Menu ✖

Dark Mode
Kapolres Buru Bersama Forkopimda Tinjau Langsung Lokasi PETI Gunung Nona BUPATI BURU DIAM, KEBERATAN DIKABULKAN? Kuasa Hukum Gugat Sikap Bungkam, SK Pengakuan AW sebagai Raja Petuanan Kaiely Dipersoalkan! Langkah Nyata Internasionalisasi Kampus, FKB UBSI Bangun Kolaborasi Akademik di Malaysia Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi Bupati, Wakil Bupati, dan Unsur Forkopimda Tinjau Gunung Botak, Awasi Program Penataan dan Pemulihan Pertambangan Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

Buru

Kemarau Panjang, Debit Air Sumur PDAM Buru Menurun, Distribusi Ke Pelanggan Terganggu

badge-check


					Kemarau Panjang, Debit Air Sumur PDAM Buru Menurun, Distribusi Ke Pelanggan Terganggu Perbesar

Namlea – Musim kemarau yang berlangsung hampir satu bulan terakhir menyebabkan debit air pada sejumlah sumur milik PDAM Kabupaten Buru mengalami penurunan. Kondisi ini berdampak pada terganggunya distribusi air bersih ke rumah-rumah pelanggan, khususnya di wilayah Kota Namlea.

Pelaksana Tugas (Pjs.) Direktur PDAM Kabupaten Buru, Abdul Rahim, mengatakan berkurangnya debit air membuat pompa berkapasitas besar tidak dapat beroperasi secara maksimal. Akibatnya, pasokan air bersih yang dialirkan kepada pelanggan ikut menurun.

“Debit air yang masuk ke sumur semakin berkurang sehingga pompa tidak bisa bekerja secara optimal. Hal ini berdampak pada pelayanan distribusi air kepada masyarakat,” kata Abdul Rahim di ruang kerjanya, Kamis (30/7/2026).

Ia menjelaskan, PDAM Kabupaten Buru mengandalkan empat sumur sebagai sumber air baku yang melayani kebutuhan pelanggan di Kota Namlea. Keempat sumur tersebut berada di dua lokasi, yakni Desa Lala dan Desa Karang Jaya.

Menurut Abdul Rahim, saat ini hanya Pompa 11 dan satu pompa berukuran lebih kecil yang masih dioperasikan. Namun, Pompa 11 tidak dapat bekerja dengan kapasitas penuh karena keterbatasan debit air, sedangkan pompa kecil hanya mampu menghasilkan volume air yang terbatas.

Untuk meminimalkan dampak gangguan distribusi, petugas PDAM terus melakukan pemantauan terhadap pintu-pintu air dan mengatur sistem pengaliran agar pasokan tetap dapat menjangkau pelanggan. Selain itu, pihak manajemen juga rutin melakukan pengawasan langsung ke lapangan.

Menghadapi kondisi tersebut, PDAM Kabupaten Buru berencana melaporkan persoalan penurunan debit air kepada Bupati Buru dengan harapan mendapat dukungan dalam penanganan krisis air bersih yang terjadi saat ini.
Meski dihadapkan pada keterbatasan sumber air akibat musim kemarau, Abdul Rahim menegaskan pihaknya akan terus berupaya menormalkan distribusi air bersih sehingga pelayanan kepada pelanggan dapat kembali berjalan optimal.

Harapan kami kepada Masyarakat pelanggaran yang berada di kota Namlea, dengan adanya hambatan – hambatan intalasi yang terjadi mohon maap dan mohon dik maklumi atas terjadi insiden tidak lancaran penyaluran Air, dan kami akan pihak kedepannya akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan yang lebih optimal pungkasnya (yyt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kapolres Buru Bersama Forkopimda Tinjau Langsung Lokasi PETI Gunung Nona

26 October 2026 - 10:26 WIB

BUPATI BURU DIAM, KEBERATAN DIKABULKAN? Kuasa Hukum Gugat Sikap Bungkam, SK Pengakuan AW sebagai Raja Petuanan Kaiely Dipersoalkan!

25 October 2026 - 23:34 WIB

Bupati, Wakil Bupati, dan Unsur Forkopimda Tinjau Gunung Botak, Awasi Program Penataan dan Pemulihan Pertambangan

17 October 2026 - 07:56 WIB

Kapolres Buru Gelar Jumat Keliling di Masjid An-Nur Jikumerasa, Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas dan Manfaatkan Layanan 110

16 October 2026 - 14:13 WIB

HUT ke-27 Kabupaten Buru taksekadar sermoni, Dorong Pengembangan Ek

14 October 2026 - 03:39 WIB

Trending on Buru