Buru, Maluku Program pembangunan 3 juta rumah subsidi di Provinsi Maluku belum berjalan maksimal. Di Kabupaten Buru, dari total kuota 300 unit rumah subsidi, baru 48 unit yang sudah dibangun.
Hal tersebut disampaikan oleh Muhammad Ihsan Albram. Ia menjelaskan bahwa kuota 300 unit untuk Kabupaten Buru merupakan bagian dari jatah 3.000 unit untuk seluruh Provinsi Maluku.
“Sampai dengan sekarang yang baru terbangun itu 48 unit. Dari 44 yang sudah terbangun itu baru 5 yang KPR,” kata Ihsan.
Ia menyebut keterlambatan pembangunan terjadi karena pengembang mengalami kendala finansial, khususnya terkait pencairan dana dari Bank BTN. Saat ini progres fisik di lapangan baru mencapai 44 unit.
“Masih banyak yang belum bisa dibangun karena ada kendala-kendala finansial yang dihadapi oleh pengembang,” ujarnya.
Ihsan berharap ada intervensi dari Pemerintah Provinsi Maluku selaku penanggung jawab program agar dapat mendorong Bank BTN untuk membantu mempercepat pembangunan rumah subsidi di Kabupaten Buru.
“Yang memiliki tanggung jawab program ini untuk bisa mengintervensi Bank BTN agar bisa membantu pembangunan rumah subsidi di Kabupaten Buru ini,” tutupnya. (yyt)











