Menu ✖

Dark Mode
Kapolres Buru Bersama Forkopimda Tinjau Langsung Lokasi PETI Gunung Nona BUPATI BURU DIAM, KEBERATAN DIKABULKAN? Kuasa Hukum Gugat Sikap Bungkam, SK Pengakuan AW sebagai Raja Petuanan Kaiely Dipersoalkan! Langkah Nyata Internasionalisasi Kampus, FKB UBSI Bangun Kolaborasi Akademik di Malaysia Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi Bupati, Wakil Bupati, dan Unsur Forkopimda Tinjau Gunung Botak, Awasi Program Penataan dan Pemulihan Pertambangan Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

Bogor

Sungai Cileungsi Disisir hingga Perbatasan Bekasi, DLH Bogor Bongkar Titik Rawan Pencemaran Industri

badge-check


					Sungai Cileungsi Disisir hingga Perbatasan Bekasi, DLH Bogor Bongkar Titik Rawan Pencemaran Industri Perbesar

CILEUNGSI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus memperkuat pengendalian pencemaran air Sungai Cileungsi. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan susur sungai sekaligus pemetaan dan identifikasi saluran outfall industri di sepanjang aliran Sungai Cileungsi, Rabu hingga Kamis (26–27/8/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan DLH Kabupaten Bogor melalui Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kemitraan (PPK) tersebut melibatkan TNI Angkatan Laut (TNI AL) serta Tim Patroli Sungai DLH Provinsi Jawa Barat.

Penyisiran dilakukan mulai dari area Jembatan Wika, Jembatan Cikuda, hingga titik perbatasan wilayah Kabupaten Bogor dengan Kota Bekasi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kondisi Sungai Cileungsi terpantau secara langsung, khususnya terhadap potensi sumber pencemaran yang berasal dari aktivitas industri.

“Kami melakukan pemetaan dan identifikasi langsung terhadap titik-titik saluran outfall industri. Data yang kami peroleh di lapangan menjadi bahan penting untuk inventarisasi, pemantauan, sekaligus menentukan langkah pengendalian apabila ditemukan potensi pencemaran,” ujar Teuku Mulya.

Menurutnya, pengawasan terhadap kualitas lingkungan tidak cukup hanya dilakukan secara administratif, tetapi perlu diperkuat dengan pemantauan langsung di lapangan.

“Susur sungai ini penting untuk melihat kondisi faktual di lapangan. Kami ingin memastikan setiap sumber yang berpotensi memengaruhi kualitas air dapat teridentifikasi dengan baik dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Teuku Mulya menambahkan, sinergi lintas instansi menjadi salah satu kunci dalam memperkuat pengawasan Sungai Cileungsi. Kolaborasi bersama TNI AL dan DLH Provinsi Jawa Barat diharapkan dapat memperluas jangkauan pemantauan serta memperkuat data dan informasi mengenai kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Cileungsi.

“Ini adalah kerja bersama. Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri. Dengan kolaborasi lintas instansi, pengawasan dapat dilakukan lebih komprehensif dan langkah penanganannya juga bisa lebih tepat,” katanya.

Ia menegaskan, Pemkab Bogor berkomitmen menjaga kualitas lingkungan dan melakukan upaya pencegahan serta pengendalian pencemaran secara berkelanjutan.

“Harapan kami, Sungai Cileungsi dapat terus kita jaga. Bukan hanya pemerintah, tetapi juga seluruh pelaku usaha dan masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memastikan sungai tetap bersih dan kualitas airnya terjaga,” pungkasnya.

Hasil pemetaan dan identifikasi lapangan selanjutnya menjadi bagian dari data inventarisasi DLH Kabupaten Bogor untuk mendukung pengawasan, evaluasi, serta langkah pengendalian dan penindakan terhadap potensi sumber pencemaran di sepanjang Sungai Cileungsi. (Tim Komunikasi Publik/Diskominfo Kabupaten Bogor)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi

19 October 2026 - 07:17 WIB

Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

16 October 2026 - 23:35 WIB

Warga Kelurahan Tengah Pertanyakan Realisasi Drainase Musrenbang 2025 dan Hadiah Kelurahan Terbaik Kabupaten Bogor

16 October 2026 - 02:04 WIB

Betonisasi Jalan Desa Ligarmukti Rp144,6 Juta Disorot, Retakan Bermunculan, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi?

15 October 2026 - 14:39 WIB

Reses di Cigudeg, Sastra Winara Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan Kabupaten Bogor

13 October 2026 - 14:03 WIB

Trending on Bogor