbn memutuskan bahwa Abdul Latif Setiabudi tetap sah sebagai Ketua Pengurus Yayasan dan Jumadi, S.Pd., sebagai Sekretaris Yayasan.

Ketua Pengurus Yayasan, Abdul Latif Setiabudi, menyatakan bahwa sengketa ini bermula dari pemecatan sepihak terhadap beberapa pengurus yayasan dan lembaga pendidikan di bawah naungan yayasan, seperti SMAS Nurul Falah, tanpa melalui Rapat Dewan Pembina. Tindakan tersebut memicu konflik internal yang berkepanjangan.

“Alhamdulillah, kami telah menerima putusan dari Pengadilan Negeri Cibinong, dengan nomor perkara 121/Pdt.G/2024/PN.Cbn, pada 6 Januari 2024,” ungkap Abdul Latif Setiabudi yang didampingi oleh Penasehat Hukumnya, Indra Darmawan, S.H., kepada wartawan di Kantor DPC IWOI Kabupaten Bogor, Rabu (8/1/2025).

Indra menjelaskan bahwa gugatan dari Tergugat I, M. Yunus dan rekan-rekannya, tidak dapat diterima oleh PN Cibinong. Dalam eksepsi, Majelis Hakim mengabulkan keberatan dari Tergugat I dan Tergugat II dengan pertimbangan adanya “error in persona” terkait ketidaksesuaian nama yang tercantum (tertulis “Usup” seharusnya “Yusuf”) serta kewenangan gugatan.

“Kami berharap kepada tenaga pendidik, siswa, serta wali murid di MTs dan SMAS Nurul Falah untuk tidak terpengaruh oleh opini-opini yang menggiring seolah putusan ini terkait pemecatan pengurus. Sengketa ini lebih berkaitan dengan permasalahan administratif,” ujar Indra.

Ia juga menambahkan bahwa ke depan, seluruh pengurus Yayasan Nurul Fadhilah akan berkomitmen untuk memberikan pengabdian terbaik demi kemajuan yayasan.

Sengketa internal ini telah berlangsung sejak tahun 2023 dan diharapkan dengan putusan pengadilan, konflik yang terjadi dapat segera berakhir. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi

19 October 2026 - 07:17 WIB

Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

16 October 2026 - 23:35 WIB

Warga Kelurahan Tengah Pertanyakan Realisasi Drainase Musrenbang 2025 dan Hadiah Kelurahan Terbaik Kabupaten Bogor

16 October 2026 - 02:04 WIB

Betonisasi Jalan Desa Ligarmukti Rp144,6 Juta Disorot, Retakan Bermunculan, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi?

15 October 2026 - 14:39 WIB

Reses di Cigudeg, Sastra Winara Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan Kabupaten Bogor

13 October 2026 - 14:03 WIB

Trending on Bogor