Menu ✖

Dark Mode
Kapolres Buru Bersama Forkopimda Tinjau Langsung Lokasi PETI Gunung Nona BUPATI BURU DIAM, KEBERATAN DIKABULKAN? Kuasa Hukum Gugat Sikap Bungkam, SK Pengakuan AW sebagai Raja Petuanan Kaiely Dipersoalkan! Langkah Nyata Internasionalisasi Kampus, FKB UBSI Bangun Kolaborasi Akademik di Malaysia Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi Bupati, Wakil Bupati, dan Unsur Forkopimda Tinjau Gunung Botak, Awasi Program Penataan dan Pemulihan Pertambangan Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

Bogor

Pemkab Bogor Raih Penghargaan atas Akselerasi Penurunan Ketimpangan Kesejahteraan

badge-check


					Pemkab Bogor Raih Penghargaan atas Akselerasi Penurunan Ketimpangan Kesejahteraan Perbesar

SAHABAT PEMDA | JAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menerima penghargaan dalam kategori kinerja akselerasi pelaksanaan program strategis nasional sektor penurunan ketimpangan kesejahteraan masyarakat – fiskal sedang. Penghargaan diberikan Kementerian Dalam Negeri berkolaborasi dengan Tempo Media Group, di Jakarta, Senin (1/12).

Berbagi tugas dengan Bupati Bogor, Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri, pada ajang Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah tahun 2025. Hadir mendampingi Wabup Jaro Ade, Kepala Bidang Aplikasi Informatika Diskominfo, Dadang Imansyah.

Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade menyatakan bahwa penghargaan ini adalah kado istimewa yang didedikasikan sepenuhnya untuk masyarakat Kabupaten Bogor. Ini memberikan semangat bagi kami untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

“Malam ini ada sebuah kado untuk masyarakat Kabupaten Bogor. Kado ini adalah motivasi bagi kami untuk meningkatkan kinerja, dan tata kelola pemerintahan yang lebih baik lagi,” ujar Jaro Ade.

Jaro Ade menjelaskan, penghargaan ini secara spesifik menyoroti keberhasilan Pemkab Bogor dalam upaya menurunkan kesenjangan sosial dan ekonomi antara kelompok kaya dan miskin. Pencapaian ini adalah buah dari kolaborasi dan integrasi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Untuk menurunkan kesenjangan ekonomi, tentu perlu kolaborasi, terintegrasi antara seluruh dinas. Kami terus memperbaiki data, misalnya di Dinas Sosial, agar pemberian bantuan sosial kepada masyarakat itu tepat sasaran,” jelas Jaro Ade.

Ia menerangkan, tantangan besar yang dihadapi Kabupaten Bogor sebagai wilayah dengan jumlah penduduk terbesar, memerlukan kebersamaan dan keikhlasan dari seluruh elemen pemerintahan.
“Kita tidak bisa hanya kerja yang biasa-biasa saja, tapi kerjanya yang harus luar biasa,” tandasnya.

Jaro Ade mengajak jajaran jajaran Pemkab Bogor untuk menjadi pelayan yang istimewa dan menjadikan penghargaan Kemendagri ini sebagai semangat untuk menghasilkan kinerja yang gemilang. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi

19 October 2026 - 07:17 WIB

Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

16 October 2026 - 23:35 WIB

Warga Kelurahan Tengah Pertanyakan Realisasi Drainase Musrenbang 2025 dan Hadiah Kelurahan Terbaik Kabupaten Bogor

16 October 2026 - 02:04 WIB

Betonisasi Jalan Desa Ligarmukti Rp144,6 Juta Disorot, Retakan Bermunculan, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi?

15 October 2026 - 14:39 WIB

Reses di Cigudeg, Sastra Winara Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan Kabupaten Bogor

13 October 2026 - 14:03 WIB

Trending on Bogor