Menu ✖

Dark Mode
Kapolres Buru Bersama Forkopimda Tinjau Langsung Lokasi PETI Gunung Nona BUPATI BURU DIAM, KEBERATAN DIKABULKAN? Kuasa Hukum Gugat Sikap Bungkam, SK Pengakuan AW sebagai Raja Petuanan Kaiely Dipersoalkan! Langkah Nyata Internasionalisasi Kampus, FKB UBSI Bangun Kolaborasi Akademik di Malaysia Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi Bupati, Wakil Bupati, dan Unsur Forkopimda Tinjau Gunung Botak, Awasi Program Penataan dan Pemulihan Pertambangan Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

Bogor

Rapat Paripurna DPRD Bukan Agenda Eksekutif, Rizwan Riswanto Minta Publik Lebih Cermat

badge-check


					oplus_8388608 Perbesar

oplus_8388608

SAHABAT PEMDA | CIBINONG – Menanggapi pemberitaan terkait keluhan sejumlah wartawan mengenai kurangnya sinergi antara insan pers dan Pemerintah Kabupaten Bogor, Ketua NGO Kabupaten Bogor Rizwan Riswanto menyampaikan pandangan yang menyejukkan dan bersifat edukatif.

Rizwan menilai, peran media dan pemerintah daerah sejatinya adalah mitra strategis dalam membangun transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik.

“Wartawan adalah bagian penting dalam proses pembangunan. Tanpa media, informasi publik tidak akan tersampaikan secara luas dan objektif. Karena itu, sinergi antara insan pers dan pemerintah harus dijaga melalui komunikasi yang terbuka dan saling menghormati,” ujar Rizwan, Rabu (22/10/25).

Namun, Rizwan juga menekankan pentingnya pemahaman konteks dalam setiap pemberitaan. Ia menjelaskan bahwa kegiatan paripurna DPRD Kabupaten Bogor yang sempat disebut dalam pemberitaan bukan merupakan kegiatan Bupati secara langsung, melainkan agenda resmi lembaga legislatif daerah (DPRD).

“Perlu diluruskan bahwa rapat paripurna bukan kegiatan Bupati, melainkan kegiatan DPRD. Pemerintah daerah hanya hadir sebagai bagian dari undangan resmi, sehingga tidak tepat jika kegiatan itu dikaitkan sepenuhnya dengan kebijakan atau kebijakan komunikasi Bupati,” jelasnya.

Rizwan mengajak semua pihak agar menjadikan situasi ini sebagai momentum untuk memperkuat literasi publik tentang tata kelola pemerintahan daerah.

“Masyarakat perlu memahami bahwa ada pembagian fungsi antara eksekutif dan legislatif. Pers berperan penting dalam menjelaskan hal itu secara benar, agar tidak timbul persepsi keliru di masyarakat,” imbuhnya.

Ia menegaskan, NGO Kabupaten Bogor mendorong kolaborasi positif antara media dan seluruh unsur pemerintahan daerah untuk memperkuat keterbukaan informasi.

“Kami yakin Bupati Bogor, Kang Rudi Susmanto, memiliki komitmen kuat terhadap keterbukaan dan kemitraan dengan media. Jika ada kendala teknis di lapangan, sebaiknya diselesaikan melalui dialog dan koordinasi, bukan dengan prasangka,” lanjut Rizwan.

Sebagai penutup, Rizwan menekankan pentingnya menjaga keseimbangan dalam menyampaikan kritik dan informasi.

“Kritik tetap perlu, tapi harus disampaikan secara proporsional dan berbasis fakta. Pers dan pemerintah memiliki tanggung jawab moral yang sama memberikan edukasi dan membangun kesadaran publik, bukan menimbulkan ketegangan,” tegasnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi

19 October 2026 - 07:17 WIB

Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

16 October 2026 - 23:35 WIB

Warga Kelurahan Tengah Pertanyakan Realisasi Drainase Musrenbang 2025 dan Hadiah Kelurahan Terbaik Kabupaten Bogor

16 October 2026 - 02:04 WIB

Betonisasi Jalan Desa Ligarmukti Rp144,6 Juta Disorot, Retakan Bermunculan, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi?

15 October 2026 - 14:39 WIB

Reses di Cigudeg, Sastra Winara Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan Kabupaten Bogor

13 October 2026 - 14:03 WIB

Trending on Bogor