Menu ✖

Dark Mode
Kapolres Buru Bersama Forkopimda Tinjau Langsung Lokasi PETI Gunung Nona BUPATI BURU DIAM, KEBERATAN DIKABULKAN? Kuasa Hukum Gugat Sikap Bungkam, SK Pengakuan AW sebagai Raja Petuanan Kaiely Dipersoalkan! Langkah Nyata Internasionalisasi Kampus, FKB UBSI Bangun Kolaborasi Akademik di Malaysia Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi Bupati, Wakil Bupati, dan Unsur Forkopimda Tinjau Gunung Botak, Awasi Program Penataan dan Pemulihan Pertambangan Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

Bogor

Ketua BPI KPNPA RI Bogor Raya Desak Penegak Hukum Periksa Manajemen Pasar Tohaga

badge-check


					Ketua BPI KPNPA RI Bogor Raya Desak Penegak Hukum Periksa Manajemen Pasar Tohaga Perbesar

SAHABAT PEMDA | BOGOR – Ketua Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Bogor Raya, Rizwan Riswanto, menyoroti rendahnya tingkat profitabilitas Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Tohaga Kabupaten Bogor.

Ia menilai, kinerja keuangan Perumda yang mengelola 30 pasar tradisional tersebut jauh dari harapan publik.

Menurut Rizwan, dengan penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Bogor sebesar Rp129,75 miliar hingga akhir 2022, Pasar Tohaga hanya mampu membukukan laba bersih sebesar Rp1,69 miliar.

Hal ini menunjukkan tingkat pengembalian ekuitas (ROE) yang sangat rendah, yaitu sekitar 1,31 persen.

“Profitabilitas Pasar Tohaga sangat memprihatinkan. Jika dibandingkan dengan bunga deposito bank yang rata-rata bisa mencapai 3 hingga 5 persen per tahun, keuntungan Pasar Tohaga jauh di bawah itu,” ujar Rizwan Riswanto kepada awak media, Minggu (27/4/2025).

Ia menambahkan, fakta bahwa bunga deposito lebih besar dari laba bersih BUMD menunjukkan adanya ketidakefisienan serius dalam pengelolaan 30 pasar yang menjadi aset penting daerah.

“Ini menjadi indikator awal bahwa ada potensi masalah dalam pengelolaan. Padahal mereka mengelola aset publik yang besar,” tegas Rizwan.

Karena itu, Rizwan Riswanto mendesak Aparat Penegak Hukum, baik Kepolisian maupun Kejaksaan, untuk segera turun tangan memeriksa manajemen Perumda Pasar Tohaga.

“Kami meminta Kepolisian dan Kejaksaan memeriksa pengelolaan keuangan Pasar Tohaga. Jangan sampai ada penyimpangan yang merugikan daerah dan masyarakat,” serunya.

Rizwan juga mengingatkan, sebagai BUMD yang 100 persen dimiliki Pemerintah Kabupaten Bogor, Perumda Pasar Tohaga wajib menunjukkan kinerja keuangan yang sehat dan transparan.

“Setiap rupiah yang dikelola harus dipertanggungjawabkan. BUMD jangan sampai menjadi sarang penyimpangan, tapi harus menjadi motor penggerak ekonomi rakyat,” tutup Rizwan Riswanto. (Andi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi

19 October 2026 - 07:17 WIB

Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

16 October 2026 - 23:35 WIB

Warga Kelurahan Tengah Pertanyakan Realisasi Drainase Musrenbang 2025 dan Hadiah Kelurahan Terbaik Kabupaten Bogor

16 October 2026 - 02:04 WIB

Betonisasi Jalan Desa Ligarmukti Rp144,6 Juta Disorot, Retakan Bermunculan, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi?

15 October 2026 - 14:39 WIB

Reses di Cigudeg, Sastra Winara Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan Kabupaten Bogor

13 October 2026 - 14:03 WIB

Trending on Bogor