Menu ✖

Dark Mode
Kapolres Buru Bersama Forkopimda Tinjau Langsung Lokasi PETI Gunung Nona BUPATI BURU DIAM, KEBERATAN DIKABULKAN? Kuasa Hukum Gugat Sikap Bungkam, SK Pengakuan AW sebagai Raja Petuanan Kaiely Dipersoalkan! Langkah Nyata Internasionalisasi Kampus, FKB UBSI Bangun Kolaborasi Akademik di Malaysia Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi Bupati, Wakil Bupati, dan Unsur Forkopimda Tinjau Gunung Botak, Awasi Program Penataan dan Pemulihan Pertambangan Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

Bogor

Wabup Ade Ruhandi Ajak Warga Tenjo Perkuat Gotong Royong dan Kehidupan Keagamaan

badge-check


					Wabup Ade Ruhandi Ajak Warga Tenjo Perkuat Gotong Royong dan Kehidupan Keagamaan Perbesar

TENJO — Berbagi tugas dengan Bupati Bogor, Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi menghadiri Sholawat Akbar dalam rangka Peringatan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Ta’lim Cilejet, Desa Batok, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Minggu (30/8/2026) malam.

Kegiatan tersebut dihadiri para alim ulama, tokoh masyarakat, Muspika Kecamatan Tenjo, kepala desa, serta masyarakat dan jemaah dari wilayah Tenjo dan sekitarnya.

Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi mengapresiasi kegiatan Maulid Akbar yang secara rutin dilaksanakan sebagai momentum mempererat silaturahmi, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mencintai dan menjaga keberadaan ulama di tengah masyarakat. 

Menurutnya, salah satu bentuk nyata menjaga ulama adalah dengan meramaikan masjid, majelis taklim, pesantren, serta menjaga tradisi keagamaan dan kebersamaan.

“Kalau kita ingin menjaga ulama, maka masjid setiap waktu ibadah harus penuh, majelis harus penuh. Itulah salah satu cara kita mencintai dan menjaga para ulama,” ujar Ade.

Ade menilai keberadaan ulama memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai sosial dan keagamaan masyarakat, terlebih di tengah perkembangan wilayah Tenjo yang semakin pesat.

Ia menyebut, pembangunan dan perkembangan kawasan di Tenjo harus tetap berjalan seiring dengan pelestarian budaya gotong royong dan kehidupan keagamaan masyarakat.

“Ketika ada percepatan pembangunan, kita harus hati-hati jangan sampai budaya kita ikut tergeser. Jangan sampai karena adanya perumahan, masyarakat menjadi malas gotong royong, malas ke masjid dan malas ke majelis,” katanya.

Menurutnya, kemajuan pembangunan harus dibarengi dengan kekuatan sosial masyarakat. Semangat gotong royong yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat harus terus dipertahankan karena menjadi kekuatan dalam menyelesaikan berbagai persoalan bersama.

Ade juga mendorong agar pendidikan umum dan pendidikan keagamaan dapat berjalan beriringan. Ia mengajak para orang tua untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak mendapatkan pendidikan formal sekaligus memperkuat pendidikan agama melalui pesantren dan majelis.

“Anak-anak kita yang sekolah umum, sambil juga pesantren, itu penting. Yang tidak bisa sekolah, bisa masuk pesantren. Pendidikan agama harus terus kita perkuat,” ungkapnya.

Di sisi lain, Ade menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor terus berupaya meningkatkan pelayanan dan pembangunan untuk masyarakat. Ia mengakui masih terdapat berbagai kebutuhan yang harus diselesaikan, mulai dari infrastruktur jalan, fasilitas pendidikan, hingga sarana keagamaan seperti pesantren dan majelis.

Dengan luas wilayah dan jumlah penduduk Kabupaten Bogor yang besar, Ade mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung pembangunan melalui kolaborasi antara pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, dan masyarakat.

“Mohon doanya untuk kami, Pemerintah Kabupaten Bogor, agar terus bisa bersinergi dengan para ulama dan terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik. Masih banyak kekurangan yang perlu kita selesaikan, tetapi insya Allah kita akan terus berusaha,” tuturnya.

Ia menegaskan, sinergi antara ulama dan umara harus terus diperkuat untuk membangun masyarakat yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga memiliki kehidupan sosial dan keagamaan yang kuat.

Ia pun mengajak Muspika, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan seluruh warga untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam menyelesaikan berbagai kebutuhan masyarakat.

“Ulama dan umara harus terus bersama-sama untuk kepentingan bangsa dan negara. Kalau kita kompak, insya Allah apa pun yang ingin kita bangun tidak akan terasa berat,” pungkasnya. (Diskominfo Kabupaten Bogor/***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Proyek Drainase Rp199,7 Juta di Cilebut Timur Dimenangkan Perusahaan Asal Papua, BPI KPNPA RI Pertanyakan Aturan Afirmasi

19 October 2026 - 07:17 WIB

Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

16 October 2026 - 23:35 WIB

Warga Kelurahan Tengah Pertanyakan Realisasi Drainase Musrenbang 2025 dan Hadiah Kelurahan Terbaik Kabupaten Bogor

16 October 2026 - 02:04 WIB

Betonisasi Jalan Desa Ligarmukti Rp144,6 Juta Disorot, Retakan Bermunculan, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi?

15 October 2026 - 14:39 WIB

Reses di Cigudeg, Sastra Winara Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan Kabupaten Bogor

13 October 2026 - 14:03 WIB

Trending on Bogor