BURU — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Liliyali, Kabupaten Buru, berlangsung meriah, khidmat, dan penuh semangat kebangsaan. Dipusatkan di Desa Waimiting, Senin (17/8/2026), rangkaian kegiatan diawali dengan upacara pengibaran Bendera Merah Putih pada pagi hari dan ditutup dengan upacara penurunan bendera pada sore hari.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar. Antusiasme masyarakat dari lima desa di Kecamatan Liliyali turut memberikan warna tersendiri dalam peringatan momentum kemerdekaan tersebut.
Upacara pengibaran bendera dipimpin Camat Liliyali, Muhammad R. Umasugi, ST, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Prosesi berlangsung khidmat dengan diikuti unsur pemerintahan, TNI, Polri, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, serta masyarakat setempat.
Sejumlah tokoh dan pejabat turut hadir, di antaranya Dandramil 1506-01/Namlea Peltu Inf. Hakim Tuahus, Kapolsek Namlea Iptu Charles Langitan, SH., MH., serta Anggota DPR dr. Isra Duila bersama istri.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus memperlihatkan kuatnya sinergi antara pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat dalam menjaga persatuan serta keamanan di wilayah Kecamatan Liliyali.
Lima desa, yakni Desa Waimiting, Desa Ubung, Desa Sawa, Desa Jikumarasa dan Desa Waiperang, turut mengambil bagian dalam peringatan HUT RI ke-81. Keterlibatan masyarakat dari masing-masing desa membuat suasana perayaan kemerdekaan semakin semarak.
15 Pelajar Tampil sebagai Paskibraka
Salah satu bagian penting dalam upacara pengibaran adalah penampilan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Sebanyak 15 pelajar dipercaya menjalankan tugas mulia tersebut.
Para anggota Paskibraka berasal dari SMA Negeri 1 Buru, SMA Negeri 2 Buru, SMK Jikumerasa, dan SMA 24 Buru. Dengan disiplin dan penuh tanggung jawab, mereka berhasil melaksanakan tugas pengibaran Sang Saka Merah Putih hingga berkibar sempurna di tiang bendera.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran para pelatih, Serka Zulkifli Tuarita dan Bripka Titirloby, yang memberikan pembinaan dan pelatihan secara intensif kepada para pelajar.
Penampilan Paskibraka menjadi gambaran semangat generasi muda dalam menjaga nilai-nilai nasionalisme sekaligus meneruskan perjuangan para pahlawan melalui pengabdian dan kedisiplinan.
Selain itu, Babinsa Desa Waimiting Serka Abubakar Tuharea bersama satu regu dari Yonif TP 821 Satria Bupolo turut berperan dalam mendukung kelancaran kegiatan.
Pengamanan juga diperkuat oleh para Bhabinkamtibmas di lima desa se-Kecamatan Liliyali, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib dan kondusif.
Penurunan Bendera Berlangsung Khidmat
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan upacara penurunan Bendera Merah Putih pada sore hari.
Upacara penurunan bendera dipimpin oleh Sekretaris Kecamatan Liliyali sebagai Inspektur Upacara, sementara Ipda Tajudin Wamnebo bertindak sebagai Komandan Upacara.
Sebanyak delapan anggota Polsek Namlea turut ambil bagian sebagai peserta upacara. Prosesi penurunan bendera berlangsung tertib dan penuh penghormatan terhadap Sang Saka Merah Putih sekaligus menjadi penutup seluruh rangkaian upacara HUT RI ke-81 di Desa Waimiting.
Kepala Desa Waimiting Apresiasi Kebersamaan
Kepala Desa Waimiting, Muhammad Qasym ST. Maruapey, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan peringatan HUT RI ke-81.
Menurutnya, keberhasilan seluruh rangkaian kegiatan tidak terlepas dari kerja sama, gotong royong dan koordinasi berbagai pihak.
«“Menurut saya, keberhasilan kegiatan ini bukan hasil kerja satu pihak, melainkan buah dari kebersamaan, gotong royong, koordinasi dan dukungan seluruh elemen masyarakat Kecamatan Liliyali,” ujarnya.»
Ia juga memberikan apresiasi kepada Babinsa Desa Waimiting Serka Abubakar Tuharea, satu regu Yonif TP 821 Satria Bupolo, para pelatih Paskibraka Serka Zulkifli Tuarita dan Bripka Titirloby, serta seluruh anggota Paskibraka yang telah menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Peringatan HUT RI ke-81 di Kecamatan Liliyali tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat.
Dari Desa Waimiting, semangat kemerdekaan kembali ditegaskan melalui kebersamaan pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat. Semangat gotong royong tersebut diharapkan terus menjadi kekuatan dalam membangun Kecamatan Liliyali yang semakin maju, aman dan sejahtera.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merdeka! Indonesia Jaya. (Yyt)











