SAHABAT PEMDA | BOGOR – Ketua Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Bogor Raya, Rizwan Riswanto, menyoroti rendahnya tingkat profitabilitas Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Tohaga Kabupaten Bogor.
Ia menilai, kinerja keuangan Perumda yang mengelola 30 pasar tradisional tersebut jauh dari harapan publik.
Menurut Rizwan, dengan penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Bogor sebesar Rp129,75 miliar hingga akhir 2022, Pasar Tohaga hanya mampu membukukan laba bersih sebesar Rp1,69 miliar.
Hal ini menunjukkan tingkat pengembalian ekuitas (ROE) yang sangat rendah, yaitu sekitar 1,31 persen.
“Profitabilitas Pasar Tohaga sangat memprihatinkan. Jika dibandingkan dengan bunga deposito bank yang rata-rata bisa mencapai 3 hingga 5 persen per tahun, keuntungan Pasar Tohaga jauh di bawah itu,” ujar Rizwan Riswanto kepada awak media, Minggu (27/4/2025).
Ia menambahkan, fakta bahwa bunga deposito lebih besar dari laba bersih BUMD menunjukkan adanya ketidakefisienan serius dalam pengelolaan 30 pasar yang menjadi aset penting daerah.
“Ini menjadi indikator awal bahwa ada potensi masalah dalam pengelolaan. Padahal mereka mengelola aset publik yang besar,” tegas Rizwan.
Karena itu, Rizwan Riswanto mendesak Aparat Penegak Hukum, baik Kepolisian maupun Kejaksaan, untuk segera turun tangan memeriksa manajemen Perumda Pasar Tohaga.
“Kami meminta Kepolisian dan Kejaksaan memeriksa pengelolaan keuangan Pasar Tohaga. Jangan sampai ada penyimpangan yang merugikan daerah dan masyarakat,” serunya.
Rizwan juga mengingatkan, sebagai BUMD yang 100 persen dimiliki Pemerintah Kabupaten Bogor, Perumda Pasar Tohaga wajib menunjukkan kinerja keuangan yang sehat dan transparan.
“Setiap rupiah yang dikelola harus dipertanggungjawabkan. BUMD jangan sampai menjadi sarang penyimpangan, tapi harus menjadi motor penggerak ekonomi rakyat,” tutup Rizwan Riswanto. (Andi)











