Menu

Dark Mode
Pemkab Buru Dorong Dukungan Perbankan Untuk Percepatan Program Rumah Subsidi PLN ULPLTD Namlea Mulai Gunakan Biosolar B50, Dukung Transisi Energi Bersih Kemarau Panjang, Debit Air Sumur PDAM Buru Menurun, Distribusi Ke Pelanggan Terganggu Diduga Diberhentikan Sepihak, Mantan Bendahara Desa Waigeren Tuntut Hak Gaji yang Ditahan BPI KPNPA RI Desak Kejari Bogor Bergerak Lebih Cepat: Jangan Biarkan Aktor Intelektual Kasus RSUD Parung Lolos dari Jerat Hukum Biarkan Eksavator Beroperasi di Tambang Gunung Nona dan Sungai Waemkedan, GMPRI Kecam Kapolres Buru

Buru

Kemarau Panjang, Debit Air Sumur PDAM Buru Menurun, Distribusi Ke Pelanggan Terganggu

badge-check


					Kemarau Panjang, Debit Air Sumur PDAM Buru Menurun, Distribusi Ke Pelanggan Terganggu Perbesar

Namlea – Musim kemarau yang berlangsung hampir satu bulan terakhir menyebabkan debit air pada sejumlah sumur milik PDAM Kabupaten Buru mengalami penurunan. Kondisi ini berdampak pada terganggunya distribusi air bersih ke rumah-rumah pelanggan, khususnya di wilayah Kota Namlea.

Pelaksana Tugas (Pjs.) Direktur PDAM Kabupaten Buru, Abdul Rahim, mengatakan berkurangnya debit air membuat pompa berkapasitas besar tidak dapat beroperasi secara maksimal. Akibatnya, pasokan air bersih yang dialirkan kepada pelanggan ikut menurun.

“Debit air yang masuk ke sumur semakin berkurang sehingga pompa tidak bisa bekerja secara optimal. Hal ini berdampak pada pelayanan distribusi air kepada masyarakat,” kata Abdul Rahim di ruang kerjanya, Kamis (30/7/2026).

Ia menjelaskan, PDAM Kabupaten Buru mengandalkan empat sumur sebagai sumber air baku yang melayani kebutuhan pelanggan di Kota Namlea. Keempat sumur tersebut berada di dua lokasi, yakni Desa Lala dan Desa Karang Jaya.

Menurut Abdul Rahim, saat ini hanya Pompa 11 dan satu pompa berukuran lebih kecil yang masih dioperasikan. Namun, Pompa 11 tidak dapat bekerja dengan kapasitas penuh karena keterbatasan debit air, sedangkan pompa kecil hanya mampu menghasilkan volume air yang terbatas.

Untuk meminimalkan dampak gangguan distribusi, petugas PDAM terus melakukan pemantauan terhadap pintu-pintu air dan mengatur sistem pengaliran agar pasokan tetap dapat menjangkau pelanggan. Selain itu, pihak manajemen juga rutin melakukan pengawasan langsung ke lapangan.

Menghadapi kondisi tersebut, PDAM Kabupaten Buru berencana melaporkan persoalan penurunan debit air kepada Bupati Buru dengan harapan mendapat dukungan dalam penanganan krisis air bersih yang terjadi saat ini.
Meski dihadapkan pada keterbatasan sumber air akibat musim kemarau, Abdul Rahim menegaskan pihaknya akan terus berupaya menormalkan distribusi air bersih sehingga pelayanan kepada pelanggan dapat kembali berjalan optimal.

Harapan kami kepada Masyarakat pelanggaran yang berada di kota Namlea, dengan adanya hambatan – hambatan intalasi yang terjadi mohon maap dan mohon dik maklumi atas terjadi insiden tidak lancaran penyaluran Air, dan kami akan pihak kedepannya akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan yang lebih optimal pungkasnya (yyt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemkab Buru Dorong Dukungan Perbankan Untuk Percepatan Program Rumah Subsidi

30 July 2026 - 14:10 WIB

PLN ULPLTD Namlea Mulai Gunakan Biosolar B50, Dukung Transisi Energi Bersih

30 July 2026 - 14:02 WIB

Diduga Diberhentikan Sepihak, Mantan Bendahara Desa Waigeren Tuntut Hak Gaji yang Ditahan

28 July 2026 - 03:58 WIB

Biarkan Eksavator Beroperasi di Tambang Gunung Nona dan Sungai Waemkedan, GMPRI Kecam Kapolres Buru

23 July 2026 - 02:43 WIB

Menembus Keterbatasan di Pedalaman Buru: Semangat Disiplin dan Target Daya Saing SD Negeri 21 Fenaleisela

22 July 2026 - 01:45 WIB

Trending on Buru