Menu ✖

Dark Mode
Kapolres Buru Bersama Forkopimda Tinjau Langsung Lokasi PETI Gunung Nona BUPATI BURU DIAM, KEBERATAN DIKABULKAN? Kuasa Hukum Gugat Sikap Bungkam, SK Pengakuan AW sebagai Raja Petuanan Kaiely Dipersoalkan! Langkah Nyata Internasionalisasi Kampus, FKB UBSI Bangun Kolaborasi Akademik di Malaysia Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi Bupati, Wakil Bupati, dan Unsur Forkopimda Tinjau Gunung Botak, Awasi Program Penataan dan Pemulihan Pertambangan Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

Bogor

Upaya Peningkatan Ekonomi Lokal: Pembangunan Pasar Rakyat Leuwiliang Resmi Dimulai

badge-check


					Upaya Peningkatan Ekonomi Lokal: Pembangunan Pasar Rakyat Leuwiliang Resmi Dimulai Perbesar

LEUWILIANG – Perumda Pasar Tohaga Kabupaten Bogor resmi memulai pembangunan Pasar Rakyat Leuwiliang. Ditandai dengan pemasangan tiang pancang pertama pada Rabu (18/6/25), langkah ini menjadi bagian dari strategi pemulihan dan revitalisasi ekonomi lokal pascakebakaran hebat yang melanda pasar tersebut.Mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Bogor, Andri Hadian, menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Bogor guna menghidupkan kembali aktivitas ekonomi warga terdampak.

“Pembangunan pasar ini adalah bentuk tanggap cepat Pemkab Bogor untuk memulihkan ekonomi masyarakat pasca kebakaran hebat yang terjadi pada 27 September 2023 dan menyebabkan kerugian besar bagi ratusan pedagang,” ujarnya.

Diketahui, Pasar Rakyat Leuwiliang akan berdiri di atas lahan seluas 21.629 meter persegi, menampilkan tiga bangunan utama berdesain modern yang tetap berpijak pada identitas lokal. Fasad ikonik di bagian depan dirancang menjadi daya tarik visual pasar, sedangkan blok A dan B akan dihubungkan oleh jembatan penghubung yang memungkinkan pengunjung menikmati pemandangan aktivitas pasar dari ketinggian.

Selain itu, akses jalan selebar 8 meter turut disiapkan, memungkinkan pergerakan kendaraan, termasuk unit pemadam kebakaran, dalam kondisi darurat.Proyek revitalisasi ini dikerjakan oleh Perumda Pasar Tohaga bekerja sama dengan PT. Maharaja Raffles Nusantara selaku investor. Fasilitas pasar akan mencakup 1.439 unit dagang, terdiri dari 140 toko, 809 kios, dan 490 los.

“Pasar ini akan menjadi salah satu pasar rakyat terbesar dan termodern di Kabupaten Bogor,” jelas Andri.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap pedagang terdampak, Pemkab Bogor telah lebih dulu membangun Tempat Penampungan Sementara (TPS) sebelum pembangunan pasar dimulai.

“Sosialisasi intensif juga sudah kita lakukan sejak Mei lalu, untuk memastikan kesiapan dan dukungan lintas sektor,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam proses pembangunan.

“Pasar ini bukan hanya tempat berdagang, tapi juga aset daerah dan warisan masa depan. Ini adalah simbol harapan, semangat kebersamaan, dan kebangkitan ekonomi rakyat,” tegas Andri.

Pasar Rakyat Leuwiliang ditargetkan menjadi pasar rakyat berstandar SNI kedua di Kabupaten Bogor, setelah Pasar Cisarua, serta diharapkan menjadi pasar terbaik di wilayah Leuwiliang.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga, Haris Setiawan, memastikan bahwa konsep pembangunan pasar mengedepankan standar SNI, ramah lingkungan, serta mengandung unsur budaya lokal dan legenda Leuwiliang.

“Ini akan menjadi pasar tradisional yang bersih, nyaman, dan tertata. Kami menargetkan rampung dalam 18 bulan, bahkan lebih cepat jika memungkinkan,” ujarnya.

Sebagai upaya mitigasi terhadap risiko kebakaran, Haris menyebut seluruh karyawan pasar akan mendapatkan pelatihan dasar pemadam kebakaran.

“Ini bagian dari peningkatan sistem keamanan pasar dan perlindungan aset pedagang,” tambahnya.

Direktur Utama PT. Maharaja Raffles Nusantara, Frans Susanto, menyebut proyek ini sebagai kebanggaan baru bagi masyarakat Bogor.

“Kami pastikan pembangunan akan dilakukan dengan kualitas terbaik dan memperhatikan kenyamanan pedagang dan pengunjung,” imbuh Frans.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi

19 October 2026 - 07:17 WIB

Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

16 October 2026 - 23:35 WIB

Warga Kelurahan Tengah Pertanyakan Realisasi Drainase Musrenbang 2025 dan Hadiah Kelurahan Terbaik Kabupaten Bogor

16 October 2026 - 02:04 WIB

Betonisasi Jalan Desa Ligarmukti Rp144,6 Juta Disorot, Retakan Bermunculan, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi?

15 October 2026 - 14:39 WIB

Reses di Cigudeg, Sastra Winara Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan Kabupaten Bogor

13 October 2026 - 14:03 WIB

Trending on Bogor