Menu ✖

Dark Mode
Kapolres Buru Bersama Forkopimda Tinjau Langsung Lokasi PETI Gunung Nona BUPATI BURU DIAM, KEBERATAN DIKABULKAN? Kuasa Hukum Gugat Sikap Bungkam, SK Pengakuan AW sebagai Raja Petuanan Kaiely Dipersoalkan! Langkah Nyata Internasionalisasi Kampus, FKB UBSI Bangun Kolaborasi Akademik di Malaysia Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi Bupati, Wakil Bupati, dan Unsur Forkopimda Tinjau Gunung Botak, Awasi Program Penataan dan Pemulihan Pertambangan Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

Bogor

Musrenbang RKPD 2027 Jadi Tahap Akhir Perencanaan, DPRD Bogor Pastikan Aspirasi Warga Terakomodasi

badge-check


					Musrenbang RKPD 2027 Jadi Tahap Akhir Perencanaan, DPRD Bogor Pastikan Aspirasi Warga Terakomodasi Perbesar

BOGOR – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menghadiri forum Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) atau Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten untuk tahun anggaran 2027.

Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa Musrenbang RKPD di tingkat kabupaten merupakan tahapan akhir dari rangkaian panjang proses perencanaan pembangunan. Sebelumnya, proses tersebut telah dimulai dari musrenbang di tingkat desa hingga kecamatan.

Menurut Sastra, forum ini menjadi wadah untuk menyatukan seluruh usulan yang telah dihimpun dari bawah. Hasil musrenbang desa dan kecamatan kemudian dibahas kembali dalam Musrenbang RKPD tingkat Kabupaten Bogor.

“Ini merupakan tahapan dari kita melaksanakan musrenbang desa, musrenbang kecamatan, kemudian ditindaklanjuti oleh Musrenbang RKPD tingkat Kabupaten Bogor,” kata Sastra Winara, Selasa, (7/4/2026).

Ia menambahkan, hasil dari forum tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Bogor tahun 2027.

Lebih lanjut, Sastra menyebutkan bahwa berbagai program yang akan masuk dalam APBD 2027 merupakan hasil dari aspirasi masyarakat. Aspirasi itu disampaikan melalui musrenbang di tingkat desa dan kecamatan, serta melalui kegiatan reses anggota DPRD di masing-masing daerah pemilihan.

Seluruh hasil reses tersebut, kata dia, juga telah dibawa dan disampaikan dalam forum Musrenbang RKPD sebagai bagian dari proses perencanaan pembangunan daerah.

Ia menegaskan, penyusunan postur APBD tidak dilakukan secara instan. Setiap program yang masuk telah melalui tahapan perencanaan yang matang sejak jauh hari, bahkan dimulai satu tahun sebelumnya.

Dengan demikian, program-program dalam APBD bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba, melainkan hasil dari proses panjang yang disusun secara sistematis dan melibatkan berbagai pihak, terutama masyarakat. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi

19 October 2026 - 07:17 WIB

Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

16 October 2026 - 23:35 WIB

Warga Kelurahan Tengah Pertanyakan Realisasi Drainase Musrenbang 2025 dan Hadiah Kelurahan Terbaik Kabupaten Bogor

16 October 2026 - 02:04 WIB

Betonisasi Jalan Desa Ligarmukti Rp144,6 Juta Disorot, Retakan Bermunculan, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi?

15 October 2026 - 14:39 WIB

Reses di Cigudeg, Sastra Winara Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan Kabupaten Bogor

13 October 2026 - 14:03 WIB

Trending on Bogor