BOGOR – Tiga anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Daerah Pemilihan (Dapil) II, yakni Beben Suhendar dari Fraksi Gerindra, Amin Sugandi dari Fraksi Golkar, dan Rudi Sabana dari Fraksi NasDem, meninjau rumah dinas di lingkungan Puskesmas Klapanunggal setelah menggelar reses masa sidang III Tahun 2025–2026.
Ketiganya menemukan kondisi bangunan yang dinilai tidak layak dan sudah sekitar empat tahun tidak difungsikan. Mereka mendorong agar bangunan tersebut dialihfungsikan menjadi fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.
Peninjauan itu turut melibatkan Camat Klapanunggal dan Kepala Puskesmas Klapanunggal. Kegiatan tersebut menindaklanjuti aspirasi warga yang menginginkan peningkatan fasilitas kesehatan, terutama penyediaan ruang rawat inap yang hingga kini belum tersedia di Puskesmas Klapanunggal.
Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Beben Suhendar, menilai pemanfaatan kembali rumah dinas tersebut sebagai ruang perawatan akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Dari hasil reses, masyarakat menyampaikan bahwa Puskesmas Klapanunggal membutuhkan ruang perawatan. Ada rumah dinas yang sudah empat tahun tidak digunakan. Daripada direhabilitasi kembali menjadi rumah dinas tetapi tidak ditempati, lebih baik dialihfungsikan menjadi ruang perawatan dan pelayanan agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujar Beben.
Selain memanfaatkan bangunan rumah dinas, Beben melihat adanya lahan yang berpotensi dikembangkan untuk mendukung peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Klapanunggal.
Ia menjelaskan bahwa pihak kecamatan dan puskesmas sebelumnya telah menyampaikan usulan tersebut kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor. Saat peninjauan berlangsung, Beben juga langsung menghubungi dinas terkait untuk mendorong koordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
“Saya sudah meminta Dinas Kesehatan segera berkoordinasi dengan BPKAD untuk turun ke lokasi dan membuat berita acara. Nanti akan dikaji apakah bangunan ini masih layak direhabilitasi dengan perubahan fungsi atau harus dibongkar dan dibangun fasilitas baru dengan penambahan ruang,” jelasnya.
Beben berharap rencana tersebut segera ditindaklanjuti agar Puskesmas Klapanunggal dapat menyediakan ruang rawat inap bagi pasien yang membutuhkan observasi atau perawatan sementara. Dengan demikian, pasien yang kondisinya masih dapat ditangani di puskesmas tidak harus langsung dirujuk ke rumah sakit.
“Harapan masyarakat sederhana, Puskesmas Klapanunggal memiliki ruang perawatan sehingga pelayanan kesehatan bisa lebih maksimal. Tidak semua pasien harus langsung ke rumah sakit jika masih bisa ditangani di puskesmas,” katanya.
Beben menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal aspirasi masyarakat hingga rencana tersebut terealisasi.
“Semua aspirasi hasil reses akan kami kawal. Kami meminta BPKAD, Dinas Kesehatan, camat, dan seluruh pihak terkait segera menindaklanjuti. Kami juga akan turun kembali untuk melihat perkembangan di lapangan,” tegasnya.
Masyarakat berharap penambahan ruang rawat inap dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Klapanunggal. Fasilitas tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih cepat, mudah dijangkau, dan optimal bagi masyarakat Kecamatan Klapanunggal. (***)











