Menu

Dark Mode
Diduga Diberhentikan Sepihak, Mantan Bendahara Desa Waigeren Tuntut Hak Gaji yang Ditahan BPI KPNPA RI Desak Kejari Bogor Bergerak Lebih Cepat: Jangan Biarkan Aktor Intelektual Kasus RSUD Parung Lolos dari Jerat Hukum Biarkan Eksavator Beroperasi di Tambang Gunung Nona dan Sungai Waemkedan, GMPRI Kecam Kapolres Buru Skandal RSUD Parung: BPI KPNPA RI Desak Kejagung Ambil Alih Jika Penanganan Perkara Tidak Menyentuh Aktor Utama BPI KPNPA RI Minta Kasus RSUD Parung Diusut Tuntas: Jangan Berbelit, Bongkar Semua Nama yang Terlibat! Menembus Keterbatasan di Pedalaman Buru: Semangat Disiplin dan Target Daya Saing SD Negeri 21 Fenaleisela

Bogor

Ketua BPI KPNPA RI Bogor Raya Desak Penegak Hukum Periksa Manajemen Pasar Tohaga

badge-check


					Ketua BPI KPNPA RI Bogor Raya Desak Penegak Hukum Periksa Manajemen Pasar Tohaga Perbesar

SAHABAT PEMDA | BOGOR – Ketua Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Bogor Raya, Rizwan Riswanto, menyoroti rendahnya tingkat profitabilitas Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Tohaga Kabupaten Bogor.

Ia menilai, kinerja keuangan Perumda yang mengelola 30 pasar tradisional tersebut jauh dari harapan publik.

Menurut Rizwan, dengan penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Bogor sebesar Rp129,75 miliar hingga akhir 2022, Pasar Tohaga hanya mampu membukukan laba bersih sebesar Rp1,69 miliar.

Hal ini menunjukkan tingkat pengembalian ekuitas (ROE) yang sangat rendah, yaitu sekitar 1,31 persen.

“Profitabilitas Pasar Tohaga sangat memprihatinkan. Jika dibandingkan dengan bunga deposito bank yang rata-rata bisa mencapai 3 hingga 5 persen per tahun, keuntungan Pasar Tohaga jauh di bawah itu,” ujar Rizwan Riswanto kepada awak media, Minggu (27/4/2025).

Ia menambahkan, fakta bahwa bunga deposito lebih besar dari laba bersih BUMD menunjukkan adanya ketidakefisienan serius dalam pengelolaan 30 pasar yang menjadi aset penting daerah.

“Ini menjadi indikator awal bahwa ada potensi masalah dalam pengelolaan. Padahal mereka mengelola aset publik yang besar,” tegas Rizwan.

Karena itu, Rizwan Riswanto mendesak Aparat Penegak Hukum, baik Kepolisian maupun Kejaksaan, untuk segera turun tangan memeriksa manajemen Perumda Pasar Tohaga.

“Kami meminta Kepolisian dan Kejaksaan memeriksa pengelolaan keuangan Pasar Tohaga. Jangan sampai ada penyimpangan yang merugikan daerah dan masyarakat,” serunya.

Rizwan juga mengingatkan, sebagai BUMD yang 100 persen dimiliki Pemerintah Kabupaten Bogor, Perumda Pasar Tohaga wajib menunjukkan kinerja keuangan yang sehat dan transparan.

“Setiap rupiah yang dikelola harus dipertanggungjawabkan. BUMD jangan sampai menjadi sarang penyimpangan, tapi harus menjadi motor penggerak ekonomi rakyat,” tutup Rizwan Riswanto. (Andi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

BPI KPNPA RI Desak Kejari Bogor Bergerak Lebih Cepat: Jangan Biarkan Aktor Intelektual Kasus RSUD Parung Lolos dari Jerat Hukum

24 July 2026 - 02:04 WIB

BPI KPNPA RI Minta Kasus RSUD Parung Diusut Tuntas: Jangan Berbelit, Bongkar Semua Nama yang Terlibat!

22 July 2026 - 01:49 WIB

Pererat Tali Silaturahmi, Keluarga Besar H. Sangkuh Waji dan H. Mujiono Gelar Arisan Keluarga di Wisma Lokawiratama

19 July 2026 - 15:44 WIB

Rudy Susmanto dan Kemensos RI Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Jasinga, Pendidikan Gratis Berasrama Segera Hadir

13 July 2026 - 11:34 WIB

Atas Arahan Bupati Rudy Susmanto, Pemkab Bogor Kerahkan Alat Berat Angkut 60 Truk Sampah Penyumbat Kali Baru

10 July 2026 - 01:41 WIB

Trending on Bogor