CIBINONG, BOGOR – Langkah berani dan suportif yang ditunjukkan Bupati Bogor dengan menjalani tes urine secara sukarela menuai apresiasi luas dari berbagai elemen masyarakat.
Tindakan tersebut dinilai sebagai manifestasi nyata komitmen pimpinan daerah dalam menciptakan lingkungan pemerintahan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika (Bersinar).
Apresiasi juga datang dari Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Ahmad Yaudin Sogir. Ia menilai langkah tersebut bukan sekadar simbolis, melainkan pesan kuat bahwa integritas harus dimulai dari pucuk pimpinan.
“Keberanian pimpinan daerah untuk menjalani tes urine lebih dahulu adalah bentuk keteladanan (lead by example) yang patut dicontoh. Ini menunjukkan transparansi dan keseriusan dalam memerangi narkoba di lingkungan birokrasi,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Kamis (2/4).
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa langkah tersebut harus diikuti oleh seluruh jajaran pemerintahan di bawahnya, mulai dari kepala Dinas, Kabid, Kasi hingga camat dan kepala desa beserta seluruh perangkatnya.
Menurutnya, komitmen kolektif sangat dibutuhkan agar upaya pemberantasan narkoba tidak berhenti pada level elit semata.
“Seluruh Kadis, Kabid, kasi, camat, kepala desa, hingga jajaran perangkat di tingkat bawah harus ikut serta. Ini penting untuk memastikan bahwa seluruh lini pemerintahan benar-benar bersih dari penyalahgunaan narkotika,” tambahnya.
Salah satu poin utama adalah pelaksanaan tes urine massal bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), mulai dari pejabat eselon hingga staf pelaksana.
Selain itu, pelaksanaan tes urine diharapkan dilakukan secara berkala dan acak (random check), guna menjaga konsistensi komitmen antinarkoba di lingkungan kerja.
Transparansi hasil juga menjadi sorotan penting, di mana publik didorong untuk dapat mengakses data secara statistik sebagai bentuk akuntabilitas pemerintah.
Tak hanya itu, penguatan sinergi dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor dinilai krusial, baik dalam aspek pencegahan, edukasi, hingga rehabilitasi bagi ASN yang terindikasi.
Menurut Ahmad Yaudin Sogir, bersihnya aparatur negara dari narkoba merupakan syarat mutlak bagi terciptanya tata kelola pemerintahan yang sehat dan produktif.
“Langkah Bupati adalah awal yang sangat baik. Kini saatnya seluruh mesin birokrasi Kabupaten Bogor membuktikan komitmen yang sama. Jangan sampai ada oknum yang mencoreng institusi karena keterlibatan dengan barang haram,” pungkasnya.
Dengan dukungan dari legislatif, serta seluruh elemen pemerintahan hingga tingkat desa, diharapkan Kabupaten Bogor dapat menjadi wilayah yang bersih, berwibawa, dan benar-benar bebas dari penyalahgunaan narkoba. (***)











