Menu ✖

Dark Mode
Kapolres Buru Bersama Forkopimda Tinjau Langsung Lokasi PETI Gunung Nona BUPATI BURU DIAM, KEBERATAN DIKABULKAN? Kuasa Hukum Gugat Sikap Bungkam, SK Pengakuan AW sebagai Raja Petuanan Kaiely Dipersoalkan! Langkah Nyata Internasionalisasi Kampus, FKB UBSI Bangun Kolaborasi Akademik di Malaysia Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi Bupati, Wakil Bupati, dan Unsur Forkopimda Tinjau Gunung Botak, Awasi Program Penataan dan Pemulihan Pertambangan Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

Bogor

DPRD Kab Bogor dan Rudy Susmanto Sepakati Perubahan APBD 2026, Infrastruktur Jadi Prioritas

badge-check


					DPRD Kab Bogor dan Rudy Susmanto Sepakati Perubahan APBD 2026, Infrastruktur Jadi Prioritas Perbesar

CIBINONG – Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Ketua dan jajaran anggota DPRD Kabupaten Bogor menyepakati Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor, Rabu (30/9/2026).

Rapat Paripurna tersebut juga membahas perubahan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2026 serta Rencana Kerja DPRD Kabupaten Bogor Tahun 2027.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Bogor, khususnya Badan Anggaran, atas pembahasan intensif Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah.

“Belanja daerah yang diakomodasi dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 kami prioritaskan untuk sejumlah program prioritas dan belanja wajib yang harus diselesaikan hingga Desember 2026,” ujar Rudy.

Rudy menjelaskan bahwa pemerintah daerah mengalokasikan anggaran perubahan APBD untuk memenuhi kebutuhan pembangunan, pemeliharaan, dan rehabilitasi infrastruktur pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan dan kawasan permukiman, penataan ruang, serta bidang lainnya.

Pemerintah Kabupaten Bogor juga memprioritaskan sejumlah program dalam Perubahan APBD 2026, antara lain pemberian insentif bagi guru pendidikan agama Islam, dukungan keikutsertaan Kabupaten Bogor dalam Porda Jawa Barat Tahun 2026, serta partisipasi dalam Peparpeda Jawa Barat Tahun 2026.

Dalam pembahasan perubahan Propemperda Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bogor mengusulkan delapan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda). Usulan tersebut terdiri atas lima Raperda prakarsa pemerintah daerah dan tiga Raperda inisiatif DPRD.

Lima Raperda prakarsa Pemerintah Kabupaten Bogor mencakup Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, APBD Tahun Anggaran 2027, perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah, serta Pembentukan Dana Cadangan Penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2029.

Sementara itu, DPRD Kabupaten Bogor menginisiasi tiga Raperda, yakni Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum, Pembangunan Ketahanan Keluarga, serta Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat Hukum Adat.

Rudy berharap DPRD Kabupaten Bogor mendukung penguatan anggaran pada Tahun 2027 agar pemerintah daerah dapat menerapkan transformasi sistem parkir secara bertahap. Transformasi tersebut akan mengalihkan penggunaan karcis menuju sistem digital dan memperluas penerapannya ke seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

Lebih lanjut, Rudy menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Bogor membutuhkan sinergi antara eksekutif dan legislatif. Menurutnya, pemerintah daerah tidak dapat menyelenggarakan pemerintahan secara optimal tanpa kolaborasi seluruh unsur pemerintahan.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor, khususnya eksekutif, tidak bisa menjalankan roda pemerintahan seorang diri. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 mengatur bahwa penyelenggaraan pemerintahan daerah melibatkan DPRD Kabupaten Bogor dan eksekutif Pemerintah Kabupaten Bogor,” jelas Rudy.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara kedua unsur pemerintahan tersebut menjadi kunci untuk mendorong pembangunan daerah dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Tentunya kita berharap dapat terus berkolaborasi bersama-sama membangun Bogor dan terus melayani masyarakat Kabupaten Bogor bersama-sama,” tegasnya.

Rapat Paripurna tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Bogor dan DPRD untuk memperkuat komitmen bersama dalam menyelaraskan kebijakan anggaran dan pembentukan regulasi daerah dengan kebutuhan pembangunan.

Melalui sinergi tersebut, kedua lembaga diharapkan mampu memastikan setiap kebijakan yang ditetapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Bogor. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi

19 October 2026 - 07:17 WIB

Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

16 October 2026 - 23:35 WIB

Warga Kelurahan Tengah Pertanyakan Realisasi Drainase Musrenbang 2025 dan Hadiah Kelurahan Terbaik Kabupaten Bogor

16 October 2026 - 02:04 WIB

Betonisasi Jalan Desa Ligarmukti Rp144,6 Juta Disorot, Retakan Bermunculan, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi?

15 October 2026 - 14:39 WIB

Reses di Cigudeg, Sastra Winara Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan Kabupaten Bogor

13 October 2026 - 14:03 WIB

Trending on Bogor