Menu ✖

Dark Mode
Kapolres Buru Bersama Forkopimda Tinjau Langsung Lokasi PETI Gunung Nona BUPATI BURU DIAM, KEBERATAN DIKABULKAN? Kuasa Hukum Gugat Sikap Bungkam, SK Pengakuan AW sebagai Raja Petuanan Kaiely Dipersoalkan! Langkah Nyata Internasionalisasi Kampus, FKB UBSI Bangun Kolaborasi Akademik di Malaysia Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi Bupati, Wakil Bupati, dan Unsur Forkopimda Tinjau Gunung Botak, Awasi Program Penataan dan Pemulihan Pertambangan Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

Bogor

Gerakan Masyarakat Sipil Bogor Bersatu Galang Sejuta Tanda Tangan Tolak Korupsi

badge-check


					oplus_0 Perbesar

oplus_0

BOGOR – Gelombang kepedulian masyarakat terhadap pemberantasan korupsi di Kabupaten Bogor kembali menguat. Gerakan Masyarakat Sipil Bogor Bersatu menggagas Petisi Tolak Korupsi dengan target mengumpulkan satu juta tanda tangan masyarakat.

Gerakan tersebut muncul di tengah rangkaian kegiatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di wilayah Kabupaten Bogor. Pada 14 September 2026, KPK mengonfirmasi adanya operasi tangkap tangan di Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor. Perkara tersebut kemudian berkembang ke penyidikan terkait dugaan korupsi dalam pengurusan HGB di wilayah Kabupaten Bogor.

Penasehat Gerakan Masyarakat Sipil Bogor Bersatu, Dian Asmara (Paul), mengatakan petisi tersebut merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam menyuarakan tuntutan agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan transparan dan berintegritas.

“Petisi ini bukan untuk menghakimi siapa pun. Ini adalah suara masyarakat yang ingin Kabupaten Bogor bebas dari praktik korupsi dan meminta agar proses penegakan hukum berjalan secara transparan serta sesuai ketentuan,” ujar Dian di sela kegiatan, Senin (21/9)

Sementara itu, Koordinator Gerakan Masyarakat Sipil Bogor Bersatu, Rizwan Riswanto, menyampaikan bahwa target satu juta tanda tangan diharapkan menjadi wadah partisipasi publik seluas-luasnya.

«“Kami ingin memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyatakan sikap. Target satu juta tanda tangan adalah simbol besarnya dukungan masyarakat terhadap pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari korupsi,” kata Rizwan.»

Menurutnya, momentum kegiatan KPK di Kabupaten Bogor menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah agar memperkuat pengawasan publik serta membangun tata kelola pemerintahan yang akuntabel.

Gerakan ini juga menegaskan bahwa petisi tersebut diarahkan sebagai gerakan sipil dan aspirasi masyarakat, bukan sebagai upaya untuk mendahului proses hukum atau menyimpulkan kesalahan pihak tertentu.

“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Yang kami dorong adalah transparansi, akuntabilitas dan keberanian masyarakat untuk ikut mengawasi jalannya pemerintahan,” ujar Rizwan.

Gerakan Masyarakat Sipil Bogor Bersatu berharap Petisi Tolak Korupsi dapat berkembang menjadi gerakan partisipasi publik yang melibatkan berbagai elemen masyarakat Kabupaten Bogor.

Satu juta tanda tangan ditargetkan menjadi simbol bahwa masyarakat menginginkan Kabupaten Bogor yang bersih, transparan dan berintegritas. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi

19 October 2026 - 07:17 WIB

Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

16 October 2026 - 23:35 WIB

Warga Kelurahan Tengah Pertanyakan Realisasi Drainase Musrenbang 2025 dan Hadiah Kelurahan Terbaik Kabupaten Bogor

16 October 2026 - 02:04 WIB

Betonisasi Jalan Desa Ligarmukti Rp144,6 Juta Disorot, Retakan Bermunculan, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi?

15 October 2026 - 14:39 WIB

Reses di Cigudeg, Sastra Winara Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan Kabupaten Bogor

13 October 2026 - 14:03 WIB

Trending on Bogor